
Yossy terkejut mendengar ucapan Melisa yang harus berkerja demi kelangsungan hidupnya. Yossy ingin sekali mengetahui cerita kehidupan Melisa, tanpa ragu Yossy bertanya pada Melisa
"Kalau boleh tahu apa pekerjaanmu?" tanya Yossy
"Setiap malam, aku bekerja di pom bensin" ucap Melisa
"pom bensin? kamu setiap malam berkerja terus?" tanya Yossy
"iya dari jam 7 malam sampai jam 4 shubuh" jawan Melisa
Yossy merasa terharu dan kasihan dengan Melisa. Disaat malam hari semua orang tertidur, Melisa justru bekerja demi kelangsungan hidupnya. Yossy memegang kedua tangan Melisa kemudian bertanya lagi seputar kehidupan Melisa
"Apakah kamu tinggal bersama keluargamu?" tanya Yossy
"jangan pegang tanganku kak, kita belum muhrim" jawab Melisa
"Baiklah aku lepas, sekarang jawab pertanyaanku" ucap Yossy
"aku hanya tinggal bersama neneku, orang tuaku sudah meninggal. Dulu kakaku adalah tulang punggung keluarga kami, tapi semenjak dipenjara, aku terpaksa menghidupi kebutuhanku dan juga nenek yang sekarang sakit sakitan" jawab Melisa terisak tangisnnya
"Kakakmu dipenjara?" saut Yossy datar
"Iya, Kak Faris, aku kecewa dengan kakaku, dia membohongi aku dan nenek, dia bilang bekerja sebagai karyawan di perusahaan, tapi nyatanya kami sangat terkejut ketika mengetahui berita Kak Faris melecehkan seseorang, Dia ternyata seorang preman,hutangnya banyak sekali, semenjak dirinya dipenjara, rumah peninggalan kakeku terpaksa disita, sehingga aku dan neneku terpaksa tinggal di kos" jawab Melisa
__ADS_1
Entah mengapa yossy mulai geram ketika Melisa menyinggung kakaknya yang dipenjara. Yossy sebenarnya merasa ibah dengan Melisa tetapi dirinya juga teringat pada kakak perempuanya yang depresi akibat ulah dari kakaknya Melisa.Ingatan ingin segera balas dendam menyeruak di hatinya. Tanpa ragu Yossy mulai menjalankan strateginya memacari Melisa
"Mel, maukah kamu menjadi pacarku, aku berjanji akan selalu melindungimu" ucap Yossy
"Tidak kak, aku takut dosa, oh iya kak masih banyak perempuan yang lebih pantas untukmu, lagipula aku tidak ingin namamu jelek dan tercemar karena diriku, aku hanya gadis miskin yang di cap keluarga preman di lingkunganku karena memiki kakak narapidana" jawab Melisa menangis
Yossy sangat tersentuh dengan jawaban dari Melisa, memacari Melisa memang bagian dari rencananya balas dendam. Namun entah mengapa rasa ingin menjaga dan melindungi Melisa telah terngiang di pikiranya. Yossy terus berusaha meyakinkan Melisa agar mau menerimanya menjadi pacaran
"Mel, aku tidak peduli itu, aku ingin dirimu kamu jadi pacarku, aku menerimamu apa adanya, aku akan ingin membahagiakanmu" ucap Yossy
"Tapi aku tidak mau berpacaran kak, aku ingin kita berteman saja, neneku melarangku berpacaran takut dosa" jawab Melisa
"kamu menolaku?" tanya Yossy
Yossy merasa geram dengan penolakan Melisa, Yossy mencari cara bagaimana cara dirinya bisa dekat dengan Melisa. Yossy merenung dan berpikir sejenak akhirnya dirinya memiliki ide brilian.
"Ok, kalau itu kemauanmu bagaimana caramu melunasi hutangmu, biaya rumah sakit ini 13 juta" tanya Yossy
"Apa 13 juta?" saut Melisa
"Iya kamu bisa lihat tagihan rumah sakit ini?" ucap Yossy
"13 juta? Bagaimana ini?" batin Melisa
__ADS_1
Yossy tesenyum kemenangan melihat ekspresi bingung dari Melisa. Yossy akhirnya membuyarkan lamunan Melisa dengan memberi penawaran
"Kamu tidak perlu mengganti biaya rumah sakit itu, aku punya penawaran dan ada dua permintaan yang harus kamu kabulkan" ucap Yossy
"permintaan apa?" jawab Melisa
"Aku menghargaimu yang tidak ingin pacaran. tapi aku ada permintaan yang pertama berhentilah bekerja menjadi pom bensin, kedua bekerjalah menjadi asisten rumah tangga dirumahku" ucap Yossy
"Tapi...." jawab Melisa terpotong
"Tidak ada tapi tapian, kalau tidak mau mengabulkan pemintaanku, segera bayar 13 juta sekarang juga" saut Yossy
"baiklah aku bersedia" jawab Melisa
"Bagus...Sekarang tidurlah, sudah larut, aku akan keluar" saut Yossy
"hmm...iya" jawab Melisa
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga