
Jam sudah menunjukan pukul 15.00, Yossy yang sudah didepan sekolah Namira merasa kondisi kelas sudah sepi dan tidak ada orang. Yossy panik memikirkan Namira, dirinya takut terjadi apa apa pada Namira. Tanpa berpikir panjang Yossy turun dari mobilnya berjalan menghampiri satpam.
"Pak, permisi di sini apakah ada anak anak yang sedang masih mengerjakan tugas kelompok?" tanya Yossy
"Hari ini anak anak pulang pagi pak, karena guru guru mengantar siswa yang ikut olimpiade," jawab Satpam
"Olimpiade? Maaf saya adalah wali muridnya Namira. Namira tadi mengatakan pada saya kalau ada tugas kelompok prakarya makanya saya mau menjemputnya kerena katanya pulang sore," ucap Yossy
"Mungkin anak bapak sedang ikut olimpiade atau kalau gak gitu anak bapak jadi suporter disana. karena selain olimpiade disana juga ada pertandingan sepak bola dan voli," jawab Satpam
"Oh begitu pak," ucap Yossy
"Iya, sebentar lagi bis nya datang, Bapak bisa menunggunya," jawab Satpam
"Baik pak," ucap Yossy
"Mengapa kamu berbohong Namira. apakah kamu ikut olimpiade? tapi kalau ikut kamu selalu minta bimbingan ke aku seperti pas kamu kelas 2 dulu. atau jangan jangan kamu sedang jadi supporter?" batin Yossy
15 menit kemudian
Jam sudah menujukan 15.20 WIB, Bis rombongan olimpiade yang ditumpangi Namira sudah sampai di sekolah. Namira saat itu langsung turun dari bis dirinya melihat mobil Yossy. Namira berlari menuju mobil Yossy dilihatnya Yossy sepertinya mendiamkanya.Namira saat itu mengira kalau Yossy kesal karena lama menunggunya.
"Om Yossy sudah lama nunggu ya? Namira minta maaf Om," ucap Namira
"Iya tidak apa apa," jawab Yossy cuek
__ADS_1
"Om, gimana persiapan acara aqiqah dek Burhan?" tanya Namira
"Lancar," jawab Yossy singkat
"Namira minta maaf ya Om kalau ada salah, Om pasti marah sama Namira sekarang," ucap Namira hendak menangis
Yossy yang melihat Namira hendak menangis menghentikan mobilnya sejenak kemudian mengusap mata Namira.
"Lain kali jangan diulangi ya? jangan berbohong. kalau Namira ingin ikut teman teman mau jadi supporter untuk teman temanya yang ikut lomba boleh kok. ayah, ibu, Om Yossy pasti ngizinin," ucap Yossy
Yossy saat itu menganggap Namira jadi supporter karena Yossy yakin kalau Namira ada olimpiade past meminta bimbingan kepadanya. Sementara Namira hanya terdiam dan tidak mau menceritakan kemenangan olimpiadenya hari ini. Namira takut semua ganjalan hatinya terhadap orangtuanya diketahui oleh Yossy. Namira merasa tidak sepantasnya dirinya mencurahkan isi hatinya kepada orang lain saat ini. Karena bagi Namira curahan hatinya tak mendasar dan dirinya sadar posisinya dalam keluarganya.
"Oh, jadi Om Yossy mengira aku jadi supporter disana, ya sudahlah tidak apa apa. walau aku kecewa aku gak usah bilang saja karena ini moment bahagia acara aqiqah dek Burhan. lebih baik aku diam karena aku sadar posisiku. walaupun sebenarnya apa yang aku rasakan ingin aku curahkan pada orang lain." batin Namira
----- Di Rumah Umar dan Sarah.-----
"Namira, kamu langsung masuk ke kamar ganti baju dulu ya... terus langsung makan ke meja makan. makananya sudah di siapkan sama Bik Minah." ucap Sarah
"Baik Bu, aku akan segera ke meja makan," jawab Burhan
"Baiklah, ini Burhan rewel banget. sekarang ibu mau nidurin Burhan dulu," ucap Sarah hanya berfokus ke Burhan
"Iya Bu," jawab Namira
Sarah meninggalkan Namira menuju ke kamar untuk menidurkan Burhan. Namira hanya bisa menatap punggung ibunya yang berjalan meninggalkanya.
__ADS_1
"Bahkan, ibu tidak menatapku saat bicara karena fokus sama Burhan," batin Namira
Namira saat itu langsung berlari menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Umar tiba tiba masuk ke kamar Namira dan mengatakan sesuatu.
"Namira, ini ayah titip barang untuk tamu undangan aqiqah Burhan ke kamarmu boleh ya? soalnya kamar kamu strategis untuk pembagian barangnya nanti," ucap Umar
Namira melihat ayahnya membawa puluhan tas berisi souvenir dan kardus kue untuk tamu undangan. Tanpa berpikir panjang Namira memperbolehkanya.
"Iya ayah tidak apa apa, boleh," jawab Namira
"Iya sudah, ayah mau ke belakang dulu ambil sisa barang barangnya yang akan di bagikan pada tamu undangan," ucap Umar
"Iya ayah," jawab Namira
Umar pergi meninggalkan Namira untuk melanjutkan pekerjaanya. Setelah kepergian Umar, Namira tersenyum getir hari ini ayah dan ibunya hanya bicara kepadanya seperlunya saja. Bahkan dalam obrolanya Burhan menjadi fokus ayah dan ibunya.
Berbeda dengan masa masa dulu yang menanyakan sekolahnya, menanyakan tugasnya, menanyakan ngajinya, mengajaknya bercanda, mengajaknya jalan jalan, dan hal hal perhatian lainya layaknya seorang orang tua kepada anak.
"Ayah, Ibu aku merindukan masa masa dulu sebelum ada dek Burhan. namun sekrang aku tidak boleh egois, aku sadar kalau aku hanya anak tiri. aku juga harus sadar kalau Burhan lebih berhak atas ayah dan ibunya daripada aku. tapi percayalah, aku sangat menyanyangi ayah dan ibu," batin Namira
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga