Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
46. DIPERMALUKAN 2


__ADS_3

Fajar merasa kesal dirinya kembali dipermalukan oleh Risma. Fajar hanya bisa terdiam dan menggenggam tanganya dengan erat menahan emosinya.Maya melihat Fajar merasa ibah dan berusaha mengalihkan perhatian


"Hah, tapi ingatlah dirimu, kamu pernah menulis formulir pendaftaran UKM Bulutagkis mengakui jika kamu masih perawan haha.." sindir Maya


"Sudah ku bilangkan dia itu simpanam om om" saut Fajar


"Plakkk" (tampar Risma pada Fajar)


"Hentikan omonng kosongmu...ya aku dulu malu mengakui diriku sudah menikah, tapi aku sadar besarnya cinta suamiku yang diberikan padaku membuatku mulai mencintainya" jawab Risma


Maya mulai kehabisan kata kata menyerang Risma. Maya tidak ingin kalah kali ini dari Risma dan Windi. Maya terus berusaha ingin mempermalukan dua wanita itu dengan berganti menyerang Windi.


"Haha aku tidak menyangka wanita muslimah sepertimu dan temanmu itu jago menggoda, bahkan temanmu itu sudah merebut Yuda dariku" ucap Maya


"Apa maksudmu, aku tidak merebutnya darimu !"jawab Windi


"Tidak merebut tapi doyan kan? haha" saut Maya

__ADS_1


"Ingat...dengarkan aku baik baik, Yuda dulu memang playboy bahkan kamu menjadi mantan terakhirnya.Aku tidak pacaran dengan Yuda kami hanya berteman" jawab Windi


Maya sangat geram dirinya disebut mantan terakhir Yuda. Maya tidak menyerah untuk terus menyerang Windi karena Maya merasa Windi merebut kebahagiaanya


"berteman?, kau hanya bilang berteman? haha..aku hanya bisa tertawa untuk mempercayainya, emang benar kamu itu doyan tapi malu" saut Maya


"iya terserah kau bicara apa, aku menyukai Yuda tapi aku mengetahui batasan kedekatan kami karena belum muhrim.Awalnya Yuda ingin diriku menjadi pacarnya, aku menolak karena itu perbuatan yang mendekati zina" jawab Windi


"Nah bener kan, kamu mencintainya? Haha..


Hei kalian semua apakah suka sama suka itu kalian percaya sebatas teman?" tanya Maya pada mahasiswa yang dikantin


"aku tidak peduli, aku ingin pasangan hidupkun kelak mampu melindingiku,membimbingku dan tentunya menjadi imam untuku. dan aku percaya Yuda sudah berubah, dia mulai menatap hidupnya kedepan dengan belajar mengaji di TPQ" jawab Windi


"Apa? Yuda mengaji, shalat? khayalanmu terlalu tinggi. aku 2 tahun bersamanya mengenal betul siapa itu Yuda" saut Maya


"Iya aku tidak mengayal, dia belajar shalat dan mengaji di TPQ yang didirikan suami sahabatku. Dia baru beberapa hari belajar sudah mendapat kabar duka keluarganya kecelakann, dirinya pindah kampus di Balikpapan karena ingin kuliah sambil mejalankan bisnis peninggalan keluarganya. Dan insyaallah aku akan menunggunya" jawab Windi

__ADS_1


"maksudmu menunggu Yuda berpaling darimu dan bersama wanita lain? apa benar hahaha" saut Maya


"bukan itu, aku menunggu dia sukses dan siap melamarku dan menjadikan aku makmumnya" jawab Windi percaya diri


Fajar menarik tangan Maya isyarat agar Maya meninggalkan kantin. Maya melepas tanganya dari genggaman Fajar. Risma yang melihatnya langsung berusaha membua Maya semakin dipermalukan.


"Maya, kamu pikir kamu hebat?, kamu berkuasa?, sepertinya hanya pria pecundang disampingmu itu yang mau menerimamu. kalian berdua berniat mempermalukaku sekarang dihadapan mahasiswa kampus ini aku mau mengatakan Intropeksilah siapa dirimu" tegas Risma


"Hah, kamu menyuruhku intropeksi? siapa kamu beraninya kamu mengaturku" jawab Maya


"aku mahasiswa dikampus ini, semua orang yang ada disini juga mahasiswa.Ingatlah, jadikan prestasimu sebagi panutan orang lain, bukan sebagai kekuasaan dan kesombongan yang membuat mahasiswa disini muak denganmu" tegas Rimsa


Maya hari ini merasa kalah tidak berkata apa apa mendengar ucapan Risma.Fajar yang melihat Maya yang emosi menggadengnya agar meninggalkan kantin. Sementara Risma dan Windi kembali kekelasnya karena ada mata kuliah.


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


.


__ADS_2