Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
75. BINGUNG


__ADS_3

Degg...


Mansur dan Risma terkejut saat Bu Yanti dan Pak Rudi menanyakan kapan berencana melakukan progam kehamilan. Mansur sekilas melihat Risma terdiam dan menunduk mendengar ucapan dari orang tuanya. Mansur memahami istrinya itu memang sudah mulai mencintainya tapi belum siap melakukan suatu hal keranah yang intim. Mansur tidak ingin istrinya tertekan mencoba menjawab pertanyaan dari Bu Yanti dan Pak Rudi


"ma..pa...untuk itu kami masih mencari waktu yang tepat, kami berdua juga masih sibuk dan belum sempat berpikir mencari waktu yang tepat untuk menjalani progam itu" jawab Mansur


"sur, mama bukanya mau memaksa kalian memiliki anak, tapi buat apa hubungan kalian yang terjalin harmonis ini tidak memiliki tujuan memimpikan keluarga bahagia dengan memiliki seorang anak" jawab Bu Yanti


"iya ma, aku paham dan mengerti semua itu, cuma kami hanya membutuhkan waktu saja untuk menjalani progam itu" jawab Mansur


"baiklah, papa percaya dengan kalian, tapi harapan papa dan mama kalian segera melakukan progam kehamilam sehingga cepat nanti diberikan momongan" saut Pak Rudi


"iya ma..pa...kalau tuhan berkehendak apapun itu akan bisa terjadi" jawab Mansur


"iya sur, kalau begitu papa dan mama mau menghadiri undangan pernikahan teman papa, kalian jaga rumah ya" ucap Pak Rudi


"iya pa...ma....kalian hati hati dijalan" ucap Mansur


"hmm..iya assalamulaikum" pamit Pak Rud


"waalaikumsalam" jawab Mansur


Pak Rudi dan Bu Yanti bergegas meninggalkan rumah menghadiri undangan pernikahan.Tak lama kemudian setelah Pak Rudi dan Bu Yanti pergi dari rumah, Risma menangis mengingat ucapan yang dikatakan orang tuanya barusan. Mansur yang melihat istrinya menangis langsung memeluknya dan menenangkanya


"ris, mas tetap menunggumu, kamu jangan sedih dengan ucapan papa dan mama tadi kita masih punya waktu, mas siap menunggumu" ucap Mansur


"mas, tapi benar mas, buat apa kita saling mencintai kalau tidak memimpikan hadirnya seorang anak, aku sungguh egois mas, aku bodoh, aku benci dengan diriku sendiri" ucap Risma


"ssstt...jangan bilang seperti itu..kamu jangan merasa bersalah, kita akan hadapi semua ini bersama, percayalah dengan berjalanya waktu kita akan bisa melakukanya" ucap Mansur

__ADS_1


"mas, aku bingung mas..papa dan mama kecewa mas sama kita, mas pasti kecewa juga kan sama aku" ucap Risma


"ris, kamu jangan merasa tertekan, ingat mas akan selalu ada disampingku, kita hadapi masalah ini bersama, nanti siang mas mau ke rumah menjenguk Hakim dan Aisyah kamu mau ikut?" ucap Mansur


"iya mas aku mau ikut" jawab Risma


---------------


Siang hari, Mansur dan Risma mengunjungi rumah Hakim dan Aisyah.Mansur dan Risma sedang berbincang bincang dengan Hakim dan Aisyah. Ditengah tengah mereka berbincang Aisyah tiba tiba merasa mual langsung bergegas ke kamar mandi


"Huwekk...Huwekkk" (suara Aisyah muntah)


Hakim yang mendengar suara istrinya muntah di kamar mandi bergegas menghampiri istrinya memijat tengkuk leher istrinya. Hakim mengkhawatirkan kondisi istrinya yang wajahnya nampak pucat


"Aisyah, kamu tidak apa apa? sekarang ayo mas bawa kamu ke rumah sakit" ucap Hakim


"aku tidak apa apa mas mungkin aku masuk angin, ayo kita keruang tamu disana ada mas mansur dan mbak risma" jawab Aisyah


Saat berjalan menuju ruang tamu, kepala Aisyah tiba tiba pusing dan pandanganya kabur. Aisyah tetap memaksakan berjalan tetapi Aisyah malah pingsan.


"Brukk" (Aisyah terjatuh)


Beruntung Hakim yang berjalan di belakang Aisyah langsung menompang tubuh Aisyah yang hampir terjatuh. Hakim panik melihat istrinya pingsan langsung berteriak memanggil Mansur dan Risma


"mas mansur...mbak risma...aisyah pingsan" teriak Hakim


Mansur dan Risma mendengar teriakan Hakim langsung berlari menghampiri Hakim. Mansur melihat Hakim nampak khawarir dan bingung tak karuan. Tanpa berpikir panjang Mansur mengajak Hakim membawa Aisyah ke rumah sakit


"kim, sekaranh ayo kita bawa Aisyah ke rumah sakit" ajak Mansur

__ADS_1


"iya mas..ayo" jawab Hakim


Mansur, Risma dan Hakim bersama sama membawa Aisyah ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit dokter memeriksa Aisyah.


Tak butuh waktu lama dengan tersenyum dokter menyampaikan hasil pemeriksaanya.


"Selamat bapak...ibu Aisyah sedang mengandung usia kandunganya memasuki 8 minggu.Ibu Aisyah harus banyak istirahat karena kondisi kandunganya lemah" ucap dokter


Degg...


Hakim langsung terdiam dan tidak menyangka ternyata istrinya hamil. Dengan wajah serius karena belum sepenuhnya percaya dan menganggap semua ini mimpi. Hakim kembali bertanya kepada dokter.


"Istri saya hamil dok" ucap Hakim terkejut


"iya pak, tolong jaga istri bapak dengan baik,.ini saya ada buku pedoman untuk ibu hamil bisa bapak pelajari" ucap dokter


"alhadulilllah aku akan jadi ayah, mas mansur...mbak risma..hakim akan jadi ayah" ucap Hakim dengan bahagia


"Selamat ya kim, atas kehamilan istrimu, semoga Allah selalu menjaga keluarga kecilmu" ucap Mansur


"Selamat kim, tolong jaga Aisyah dengan baik dan ingat pesan dokter"saut Risma


"iya mas..mbak.. aku pasti akan menjaga istriku" ucap Hakim


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2