Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
214. DITUDUH


__ADS_3

--- Di Kafe ---


20 menit kemudian, Sarah sudah sampai di lokasi kafe yang dituju Ana. Sarah tidak melihat sosok Ana di dalam kafe. Sarah mencoba mencari tempat duduk yang masih kosong dan memesan minuman pada pelayan kafe.


"Permisi Mas, saya mau pesan jus belimbing satu gak pakai susu," ucap Sarah


"Baik Bu," jawab Pelayan Kafe


5 menit kemudian jus belimbing pesanan Sarah sudah datang.


"Bu, ini jus belimbingnya," ucap Pelayan Kafe


"Iya Mas, terima kasih," jawab Sarah


Sarah menunggu Ana tak kunjung datang dirinya merasa geram. Sarah memang tipikal orang yang tidak suka menunggu. Bahkan dulu saja saat pertama kali ketemuan di Kafe sama Umar, dirinya kesal karena Umar tidak datang tepat waktu. Sarah yang mulai geram mencoba menelepon Ana sambil menyeruput jus belimbingnya. Namun tidak ada jawaaban, hanya suara operator yang mengiang ditelinganya.


Sudah 30 menit Sarah menunggu, Sarah merasa kesal Ana tak kunjung datang. Jus belimbing yang diseruputnya juga sudah habis.Karena merasa kesal, Sarah kembali menghubungI Ana tapi tidak ada jawaban. Sarah mulai muak dengan Ana yang telah mempermainkanya. Sarah sudah tidak tahan lagi jika harus menunggu lebih lama. Tanpa berpikir panjang, Sarah membayar jus belimbing yang dipesanya kemudian bergegas meninggalkan kafe. Namun baru Sarah keluar dari pintu masuk dirinya mendengar suara wanita yang menggelegar.


"Hei, Pelakor..." teriak wanita itu


Semua pengunjung Kafe sontak tatapanya terpusat pada wanita yang berteriak. Termasuk juga Sarah yang sorot matanya terpusat pada wanita itu. Sarah merasa mengenali wanita itu. Wanita itu adalah Ana yang memakai topi hitam dan jaket kulit warna coklat.


"Mbak Ana," ucap Sarah


"Iya kamu kemarilah," jawab Ana


Sarah menghampiri tempat duduk Ana kemudian berbicara pada Ana.


"Mbak Ana, tadi saya tidak melihat kalau Mbak disini. kalau dari tadi Mbak sudah datang seharusnya Mbak menghubungiku. saya telepon Mbak Ana tidak mengangkatnya," ucap Sarah


"Gak enak kan menunggu?" tanya Ana

__ADS_1


"Iya Mbak, saya memang tidak suka menunggu lama." jawab Sarah


"Bagus kalau kamu menyadarinya." saut Ana


"Maksudnya apa, Mbak? dan tadi Mbak teriak pelakor itu ke siapa, Mbak?" tanya Sarah


Pok...Pok...Pok...(Anak menepukan tangan tanganya)


Entah mengapa Sarah merasa ada yang aneh dari Ana. Sarah bingung dengan sikap Ana yang tiba tiba berubah. Dan tepuk tepuk tanga Ana dihadapanya, Sarah tidak mengerti maksudnya. Tanpa berpikir panjang, Sarah mencoba menanyai Ana.


"Mbak, maksudnya apa ini? saya tidak mengerti sama sekali." tanya Sarah


"Kamu memang hebat Sarah..." jawab Ana


"Maksudnya? langsung jelaskan saja Mbak Ana. saya tidak paham apa maksud dan tujuan Mbak sekarang ini," saut Sarah


"Kamu belum nyadar juga ya? kamu nyadar nggak sih kalau selama ini kamu pelakor," ucap Ana


"Kamu telah merebut suamiku. Kamu membuat aku bercerai dengan suamiku hari ini !!!" jawab Ana


Degg


Sarah terkejut dengan lontaran kata yang diucapkan oleh Ana. Sarah mengira semua ini hanya karena kejadian saat membeli marmut. Memang suamI Sarah dan Ana memiliki nama Umar. Sarah dan Ana sudah mengetahi kalau nama suaminya sama. Tapi Sarah menganggap Ana telah salah paham terhadap dirinya. Tidak ingin Ana semakin membencinya Sarah mencoba memberi klarifikasi.


"Mbak Ana, sepertinya Mbak salah paham. memang benar suami saya bernama Umar. tapi bukan berarti suami saya dan Mbak itu adalah satu orang yang sama." ucap Sarah


"Asal probolinggo dan bekerja di kampus apakah tidak membuatmu curiga?" tanya Ana


"Mbak, saya percaya sama suami saya. kalau Mbak ingin tahu suami saya, saya akan tunjukan foto suami saya," jawab Sarah


Ana saat itu menyetujui ucapan Sarah hanya menganggukan kepalanya. Sementara, Sarah membuka galeri ponselnya kemudian mencari foto Umar lalu memperlihatkanya kepada Ana.

__ADS_1


"Mbak, ini foto suami saya." ucap Sarah


"Oh, ternyata benar berbeda. tapi suaminya ganteng juga. aku tidak mau malu disini. kalau bisa suaminya bisa menjadi suamiku," batin Ana


"Kamu pelakor, Itu suami saya yang meninggalkan saya," jawab Ana


"Hah, maksud Mbak? saya yakin suami saya tidak seperti itu. sekarang kamu harus membuktikan omongan kamu itu," saut Sarah


"Itu suami saya, kamu merebutnya dari saya. segera cepat ceraikan suamimu biar menjadi miliku," jawab Ana


"Saya masih tetap dengan pendirian saya. saya percaya suami saya bukan suamimu," ucap Sarah


"Dasar kurang aja," teriak Ana


Ana menyiramkan jus apel pesananya ke pakaian Sarah. Sarah refleks saat itu terkejut dengan perlakuan Ana kepadanya.


"Aaah..." teriak Sarah


"Masih berani kamu dengan saya?" tanya Ana


Ana mencona menarik hijab Sarah membuat Sarah meringis kesakitan. Namun saat itu Ana terkejut saat menarik hijab Sarah karena teriakan seseorang.


"Hentikan !!!" teriak seseorang


----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2