
Malam hari, Sarah, Umar dan Namira menikmati makan malam bersama. Tidak seperti biasanya, Namira merasa ayah dan ibunya hanya bicara seperlunya saja saat di meja makan. Bahkan dulu yang biasanya Sarah dan Umar saling berbincang tentang kegiatan Namira, sekarang tidak ada perbincangan topik mengenai Namira. Di meja makan, justru Sarah dan Umar membicarakan tentang kebutuhan Burhan.
"Mas, untuk aqiqah Burhan diadakan kapan, Mas?" tanya Sarah
"Rencananya satu minggu lagi, Mas pinginya konsep acara aqiqah Burhan nanti mirip dengan si kembar anaknya Mansur," jawab Umar
"Iya Mas boleh, untuk kambingnya beli di kenalan teman aku saja Mas, kambingnya besar besar, dan tentunya sehat Mas," ucap Sarah
"Iya, besok tolong kamu hubungi temanmu itu, Mas sekarang lagi fokus mencari ustadz yang akan berceramah di acara aqiqah anak kita nanti," jawab Umar
"Baik Mas," saut Sarah
Umar dan Sarah sepakat acara aqiqah Burhan diadakan satu minggu lagi. Namira saat itu teringat kalau satu minggu lagi dirinya mengikuti olimpiade matematika SD/MI level 2 se-Provinsi Jawa Timur. Olimpiade matematika SD/MI level 2 adalah olimpiade matematika yang diikuti oleh siswa kelas 3-4 SD/MI. Tahun ini adalah tahun pertama Namira mengikuti olimpiade matematika SD/MI level 2. Sebelumnya, waktu mengikuti olimpiade matematika SD/MI level 1, Namira yang masih duduk di kelas 2 SD hanya lolos sebagai finalis 10 besar.
Di tahun pertamanya mengikuti olimpiade matematika SD/MI level 2, besar harapan Namira ingin mendapat hasil yang maksimal. Namira ingin membuat ayah dan ibunya bangga. Namira sebenarnya hendak mengatakan kalau acara aqiqah Burhan satu minggu lagi bertepatan dengan olimpiade matematika yang diikutinya. Tapi Namira saat itu lebih memilih untuk bungkam tidak mengatakanya.
"Sebaiknya ayah dan ibu nggak usah aku beritahu dulu. satu minggu lagi adalah acara aqiqah adek Burhan. aku tidak mau merusak kebahagiaan ayah dan ibu," batin Namira
15 menit kemudian, setelah makan malam Namira pergi menuju kamarnya untuk belajar matematika. Saat belajar, Namira kesusahan mengerjakan satu soal yang menurutnya susah. Tanpa berpikir panjang, Namira membawa bukunya hendak menghampiri kamar Sarah. Namun saat baru keluar dari pintu kamar, Namira melihat ayah dan ibunya sibuk menenangkan Burhan yang terus menangis. Lagi lagi terpaksa Namira harus mengurungkan niatnya bertanya soal yang susah pada ibunya.
__ADS_1
"Sebaiknya aku membiarkan ibu menenangkan adek Burhan, semua sayang adek Burhan, aku tidak berhak untuk cemburu kepada adek Burhan. aku hanya anak tiri. tapi walaupun aku anak tiri, aku ingin ayah dan ibuku bahagia," batin Namira
Namira menutup kamarnya lalu melanjutkan belajarnya. Namira saat itu yang masih kesusahan mengejakan soal akhirnya memutuskan untuk menghubungi Yossy. Namira memang sangat dekat dengan Yossy. Bahkan ketika Sarah dan Umar sibuk, Yossy seperti orangtua kedua untuk Namira. Dengan semangat Namira saat itu memberi pesan berisikan soal matematika yang menurutnya susah kepada Yossy.
📩 "Assalamualaikum Om, ini Namira sedang belajar matematika mau bertanya. Namira kesusahan cara mengerjakan soal no 15. carayanya bagaimana Om? Om Yossy bisa bantu Namira?" pesan Namira
Pesan yang terkirim Namira belum terbaca olen Yossy. Namira terus menunggu balasan dari Yossy. Hingga akhirnya 40 menit kemudian, terdapat pesan balasan dari Yossy.
📩 "Waalaikumsalam Namira sayang, maaf Om Yossy tadi lagi jaga Desy gak pegang hp. untuk nomer 15 itu caranya dikali silang antara pembilang dan penyebut jawaban B.15, Namira paham? bisa caranya kan?" balas Yossy
📩 "Iya Om, Namira sudah paham. makasih Om." pesan Namira
📩 "Iya sama sama," balas Yossy
Namira saat itu melanjutkan pekerjaan rumahnya dan akhirnya sudah selesai.
Pekerjaan Namira
__ADS_1
x/25 \= 9/15
\=> 15×X \= 9×25
\=> 15×X \= 225
\=> X \= 225:15
\= 15
"Alhamdulillah tugasku selesai," ucap Namira
Setelah selesai mengerjakam tugas Namira terlelap berbaring diatas ranjang kamarnya. Sebenarnya tadi yang dikerjakan Namira bukan tugas rumah, melainkan tugas dari guru pembimbing olimpiade sebelum ikut bimbingan persiapan ikut olimpiade. Jadi walaupun Namira kelas 3, karena mengikuti olimpiade matematika level 2, otomatis Namira juga dikasih materi matematika kelas 4.
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga