Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
41. LAMPU MATI


__ADS_3

---- Di Rumah Mansur dan Risma ------


Hari ini tepat 4 bulan usia pernikahan Mansur dan Risma. Risma perlahan sudah mulai menerima cinta dari Mansur dan melakukan kewajibananya sebagai istri dengan baik mulai dari membersihkan rumah, memasak dan mencuci pakaian. Namun disamping itu Risma belum siap melayani suaminya ke jenjang yang lebih intim.


Malam hari setelah makan malam, Mansur dan Risma bersama sama berjalan pergi menuju kamar tidur. Risma dan Mansur merebahkan tubuhnya dalam satu ranjang dengan pembatas guling ditengahnya. Setiap malam Risma tidak pernah mamatikan lampu kamar tidurnya karena takut kegelapan. Namum malam ini tiba tiba lampu padam


"Tep" (lampu padam)


"Aaaaa.....mas.......nyalakan lampunya ! " teriak Risma histeris


"Tenanglah ris, mas akan mencari penerang" jawab Mansur


"aku ikut mas...aku takut...aku tidak bisa melihat" saut Risma


"Baiklah, ayo, kamu bisa pegang tangan mas, mas mau nyari lilin" ucap Mansur


Mansur dan Risma berjalan menuju gudang untuk mencari lilin. Beberapa menit Mansur akhirnya menemukan lilin dan menyalakanya dengan korek api.


Mansur memegang lilin diikuti Risma kembali menuju kamar. Namun pada saat sampai kekamar Risma kebelet dan meminta tolong Mansur mengantarkanya ke kamar mandi.


"mas" sapa Risma


"iya ada apa" saut Mansur


"aku kebelet bab mas, antar aku mas" ucap Risma

__ADS_1


"Baiklah ,ayo mas antar" jawab Mansur


Mansur dan Risma sampai kedalam kamar mandi. Risma mau masuk ke kamar mandi tapi dirinya takut gelap dan tidak mungkin juga Mansur ikut masuk kedalam. Risma hanya terdiam didepan kamar mandi.Mansur menyadari Risma takut ke kamar mandi memberikan lilin yang dibawanya untuk Risma


"ris ,ini bawa aja lilin masuk kedalam" ucap Mansur menyerahkan lilin yang dibawa


"aku takut mas, nanti tangan aku terbakar, aku bingung mas" jawab Risma


"ya sudah tidak ada pilihan lain, nggak baik ditahan nanti penyakit, mas akan ikut kedalam" saut Mansur


"mas, mengertilah aku malu" jawab Risma


"ya bagaimana lagi, nggak ada cara lain, mas akan ikut masuk dan tidak melihatmu" saut Mansur


10 menir kemudian, Risma selesai melakukan aktivitasnya dan mengajak Mansur keluar.Risma melihat mata Mansur berkaca kaca seperti orang mau muntah.Risma merasa kasihan dengan Mansur dan mengelus pundak Mansur.


"mas, aku minta maaf mas, mas nggak usah malu, muntahin aja mas biar badanya enakan" ucap Risma


"nggak, mas tidak apa apa, jangan khawatir" jawab Mansur


"mas , aku buatin wedang jeruk ya mas, biar perut mas enakan gak diaduk aduk, tapi mas ikut juga kedapur, aku takut" tawar Risma.


"iya baik" jawab Mansur


Mansur dan Risma bersama sama berjalan menuju dapur. Sesampainya di dapur Risma langsung memeras jeruk dan memanaskan air. Sementara Mansur duduk di kursi menunggu Risma membuatkanya wedang jeruk

__ADS_1


6 menit kemudian wedang jeruk yang dibuat Risma siap diminum. Mansur dan Risma kembali ke kamar. Sesampainya dikamar Mansur meminum wedang jeruk buatan Risma. Sementara Risma memijat pundak suaminya.


"mas gimana udah enakan?" tanya Risma


"iya mas udah enakan" jawab Mansur


"heeikk"(bunyi Mansur bersendawa)


"mas, apa masih terasa diaduk aduk perutnya?" tanya Risma


"mas baik baik saja, terima kasih wedang jeruknya enak" jawab Mansur


"maafin aku mas, aku membuat malam mas tidak nyaman karena ketakutanku" ucap Risma menangis


"sudah, mas tidak apa apa, mas nyaman sama kamu ris, mas juga nggak jijik menemanimu tadi, ayo tidur besok kamu kuliah dan mas ngajar" jawab Mansur


"aku menyayangimu mas, terima kasih" saut Risma


Degg


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2