Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
235. KABAR BAHAGIA


__ADS_3

20 menit kemudian Umar dan Sarah sudah sampai di rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit dokter memeriksa kondisi Sarah dan menjelaskan hasil pemeriksaanya.


"Pak selamat, istri bapak hamil usia kandunganya 6 minggu," ucap Dokter


"Istri saya hamil?" tanya Umar


"Iya Pak, tapi kandungan istri bapak lemah. istri bapak harus banyak istirahat, ini saya beri resepnya nanti bisa ditebus di ruang administrasi," jawab Dokter


"Iya dok, terima kasih," ucap Umar


Umar menghampiri istrinya yang masih lemas. Karena rasa bahagianya, Umar memeluk Sarah dan menangis.


"Dek terima kasih," ucap Umar


"Mas, aku tidak mendengar jelas ucapan dokter, aku tidak apa apa kan Mas?" jawab Sarah


"Dek, ada kabar bahagia. alhamdulillah, kamu hamil 6 minggu," ucap Umar


"Mas, beneran aku hamil? apakah pemeriksaanya salah, dokter dulu memvonisku susah hamil Mas, bahkan dokter memprediksi tidak ada jalan lain selain bayi tabung," jawab Sarah


"Dek, jika Allah berkendak kun fayakun apapun bisa terjadi bahkan keajaiban sekalipun. Allah menciptakan bumi dan langit hanya dengan mengucap kun fayakun jadilah lalu terjadilah. Dan juga Allah menciptakan Nabi Adam dari tanah dengan kun fayakun jadilah seorang manusia," saut Umar


"Iya Mas, aku sangat bersyukur Mas," jawab Sarah


"Kamu ingat kisah Maryam ibunda nabi Isa, Keajaiban Kun Fayakun juga dirasakan oleh Maryam ibunda nabi Isa. Pada saat itu, dirinya belum pernah disentuh oleh lelaki manapun, namun karena kehendak Allah, dirinya mengandung dan melahirkan nabi Isa.


Maryam berkata "Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun". Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): "Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: Jadilah, lalu jadilah dia. (QS Ali Imran ayat 47)" jawab Umar

__ADS_1


Sarah memahami apa yang dikatakan Umar, karena memang dirinya mengambil jurusan Al Quran dan Tafsir. Sarah saat itu menangis haru sambi mengusap perutnya. Umar yang melihat istrinya bahagia mengelus perut istrinya dan mengucapkan sesuatu.


"Sayangku, anak ayah, baik baik ya di dalam. ayah dan ibu menunggumu. ayah janji akan menjaga kalian semua." ucap Umar


Saat Umar mengelus perutnya, Sarah mengingat Namira yang saat itu pingsan di rumah. Dengan panik Sarah menanyakan keadaan Namira


"Mas, aku terakhir melihat Namira pingsan. gimana keadaanya Mas?" tanya Sarah


"Cup"(Umar mencium pipi Sarah)


"Namira aman, sekarang ada Yossy dan Melisa yang jaga Namira. dan soal Ana, Mansur sudah mengurusnya menjebloskanya ke penjara," jawab Umar


"Mas, aku minta maaf membuatmu cemas, aku bahkan tidak memberitahu Mas, kalau aku dan Risma menyelidiki Inem. aku benar benar terkejut saat tahu Inem adalah Ana," ucap Sarah


"Sstt...Mas sudah tidak mau membahasnya lagi, sekarang kamu harus banyak istirahat, kata dokter kamu gak boleh stress dan banyak pikiran. Mas sekarang tebus dulu resebnya habis ini kita pulang," jawab Umar


Setelah menebus resep dari dokter, Umar menuntun Sarah keluar dari rumah sakit menaiki taksi yang sudah dipesanya menuju rumah.


---- Di Rumah Umar dan Sarah -----


Sesampainya di rumah, Melisa dan Yossy saat itu melihat Sarah yang terlihat pucat. Melisa panik melihar Sarah yang wajahnya pucat langsung menanyainya.


"Mbak Sarah, apa Mbak Sarah baik baik saja? wajah Mbak pucat," ucap Melisa


"Melisa, alhamdulillah aku hamil 6 minggu," jawab Sarah


"Alhamdulillah Mbak, aku ikut seneng. Namira udah tidur Mbak, dia sudah baikan dan sempet makan ayam tadi," ucap Melisa

__ADS_1


"Iya Mel, terima kasih," jawab Sarah


Melisa yang merasakan haru langsung memeluk Sarah saat itu. Yossy saat itu juga turut memberikan ucapan selamat kepada Umar.


"Mas Umar, selamat atas kehamilan pertama Mbak Sarah," ucap Yossy


"Iya Yos, alhamdulillah. sekarang Namira dimana?" tanya Umar


"Udah tidur Mas, tadi sempet makan ayam juga sebelum tidur," jawab Yossy


"Makasih ya Yos, udah jagain Namira," ucap Umar


"Iya Mas, sama sama.kalau gitu aku dan Melisa pamit pulang dulu sudah malam," jawab Yossy


"Iya hati hati," ucap Umar


"Assalamualaikum," ucap Yossy dan Melisa


"Waalaikumsalam," jawab Umar dan Sarah


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2