
---- Di rumah Mansur dan Risma ----
2 bulan setelah TPQ Al Wafaa diresmikan akhirnya bangunan TPQ di samping rumah Mansur dan Risma sudah jadi. Semenjak awal diresmikan TPQ Al Wafaa tidak mempunyai tempat tetap hingga terpaksa pembelajaran TPQ berlangsung di tiga tempat yakni di rumah mansur, masjid ,dan rumah kepala dusun. Mansur dan Risma bahagia TPQ Al Wafaa sudah tidak berlangsung pencar di tiga tempat karena bangunan tempat baru TPQ Al Wafaa sudah jadi.
Mansur hari ini dirumahnya mengadakan rapat bersama Risma, Hakim, dan Sarah membahas waktu yang tepat mengadakan syukuran untuk tempat TPQ baru.
"Alhamdulillah, hari ini TPQ Al Wafaa sudah memiliki tempat baru, kita akan mengadakan syukuran, oh iya risma uang sisanya tinggal berapa?" tanya Mansur
"Uang sisa tinggal Rp. 3,968.500 mas" ucap Risma
"Baiklah, kita akan mengadakan syukuran dengan warga kompleks ini dan anak anak TPQ, dan kita akan berbagi sama fakir miskin, bagaimana kalian setuju" tanya Mansur
"iya mas, aku setuju" jawab Hakim
"iya saya juga setuju" saut Sarah
"Kalau syukuranya sabtu besok habis isya , kalian setuju, kalau malam minggu anak anak tidak sibuk tugas rumahnya dan warga sini tidak sibuk bekeeja?" tawar Mansur
"Baik mas, aku setuju, aku akan persiapkan kebutuhanya besok" jawab Risma
"ris, aku ikut bantuin kamu ya?" tanya Sarah
__ADS_1
"iya kak besok aku hanya kuliah sore kita akan belanja kebutuhanya" jawab Risma
"Ok, risma, sarah kebutuhan pokok makanan dan minuman mas serahkan ke kalian ya? mas sama hakim biar ngurus persiapan lainya" ucap Mansur
"iya mas" jawab Risma dan Sarah bersamaan
"Ok mas" saut Hakim
-------------
3 hari kemudian
Malam hari setelah ba'da isya, Di tempat baru TPQ Wafaa diadakan syukuran. Syukuran ini dipimpin oleh Mansur sebagai kepala pengelolah TPQ Al Wafaa.
Iringan doa serta pembacaan ayat suci Al-Quran yang dipimpin oleh Mansur berjalan dengan lancar.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama dan pembagian sembako untuk para fakir miskin. Dalam Pembagian sembako Hakim dan Risma yang bertugas mengkoordinir dengan memberikansatu persatu bungkusan sembako kepada fakir miskin.
Namun saat memberikan sembako pada fakir miskin. Hakim melihat seorang wanita yang tak asing baginya di antrian fakir miskin. Hakim terus menatap wanita itu yang sedang menunduk. Saat giliran wanita itu menerima sembako, Hakim terkejut dan tak percaya melilhatnya. Hakim menatap wanita itu dan memanggilnya
"Aisyah" sapa Hakim
__ADS_1
Aisyah hanya sedikit mengangkat kepalanya tersenyum pada Hakim lalu meninggalkanya setelah mendapat sembako. Hakim yang melihat Aisyah kabur meminta izin pada Risma untuk menemui seseorang.
"mbak, aku izin bentar ya ada temanku disana, mbak sendirian tidak kewalahan kan?" tanya Hakim
"iya tidak apa apa pergilah" jawab Risma
"terima kasih mbak aku kesana dulu" pamit Hakim
Hakim mengejar Aisyah yang sedang berjalan di pinggir jalan. Aisyah mengetahui Hakim mengikutinya langsung mempercepat langkahnya. Karena sembako yang dibawanya berat, Aisyah tidak sengaja menjatuhkan sembakonya karena berjalan cepat. Saat Aisyah hendak mengambil beras yang terjatuh dijalan, Hakim menghentikan langkah Aisyah memungut beras itu
"Aisyah, hentikan" ucap Hakim
Aisyah cuek tidak memperhatikan perkataan Hakim , dirinya terus memungut beras yang tercecer dijalanan. Hakim yang sangat geram sontak memegang pergelangan tangan Aisyah agar menghentikan langkahnya memungut beras itu.
"ku mohon hentikan" tegas Hakim
"maaf, mengapa kamu menghentikan saya" jawab Aisyah
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga