
---- Di Rumah Mansur dan Risma ----
Esok hari kebetulan Mansur tidak ada jadwal mengajar di kampus. Dibanding keluar rumah, Mansur lebih memilih berada di rumah untuk menjaga Risma. Risma sebenarnya merasa senang dan juga risih ketika Mansur menjaganya sendirian. Hari ini Mak Endang libur karena sakit sehingga di rumah hanya menyisahkan dirinya dan Mansur. Semenjak hamil besar 7 bulan lebih, seluruh aktivitas Risma harus diawasi. Karena kehamiln kembar tiganya tidak seperti kehamilan anak tidak kembar pada umumnya. Perutnya seperti hamil 9 bulam dan kakinya bengkak.
Biasanya Mak Endang selalu menemaninya jika urusan ke kamar mandi. Namun kondisinya sekarang berbeda, mau tidak mau urusan ke kamar mandi dirinya harus ditemani oleh Mansur. Walaupun Mansur sudah melihat tubuhnya, tetap saja Risma merasa malu. Kebetulan saat ini Risma ingin buang air kecil. Ingin sekali memanggil Mak Endang tapi tidak ada Mak Endang di rumahnya. Hingga akhirnya terpaksa Risma memanggil suaminya
"Mas...Mas..." ucap Risma
"Iya sebentar, Mas kesana," jawab Mansur
Tak butuh waktu lama, Mansut datang menghampiri Risma di kamar lalu menanyainya.
"Ada apa, ris?" tanya Mansur
"Mas, tadi habis darimana?" tanya balik Risma
"Mas, tadi di ruang tamu lagi ngepel lantai," jawab Mansur
"Ya ampun Mas, nggak ada Mak Endang seharusnya aku yang ngerjain," saut Risma
"Sudah Mas tidak apa apa. sekarang kamu hamil besar. kamu harus berhati hati tidak boleh aktuvitas berat. Mas akan terus mengawasimu," jawab Mansur
"Mas Mansur benar benar suami idaman," batin Risma
"Mas, tapi denger denger kalau hamil besar harus ngepel biar kepala bayi di bawah nggak sungsang saat lahir," ucap Risma
"Iya ada benarnya, tapi apa kemarin kamu nggak ingat apa kata dokter pas periksa kandungan tujuh bulan?" tanya Mansur
"Apa ya? kemarin perasaan dokter hanya memprediksi lahiranku gak genap 36 minggu. aku disuruh makan makanan bergizi, jalan jalan pagi, tidak melakukan aktifitas berat, tidak stress. lalu apalagi Mas?" jawab Risma
"Oh, berarti dia masih belum tahu, mungkin dia tidak memdengarkan ucapan dokter yang itu," batin Mansur
"Eh... iya emang itu kok," saut Mansur
"Beneran Mas tidak ada omongan lain?" tanya Risma
"Tidak ada,"jawab Mansur
__ADS_1
"Sebaiknya aku nggak beritahu dulu deh ucapan dokter kemarin yang mengatakan kalau pada kembar tiga peluangnya lebih kecil lahiran normal. karena posisi janin lebih bervariasi dan tidak bisa diatur semuanya agar lurus. Maafin mas ris, mas harus merahasiakan ini, agar kamu tidak takut saat harus operasi nanti," batin Mansur
"Mas, aku ingin ke kamar mandi," ucap Risma
"Eh iya, Mas antar kamu. jalanya pelan pelan kalau pegal bilang," jawab Mansur
Mansur menuntun Risma berjalan menuju kamar mandi. Saat memasuki kamar mandi, Risma ingin Mansur meninggalkan dirinya ke kamar mandi karena malu.
"Mas, kamu tunggu diluar saja," ucap Risma
"Nggak, Mas khawatir kamu kepleset," jawab Mansur
"Mas, sekarang nggak ada Mak Endang, aku akan hati hati melakukanya sendiri," ucap Risma
"Sekarang ada Mas yang nemenin kamu." jawab Mansur
"Tapi Mas," ucap Risma terpotong
"Kamu malu? takut kalau Mas jijik? apa perlu Mas membuktikan lagi kaya dulu biar kamu percaya?" saut Mansur
Risma akhirnya terpaksa menuruti kata Mansur. Di dalam kamar mandi, Risma berjongkok sambil memegang tembok dan dipegangin Mansur. Namun saat hendak melakukan aktivitasnya, Risma mencegah Mansur mengintipnya.
"Mas, jangan ngintip," ucap Risma
"Udah, Mas cuma jagain kamu biar nggak kepleset jangan mikir aneh aneh," jawab Mansur
"Kalau Mas lihat aku nantinya malah Mas yang berpikiran aneh aneh," ucap Risma
"Mas sudah pernah melihatnya, ngapain Mas mikir aneh aneh? jika Mas menginginkanya ngapain Mas nyuri nyuri kesempatan kaya pencuri, lagian Mas sekarang juga gak tega melakukanya," jawab Mansur
"Aku minta maaf Mas, menuduhmu aneh aneh tadi," ucap Risma
"Iya sudah keluarkan saja nggak usah ditahan, kalau sudah selesai mas ambilin gayungnya," jawab Mansur
"Iya Mas," saut Risma
Risma melakukan aktivitasnya itu dengan nyaman. Kemudian saat selesai melakukan aktivitasmya, Mansur mengambilkan gayung berisi air kemudian diberikan kepada Risma. Setelah semuanya selesai, Mansur membantu Risma berdiri lalu menuntunya ke meja makan.
__ADS_1
Di meja makan. Risma melihat masakan endemic Mansur yang pernah disuguhkan kepadanya beberapa bulan yang lalu. Masakan endemic Mansur adalah Tumis Kangkung Ceker Kepala Ayam. Risma yang mengingat kejadian Mansur menciptakan resep makanan endemic itu tertawa tawa sendiri mengingatnya. Mansur yang menyadari istrinya tertawa langsung menanyainya.
"Kok tertawa? kamu mengingatnya ya?" tanya Mansur
"Iya Mas, ini kan masakan endemic ciptaanmu," jawab Risma
"Kamu tahu mengapa sekarang aku membuatnya?" saut Mansur
"Karena masakan favoritku dan favoritmu bersatu. gitu kan?" tanya Risma
"Iya, tapi ini ada maknanya lagi," jawab Mansur
"Makna apa lagi Mas?" tanya Risma
"Kamu lihat total kepala ayam dan cekernya masing adal 5 di atas tumis kangkung artinya tidak hanya cinta kita saja yang bersatu. tapi cinta kita terhadap ketiga anak kita yang akan lahir di dunia." jawab Mansur
"Mas, aku kok malah jadi terharu sih," ucap Risma
"Risma, sebentar lagi kita jadi orangtua. Mas ingin kamu bisa bersikap lebih dewasa dalam mengambil keputusan, tidak bersikap seperti kekakanakan lagi dan bisa mengontrol emodi dan amarahmu saat anak kita sudah lahir. Mungkin dulu kamu memikirkan dirimu sendiri, tapi sebentar kamu akan menjadi seorang ibu. kita berdua akan memikul tanggung jawab menjaga anak kita. Karena dalam islam pada prinsipnya orangtua akan menjadi tauladan dan pembimbing anaknya," jawab Mansur
Mendengar ucapan Mansur, Risma menangis memeluk Mansur. Mansur membalas pelukan erat dari istrinya sambil menanyainya.
"kamu paham kan? apa kata Mas tadi?" tanya Mansur lirih
"Iya Mas," jawab Risma
"Baiklah, sekarang kita makan dulu, jangan sedih lagi. Mas yakin kamu adalah ibu yang terbaik buat anak anak kita nanti" ucap Mansur
"Iya Mas, insyaallah aku aka berusaha menjadi orang tua yang baik untuk anak anak kita," jawab Risma
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1