
Degg...
Pak Sugeng dan Bu Indah terkejut ternyata Windi tidak main main dengan ucapanya. Awalnya Pak Sugeng mengira Windi hanya omong kosong mengatakan Yuda akan melamar Windi karena strategi menolak perjodohan.Namun nyatanya Pak Sugeng dikejutkan dengan ucapan Yuda melamar Windi secara langsung dihadapanya. Pak Sugeng yang tidak ingin Windi berjodoh dengan Yuda sontak memberi deretan pertanyaan untuk Yuda
"Apa yang kamu miliki sekarang hingga sebegitu yakinya kamu melamar Windi" jawab Pak Sugeng
"Saya mencintai Windi, Saya menjadi CEO perusahaan walaupun itu peninggalan dari keluarga saya, tapi saya akan terus berjuang agar perusahaan yang saya kelolah tetap maju, saya juga akan menjaga, melindungi, dan berusaha menjadi calon imam yang baik untuk Windi" ucap Yuda
"kamu masih kuliah? bagaimana kamu bisa bekerja jika kamu masih kuliah?, saya tidak mau putri saya gelandangan dan kelaparan" saut Pak Sugeng
"insyaallah, saya bisa menjamin kebahagiaan putri om dan tante, semenjak keluarga saya kecelakaan dan meninggal, saya berusaha mandiri membagi waktu kuliah saya dan berkerja di kantor, sampai sekarang alhamdulillah berjalan dengan lancar,"ucap Yuda
"Sial...ini anak tidak main main ternyata, aku tidak bisa membiarkan ini," batin Pak Sugeng
"Mohon maaf, saya menolak lamaranmu, karena saya sudah menentukan calon pendamping untuk anak saya" tegas Pak Sugeng
"Tidak masalah pak, kalau memang takdir saya bersama Windi, saya akan terus mengejar dan memperjuangkan cinta saya kepada Windi, bahkan saya rela mempertarukan hidup saya" ucap Yuda
Windi merasa geram dengan ayahnya yang semena mena terhadap Yuda langsung memotong pembicaraan
"Ayah cukup !!! apakah ayah sudah lupa?" tanya Windi
__ADS_1
"Lupa, ayah tidak akan lupa, besok ayah akan mengajakmu menemui calon suami dan mertuamu" jawab Pak Sugeng berharap Windi lupa masalah dua pilihan tadi
"Bukan itu....ayah memberikanku dua pilihan, mohon maaf ayah semoga keputusanku ini benar" saut Windi
"dua pilihan apa? ayah tidak mengingatnya" bantah Pak Sugeng pura pura
"ayah tidak mungkin melupakanya, mama juga sudah tahu, baru beberapa jam yang lalu ayah mengatakanya padaku" ucap Windi
"jangan tinggalkan mama Windi, mama tidak mau kamu menyesal, pikirkan kembali keputusanmu" saut Bu Indah menangis
Yuda tidak mengeti dengan dua pilihan yang dimaksud Windi mencoba menanyainya
"Setelah aku mengatakanya , apakah kamu masih menerimaku" tanya balik Windi
"Kalau semua itu demi kebaikan kita berdua, apapun keputusanmu aku akan menerimanya" jawab Yuda
Pak Sugeng sangat geram dengan jawaban Yuda. Jawaban Yuda membuat Windi akan lebih mantap meninggalkanya.Tanpa basa basi Pak Sugeng membentak Yuda
"Hei, bocah ingusan, jangan racuni pikiran anak saya !!!" bentak Pak Sugeng
"Ayah cukup !!!" saut Windi
__ADS_1
"Pilihan pertama jika aku menerima perjodohan dari ayah aku akan mendapat warisan aset dan harta dirumah ini, sementara pilihan kedua jika aku bersikukuh memilih Yuda sebagai calon pendampingku, ayah akan mencoretku dari keluarga ini dan menarik kembali seluruh fasilitas pemberian ayah yang aku gunakan" lanjut Windi
Yuda terkejut mendengar dua pilihan yang dikatakan oleh Windi.Yuda merasa Pak Sugeng sampai segitunya membenci dirinya demi menjodohkan anaknya. Yuda tiba tiba memegang erat tangan Windi dan mengucapkan sesuatu
"Win, apapun keputusanku aku siap dengan apapun yang kamu putuskan" ucap Yuda
"Aku memutuskan memilih hidup bersama Yuda, dia adalah seorang pria yang baik, pekerja keras, mandiri, aku yakin dengan pilihanku ini, aku heran ayah menolaknya padahal mama sudah mendukungku, aku harap ayah tidak menyesal memberi dua pilihan itu, aku masih menerima penyesalan dari aya, jika ayah ingin merubah peraturan itu silahkan saja..tapi aku hanya ingin hidup bersama pilihanku" ucap Windi
"Kalau itu maumu, pergilah dari sini !!!" tegas Pak Sugeng
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
***Oh iya mau kasih info, mampir juga ke karya baru author ya, judulnya...
"Menikah Dengan Preman***"
__ADS_1