Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
129. HUKUMAN INDAH


__ADS_3

"apa tidak ada cara lain nih, masih bulat keputusanya" goda Mansur


"hmm..masih bulat itu hukuman buat mas" jawab Risma


Mansur hanya tersenyum dan fokus pandanganya untuk menyetir. Mansur menganggap istrinya palingan bercanda mengancamnya. Beberapa jam kemudian jam menunjukan pukul 17.56 WIB, akhirnya mobil yang dikemudikan Mansur sampai rumah. Sesampainya dirumah Hakim izin menginap di rumah teman asramanya dulu. Sementara Risma terlihat masih marah dengan Mansur.


Malam hari, Mansur merasa perutnya lapar. Ingin sekali dirinya makan dirumah tapi keadaan dapur yang lama tak digunakan tidak memungkinkan untuk memasak, ditambah lagi Risma yang masih marah kepadanya. Tanpa berpikir panjang Mansur bernisiatif membeli nasi goreng diluar.


Mansur segera berjalanmenuju ke kamar mengambil jaketnya di dalam koper. Di dalam kamar Mansur melihat Risma hanya sibuk dengan ponselnya dan cuek tak memperhatikanya. Tapi Mansur berusaha untuk sabar menghadapi istrinya , dirinya mencoba membujuk istrinya agar ikut keluar bersama makan nasi goreng diluar.


"ris, ikut mas yuk, kita cari nasi goreng? " ajak Mansur


"aku tidak mau makan, mas aja sana" jawab Risma


"beneran si cantik tidak mau makan?" goda Mansur


"aku masih marah sama mas, pokoknya hari ini mas jangan tidur di kamar" jawab Risma


"ok deh mas cari nasi goreng dulu assalamualaikum" ucap Mansur


"waalaikumsalam" jawab Risma


Mansur keluar dari halaman rumahnya menggunakan mobil mencari nasi goreng di area kampus tempat dirinya mengajar. Sesampainya di tempat penjual nasi goreng, Mansur yang awalnya ingin makan disana teringat istrinya yang belum makan. Tanpa berpikir panjang Mansur akhirnya memutuskan memesan 2 porsi nasi goreng dibungkus


"pak, nasi goreng dua dibungkus ya pak" ucap Mansur

__ADS_1


"iya pak tunggu sebentar" jawab penjual nasi gorenh


15 menit kemudian, 2 porsi nasi goreng dibungkus pesanan Mansur sudah jadi. Mansur membayar pesananya itu lalu kembali mengemudikan mobilnya menuju rumah. Sesampainya dirumah, Mansur masuk kedalam kamar lagi lagi melihat Risma yang masih cuek kepadanya. Mansur tetap sabar menghadapi istri kecilnya yang marah itu berusaha membujuknya makan.


"ris, ini mas pesan dua bungkus nasih goreng, ayo dimakan" ucap Mansur


Risma mau tidak mau terpaksa ikut makan nasi goreng bersama Mansur karena memang dirinya juga sudah lapar.Risma sebenarnya tidak menyangka Mansur membeli nasi goreng tidak memakanya disana melainkan dibungkus pulang hanya karena mengingat dirinya belum makan. Setelah makan nasi goreng, Risma sebenarnya sudah luluh hatinya sudah tidak marah. Tapi dirinya masih marah marah karena ingin mengerjai suaminya.


"mas, aku masih marah, mas tidur di sofa ruang tamu aja" ucap Risma


"hmm..beneran mas tidak boleh tidur sini?" tanya Mansur


"iya keputusanku sudah bulat" saur Risma


"iya udah, mas minta maaf, tapi nanti kalau mas kangen kamu gimana? kamu tidak kangen sama mas? " goda Mansur


"ok, mas tidur di sofa ruang tamu beneran ya?, kamu tidak kangen?, awas ya kalau nanti kangen" tanya Mansur


Risma tak memperdulikan ucapan Mansur, dirinya langsung tertidur di ranjangnya. Sementara Mansur harus tidak bisa tidur malam ini karena mendapat hukuman tidur di sofa ruang tamu. Mansur berjalan keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Baru beberapa langkah Mansur melangkahkan kakinya menuju pintu kamar tiba tiba listrik dirumahnya padam.


"Tep"(lampu mati)


Terlihat sangat gelap di kamar. Risma membuka matanya dirinya sontak berteriak katakutan memanggil suaminya.


"mas....mas....aku takut mas...." teriak Risma

__ADS_1


Mansur yang mendengar suara teriakan Risma dari pintu kamar berlari menghampiri Risma langsung memeluknya.


"sstt...sudah jangan takut, sini peluk mas, tidurlah" ucap Mansur


"mas jangan pergi, aku takut gelap hiks" rengek Risma


Mendengar ucapan Risma yang takut dirinya tinggalkan, tiba tiba Mansur berinisiatif menggoda istrinya


"tadi katanya mas dapat hukuman tidur di sofa ruang tamu, kok sekarang suruh tidur disini" ucap Mansur


"udah mas jangan pergi aku takut, anggap aja sekarang ini hukuman mas" jawab Risma mendekapkan di dada Mansur


"tapi kan tadi sudah bulat keputusannya" goda Mansur


"udah aku takut, mas jangan bikin aku tambah takut, anggap saja ini hukuman..titik" tegas Risna


"baik deh, sekarang tidurlah, jangan takut, mas tidak akan ninggalin kamu kok, mas janji" ucap Mansur


Tak lama kemudian Risma tertidur didekapan Mansur. Mansur yang masih belum tidur mengecup kening dan pipi istrinya. Mansur benar benar sangat lega tidak jadi tidur di sofa menurutnya hukuman yang diberikan istrinya adalah hukuman indah.


"Terima kasih istriku, sikap polosmu, manjamu, dan kelucuanmu telah membuat mas makin jatuh cinta sama kamu, kamu adalah bidadariku, alhamdulillah hukuman yang kamu berikan padaku ini adalah hukuman indah yang pernah kudapat saat kamu marah hehe.."batin Mansur


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2