Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
181. KEHANGATAN


__ADS_3

Sesampainya di kamar sebelah, Umar melihat Sarah masih terduduk di ranjang menutupi tubuhnya dengan selimut. Umar menyunggingkan senyumya lalu beranjak menindih tubuh Sarah. Umar kembali membuka celananya dan terlihat keperkasaanya sudah mulai siap tempur. Saat Umar hendak melancarkan aksinya, Sarah tiba tiba menghentikan aktivitas Umar dengan memegang bahu Umar. Umar yang penasaran dengan perlakuan mendadak istrinya, mencoba menanyainya


"dek, kok berhenti? mas sudah mulai masuk ini? " tanya Umar


"maaf mas, gimana dengan Namira? aku merasa tidak tenang" jawab Sarah


"urusan namira aman, mas berhasil menidurkanya walau tadi sedikit ada drama yang tak terduga" saut Umar


"drama tak terduga gimana mas, aku nggak ngerti" jawab Sarah


Umar gemas dengan istrinya yang banyak bertanya langsumg mencubit pipi Sarah. Sarah yang merasa geli dan risih langsung menegur Umar


"Ih..mas mengapa cubit pipiku?" tanya Sarah


"karena kamu cantik" goda Umar


"mas jangan gombal. drama tak terduga seperti apa tadi di kamar namira?" tanya Sarah


"Jadi mas tadi kesana lupa pakai baju, terus namira nanyain, ya gak mungkin dong mas bilang mau bikin adiknya namira" jawab Umar


"terus mas jawab apa?" tanya Sarah panik


"mas jawab kalau mas lagi gerah hendak cari baju tiba tiba denger suara dia teriak teriak. terus dia pas nyariin kamu, mas bilang kamu lagi menjahit baju" jawab Umar


"mas, emang aku jahit apa? kalau besok dia nanya gimana?" tanya Sarah

__ADS_1


"jahit cinta kita biar tidak pernah putus" jawab Umar


"Mas, maaf aku ketawa dulu mas sebelum mulai, kamu makin lama makin jadi jago gombal," ucap Sarah


"Ya udah ketawa aja dulu sono, horor nanti kalau ketawamu pas punya Mas sedang masuk," saut Umar


Sarah tertawa membayangkan bagaimana ekspresi kebingungan Umar yang sedang diintrogasi putrinya karena tidak pakai baju pasti lucu. Umar yang melihat Sarah terus tertawa merasa kesal. Tanpa ragu, melihat tingkah istrinya yang menggemaskan, Umar kembali menindih tubuh Sarah. Perlakuan Umar yang tiba tiba membuat Sarah terkejut


"Eeee...mas jangan ngagetin aku, aku pikir mas kesurupan main nindih aku tiba tiba" ucap Sarah


"habisnya kamu ketawa mulu, mas jadi gak tahan kesurupan deh akhirnya" jawab Umar


"mas udah jam 01.05" ucap Sarah menengok jam


"Baiklah mas mulai masukin ya, bismillahirahmanirahim, " jawab Umar


sudah mempelajari dan bersiap dalam berhubungan.


Umar terus memaju mundurkan keperkasaan di sarang Sarah. Umar juga menancapkan keperkasaanya dengan berbagai gaya. Sarah menikmati permainan suaminya hingga desahan dari mulutnya menggairakan permainanan Umar


"sakit mas...." ucap Sarah


"dek, mas semakin panas, kuat ya dek," jawab Umar


"Iya mas.." saut Sarah

__ADS_1


Umar tanpa henti hentinya memainkan sarang Sarah. Hingga durasi permainan panas berjalan 1 jam, Umar dan Sarah merasa sudah lelah dan mencapai titik klimaks. Sarah menyemburkan cairan bening di sarangnya sementara Umar mengeluarkan cairan putih miliknya di sarang milik Sarah.Sungguh malam ini adalah malam kebagiaan penuh kehangatan bagi Umar dan Sarah. Umar merasa hasratnya telah tersalurkan langsung berterima kasih pada istrinya.


"dek, terima kasih kamu telah membahagiakanku" ucap Umar


"Iya mas, itu sudah hak dan kewajiban kita mas sebagai suami istri, aku berdoa semoga impian kita terwujud" jawab Sarah


"iya dek, semoga benih yang mas tanam di rahimu jadi. mas minta maaf kalau kamu tadi kesakitan" ucap Umar


"mas...semua wanita akan merasakanya mas, mas jangan khawatir dengan keadaanku" jawab Sarah


"Baiklah, sekarang mari kita mandi wajib bersama, nunggu shalat shubuh, terus tidur kembali ke kamar namira, mas takut pas kebangun dia nangis" ucap Umar


"Iya mas, ayo aku juga mau ngomong gitu sama mas" jawab Sarah


"Baiklah, ayo aku gendong kamu ke kamar mandi, sepertinya kamu masih kesakitan" ucap Umar


Sarah menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan ucapan suaminya. Umar menggendong Sarah dikamar mandi seperti bridal style. Didalam kamar mandi, Umar dan Sarah melakukan ritual mandi bersama sesuai ajaran islam. Setelah mandi bersama, mereka berdua menunaikan shalat shubuh berjamaah lalu mereka berdua kembali ke kamar Namira sebelum Namira terbangun..


nb : (maaf jika kurang berkenan dengan bahasa author)


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2