Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
49. NASIB AISYAH


__ADS_3

"Itu beras akan membuat perut sakit, aku akan menggantinya dengan yang baru" saut Hakim


"Maaf tidak perlu repot repot beras ini bisa aku cuci" jawab Aisyah


Aisyah tetap melanjutkan menungut berasnya dijalanan. Hakim merasa Aisyah berubah semenjak menikah. Hakim tidak bisa mengontrol emosinya sontak menendang beras itu


"pruak" (hakim menedang beras yang dipungut Aisyah)


"ku bilang hentikan aku akan menggantinya" tegas Hakim


"apa urusanmu denganku?" saut Aisyah


"Mengapa kamu berubah, aku tahu kamu sudah menikah kan? pasti itu sebabnya kamu menjauhiku, tenang saja aku mengerti batasan, aku juga tidak akan mengganggumu lagi" ucap Hakim


"biarkan saya pergi, kamu kembalilah ke TPQ" saut Aisyah


"kamu takut suamimu? jujur saja aku masih mencintaimu tapi aku sadar kamu sudah milik orang lain, insyaallah perlahan aku akan melupakanmu" jawab Hakim hendak meninggalkan Aisyah


Aisyah tiba tiba menangis saat selesai mendengarkan ucapan Hakim. Hakim melihat Aisyah yang besedih tidak tega meninggakan. Hakim kembali menatap dan bertanya pada Aisyah


"kamu menangis?" ucap Hakim

__ADS_1


Aisyah masih melanjutkan tangisnya tanpa menjawab ucapan Hakim.


"apa kamu bahagia dengan pernikahanmu?" tanya Hakim


"aku tidak menikah" jawab Aisyah


Degg....


Mendengar jawaban Aisyah, Hakim bingung entah perasaanya senang atau sedih. Hakim penasaran dengan alasan Aisyah tidak jadi menikah mencoba bertanya.


"mengapa kamu tidak menikah, bukanya karena biaya rumah sakit kamu menikah?" tanya Hakim


"Apakah pria itu mengetahui kalau kamu megetahui faktanya?".saut Hakim


"iya dia mengetahuinya, aku kabur dari rumah, sampai sekarang dia mencariku" jawab Aisyah


"Bagaimana kondisi ayah ibumu?"tanya Hakim


"ayah ibuku dibunuh, dia menikahi aku karena dendam orang tuanya pada orang tuaku, dia ingin keluargaku termasuk aku menderita" jawab Aisyah


"jika pria itu datang, apa dia akan membunuhmu juga?" tanya Hakim

__ADS_1


"iya, makanya aku kabur, aku tidak mau dibunuh, aku takut, lagian aku sudah tidak punya keluarga lagi, aku pasrah mejalani ini semua" jawab Aisyah sambil menangis.


Hakim merasa kasihan dengan nasib Aisyah. melihat Aisyah menangis Hakim merasa sedih. Ingin sekali Hakim melindungi Aisyah, sontak tanpa berpikir Hakim mengatakan sesuatu dan membuat Aisyah terkejut


"Aku akan melindungimu dari pria itu, aku mau menikahimu" ucap Hakim


"Tidak kak, jangan melakukan itu, aku tidak ingin kamu terlibat masalahku, permisi aku pergi dulu, wassalamualaikum" ucap Aisyah


Aisyah berlari membawa sembakonya meninggalkan Hakim. Hakim penasaran dengan tempat tinggal Aisyah di kompleks perumahan ini.Hakim memutuskan untuk membuntuti Aisyah.


15 menit kemudian, Hakim sangat terkejut melihat tempat tinggal Aisyah yang menurutnya tak layak ditempati. Aisyah tinggal di gubuk kecil dibelakang tempat pengempul rosokan.Gubuk kecil berdinding bambu(gedek), dan atab dari jerami serta lantai beralas tanah.


Hakim tanpa sadar meneteskan air matanya melihat kondisi Aisyah sekarang yang menderita. Aisyah menjadi gadis kecil sebatang kara semenjak kepergian orang tuanya. Hakim merasa dirinya ingin menjadi pelindung untuk Aisyah. Hakim berjanji pada dirinya sendiri, Hakim berjanji akan membahagiakan dan menghapus penderitaam Aisyah.


"Aisyah, aku perlahan melupakanmu semenjak dirimu mau menikah, tapi entahlah hari ini aku dan dirimu telah dipertemukan kembali, dirimu ternyata belum menikah dan hidupmu sekarang sangat menderita. Aku masih mencintaimu, ingin sekali aku membahagiakanku, aku berjanji kelak aku akan menikahimu, agar aku bisa melindungimu" batin Hakin


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2