Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
152. MASAKAN KAMPUNGAN


__ADS_3

----- Di Rumah Yossy -----


1 minggu pasca operasi, Melisa terpaksa harus menjadi asisten rumah tangga di rumah Yossy. Pekerjaan itu terpaksa Melisa lakukan karena memiliki hutang 13 juta. Yossy memang sengaja memperkerjakan Melisa dirumahnya agar balas dendamnya berjalan mulus. Dan lebih parahnya lagi, Yossy juga sudah menceritakan hal itu ke Pak Fandi dan Bu Sonya yang tak lain adalah paman dan bibinya.


Siang hari adalah waktunya makan siang, karana hari ini libur Melisa bekerja satu hari penuh melayani keluarga Yossy. Melisa hari ini memasak sayur lodeh dan bakwan jagung. Setelah menyiapkan masakanya di meja makan, Melisa memanggil Yossy dan keluarganya untuk menyantap makan siang. Yossy, Pak Johan dan Bu Sonya duduk dimeja makan untuk menyantap makananya. Alih alih menikmati makananya, Bu Sonya merasa makanan dihadapanya adalah makanan kelas kampungan


"Hei..ini masakan apa yang kau buat? kamu bisa masak nggak sih? ini masakan orang miskin kaya gini ya? ingat saya tidak suka masakan bersantan, dan ini juga bakwan jagung terlalu berminyak, haduuh...kolestrol tuh..udah deh saya delivery aja daripada makan masakan kampungan kamu kaya gini" ucap Bu Sonya


"iya nih ma, papa juga tidak suka masakan ini, lihat masakanya saja udah bikin mual, mama pesan delivery aja, satu minggu kerja aja nggak bejus.." saut Pak Johan


Pak Johan dan Bu Sonya yang selera makanya hilang langsung meninggalkan meja makan. Melisa sungguh merasa sakit hati dengan perlakuan keluarga Yossy. Sudah satu minggu dirinya berkerja di rumah Yossy, tetapi makian dan hinaan selalu melekat pada dirinya. Melisa berdiri mematung di meja menunggu Yossy yang masih memakan masakan Melisa. Yossy melihat Melisa yang terisak tangis tiba tiba dirinya merasa kasihan dan mengajaknya bicara


"maafin paman dan bibiku ya mel" ucap Yossy


"tidak apa apa kak, masakanku tidak enak mengapa kamu memakanya" jawab Melisa


"ini enak kok, beneran" saut Yossy


Yossy melanjutkan menyantap makananya dan Melisa hanya berdiri menatapnya. Yossy merasa risih karena Melisa hanya memperhatikanya makan mengajak Melisa agar ikut makan bersamanya.

__ADS_1


"mel, duduklah temani aku makan" ucap Yossy


"Tidak kak, kamu majikanmu, aku disini hanya pelayan" jawab Melisa


"Duduklah, majikanmu memerintahmu" saut Yossy


Melisa terpaksa menurut dan ikut makan bersama Yossy. Saat menyantap makanaya, Melisa mengajak bicara Yossy tentang kontrak menjadi asisten rumah tangga dirumahnya.


"kak, aku mau bertanya sesuatu" ucap Melisa


"hmm..katakan" jawab Yossy


" mengapa kamu menanyakan itu?" jawab Yossy panik


" Tidak apa apa, sebenarnya aku tertekan dan tidak nyaman disini, aku lebih baik bekerja dipom bensin, besok aku ingin kembali ke rumahku, kamu jangan khawatir aku tidak lupa dengan tanggung jawab hutangku padamu." ucap Melisa


Degg...


Yossy menghentikan aktivitas menyantap makananya. Yossy sebenarnya bingung dirinya apakah takut kehilangan Melisa atau masih belum puas melakukan rencana balas dendamnya. Namun karena rasa dendamnya masih melekat kuat, Yossy mencegah Melisa keluar dari rumahnya

__ADS_1


"Tidak bisa, kamu aku kontrak 6 bulan disini" jawab Yossy


"Aku tidak mau, aku akan melanjutkan pekerjaanku bekerja di pom bensin, aku juga akan mencari pekerjaan sampingan untuk melunasi hutangku" saut Melisa


Yossy merasa bingung harus berbuat apa, Yossy berpikir sejenak, akhirnya Yossy memutuskan jalan alternatif yang menurutnya terbaik untuk Melisa.


"Baiklah, kamu boleh mengundurkan diri tapi ada syaratnya dan kamu harus bisa memenuhinya" ucap Yossy


"apa syaratnya?" tanya Melisa


"Seperti tawaran pertamaku dulu, jadilah pacarku dan hentikan pekerjaanmu itu" jawab Yossy


Degg....


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2