
Sesampainya di kamar, Risma tak kuasa menahan tangisnya saat melihat kondisi ibunya yang kritis dan tidak berdaya. Risma menghampiri ibunya langsung mencium tangan ibunya, berkali kali Risma membangunkan ibunya tapi masih saja Ibunya tak terbangun
"ma...bangun ma..mama ayo bangun..mama jangan pergi" ucap Risma menangis
Risma yang masih melihat ibunya belum tersadar, langsung memegang tangan ibunya dan menyentuhkan tangan ibunya di perutnya.
"ma, lihat ma, ini cucu mama ada disini, mama harus bertahan, cucu mama masih jalan 3 bulan didalam sini, mama bangunlah" ucap Risma menangis
Beberapa saat kemudian, Bu Yanti mulai menggerakan tanganya dan membuka matanya perlahan. Risma senang akhirnya ibunya sadar.
"mama, mama sudah bangun?" ucap Risma
"Risma" jawab Bu Yanti lirih
"Iya ma" saut Bu Yanti
"cucuku" jawab Bu Yanti memegang perut Risma
"Iya ma, ini cucu mama" saut Risma
Mansur yang sedari tadi menunggu Risma di sofa kamar bergegas keluar sebentar memaggil Pak Rudi
"pa, mama sudah sadar, ayo kita masuk" ucap Mansur
Pak Rudi menganggukan kepalanya membuntuti Mansur masuk kedalam kamar. Melihat istrinya sudah sadar, Pak Rudi merasa senang dan menyemangati istrinya agar bisa melawan penyakit kanker otaknya yang ganas.
"ma, mama harus kuat, disini ada papa, risma, mansur yang selalu menemani mama. mama sebentar lagi akan jadi nenek dan papa jadi kakek" ucap Pak Rudi
__ADS_1
"pa, aku tidak sabar melihat dan mendengar tangisan cucuku" jawab Bu Yanti
"mama harus bertahan, cucu mama ingin melihat neneknya, mama jangan tinggalkan kami" saut Risma
"risma, mama ingin kamu selalu menjaga kandungan kamu ,jaga cucu mama baik baik," ucap Bu Yanti
"iya ma, mama harus bertahan" jawab Risma
Setelah berbicara pada Risma, Bu Yanti mengalihkan pandanganya tertuju pada Mansur kemudian berbicara
"mansur..jaga anak mama" ucap Bu Yanti
"Iya ma, mansur akan selalu menjaga anak mama" jawab Mansur.
Bu Yanti tiba tiba nafasnya tidak beraturan membuat Pak Rudi, Mansur, dan Risma panik. Risma dan Pak Rudi berlari memanggil dokter, sementara Mansur mendekatkan dirinya duduk di dekat ibu mertua kemudian menuntunya membaca syahadat.
"as...ashadu...al laa...il.ilaha..ha..illaalah" saut Bu Yanti terbata bata
"wa asyhadu anna muhammadar rasulullah" ucap Mansur
"wa..wa..asyhadu..anna..muhammadar..rasulullah" saut Bu Yanti terbata bata
Bu Yanti kemudian memejamkan matanya bertepatan saat Risma dan Pak Rudi datang membawa dokter. Risma sangat panik ibunya sudah tidak sadarkan diri. Tanpa berpikir panjang Risma bertanya pada dokter yang memeriksa ibunya
"dok, ada apa dengan mama saya dok? mama baik baik saja kan dok?" tanya Risma panik
"maaf, pasien sudah meninggal dunia" jawan dokter
__ADS_1
"Inalillahi wainnailaihi roji'un," ucap Mansur dan Pak Rudi lirih
Risma belum menerima kenyataan bahwa ibunya sudah meningga dunia. Risma menangis histeris memeluk ibunya yany sudah tidak bernyawa
"Tidak..Tidak...mamaku tidak meninggal..mamaku masih hidup..mama masih tidur" teriak Risma menangis
Mansur menghampiri istrinya kemudian mengelus pundak Risma dan menenangkanya
"ris, kita harus ikhlas, biarkan mama tenang disana" ucap Mansur
"inalillahi wainnailahi roji'un," ucap Risma sembari menangis.
Risma melepas pelukanya ke ibunya lalu kemudian beranjak memeluk suaminya.Mansur mengeratkan pelukanya berusaha menenangkan istrinya.
"risma, kita harus ikhlas menerima kepergian mama, biarkan mama tenang di sana" ucap Mansur
"mas, aku gak mau mama pergi mas" saut Risma
"risma, semua orang yang hidup di dunia pasti akan meninggal dunia, kita janganlah terpuruk dengan kesedihan, ingat apalagi kamu sekarang mengandung, kita hanya bisa mendoakan mama agar amal ibadannya diterima disisi-Nya" jawab Mansur
"Iya mas, aku akan belajar ikhlas menera semua ini" saut Risma
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga