Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
90. PERNIKAHAN UMAR DAN SARAH


__ADS_3

---- Surabaya -----


Tepat 10 hari semenjak Umar dan Sarah bertemu di kafe. Hari ini adalah hari pernikahan Umar dan Sarah. Tidak ada pesta pernikahan mewah di hari istimewa mereka.Acara pernikahan ini digelar cukup sederhana hanya dengan akad nikah dan syukuran di masjid.


Sebelum melakukan akad, di kamar Umar merasa gelisah memikirkan apakah keputusanya menikahi sarah karena keinginan Namira adalah pilihan terbaiknya Umar nampak melamun memperhatikan kaca di kamarnya tanpa sadar Mansur melihatnya. Mansur yang melihat sahabatnya gelisah langsung menanyainya


"mar, apakah ada sesuatu yang kamu pikirkan?" tanya Mansur


"entahlah sur, aku hanya merasa apakah keputusanku ini benar atau salah, aku belum mencintainya, kami berdua saja masih canggung satu sama lain" jawab Umar


"kamu mengingatkanku 6 bulan yang lalu aku menikahi istriku, aku bahkan lebih parah darimu, aku belum sama sekali melihat dan bahkan mengenal calon istriku. tiba tiba saja aku terpaksa harus menerima nasibku dijodohkan" ucap Mansur


"terus, bagaimana kamu bisa mencintai istrimu?" saut Umar


"rasa tanggung jawabku sebagai seorang suami dan janjiku terhadapnya membuat benih benih cinta tumbuh dihatiku, aku yakin kamu pasti akan merasakanya" jawab Mansur


"insyallah sur, aku akan mencobanya" jawab Umar


Disisi lain di kos Sarah, Risma ikut merias wajah Sarah yang nampak begitu cantik dengan dress dan hijab yang digunakan serba berwarna putih. Risma senang sekali dan tidak percaya dengan dirinya sendiri yang ternyata diam diam bisa merias wajah Sarah menjadi cantik

__ADS_1


"kak Sarah, hari ini beneran kakak cantik banget berkat jemari jemari mungil ku" ucap Risma


"karena diriasin sama kamu ris, kamu cantik sehingga kamu bisa menularkan kecantikanmu padaku" jawab Sarah


"ah..kak sarah bisa aja deh, oh iya aku penasaran kak ceritain dong kisah cinta kakak ke mas umar" ucap Risma


Sarah terdiam hanya melontarkan sedikit senyum yang getir. Risma penasaran dengan arti senyum getir dari Sarah. Risma merasa terjadi sesuatu pada Sarah tanpa sungkan mencoba menanyainya


"Kak, apa ada sesuatu yang kakak sembunyikan dari aku? aku melihat sepertinya kakak tidak bahagia" ucap Risma


"sebenarnya aku bingung harus bagaimana meceritakan semua ini padamu" jawab Sarah


"hmm..sebenarnya kakak tidak yakin dengan keputusan kakak menikah dengan dia, kakak belum mencintainya, kita berdua masih canggung satu sama lain, pernikahan ini tak lebih hanya agar membuat Namira bahagia" ucap Sarah


"kak, aku dan mas mansur dulu menikah karena perjodohan, bahkan aku dan mas mansur tidak saling mengenal dan bertatap muka, tapi dengan seiring berjalanya waktu, kami berdua saling mencintai" jawab Risma


"apa yang membuat kalian saling mencintai?" tanya Sarah penasaran


"kami berdua saling membutuhkan dan takut kehilangan, mas mansur mencintaiku lebih dulu, sementara aku baru mencintai mas mansur karena kasih sayang dan perhatianya padaku" jawab Risma

__ADS_1


"apakah aku akan bernasib sama sepertimu?" tanya Sarah


"aku sangat yakin kak, kakak harus percaya itu, apalagi dikehidupan kalian nanti ada Namira, secara tidak langsung gadis kecil itu akan menyatukan kalian" jawab Risma


"hmm..iya ris, terima kasih , aku akan mencoba menjalaninya dulu" ucap Sarah


--------


Pukul 09.00, Umar dan Sarah menuju masjid untuk melaksanakan akad. Umar dan Sarah duduk berdampingan di meja akad. Penghulu menyalimi tangan Umar dan berucap


"Saya nikahkan Umar Ali Fathoni bin Ahmad Fathoni dengan saudari Sarah Chairunisa bin Ahmad Choiruddin dengan maskawin uang tunai 200.000 dan seperangkat alat shalat dibayar tunai" ucap penghulu


"Saya terimah nikahnya Sarah Chairunisa bin Ahmad Choiruddin dengan maskawin tersebut dibayar tunai" jawab Umar


"Bagaimana para saksi sah.." ucap peghulu


"sah.." saut saksi dan tamu undangan


Setelah akad selesai dilanjutkan dengan pembacaan doa. kemudian Umar dan Sarah saling bertukar cincin. Terlihat mereka berdiam masih canggung, Sarah dengan kakunya memegang tangan Umar dan diciumnya, sementara Umar juga terlihat kaku mencium kening istrinya.

__ADS_1


Malam harinya setelah akad selesai, terdapat acara syukuran santunan anak yatim di TPQ Al Wafaa. Umar dan Sarah memang sengaja tidak melakukan pesta pernikahan mewah karena saling memahami kondisi ekonomi masing masing.


__ADS_2