
Ana menggeret tangan Sarah hingga sampai di pinggir sungai atau kali. Ana saat itu hanya bisa tertawa melihat Sarah yang ketakutan melihatnya.
"Kamu takut? Tenang saja, aku tidak akan menganggumu jika kamu melepaskan suamimu dan memberikanya kepadaku," ucap Ana
"Ana, apa yang ada didalam pikiranmu !!! sadarlah Ana, tindakanmu ini salah," jawab Sarah
"Kamu yang memulai permainan ini, aku harus mengalahkanmu untuk menyelesaikanya, sekarang ada dua pilihan mati atau lepaskan suamimu," ucap Ana
"Aku tidak akan pernah melepaskan suamiku," jawab Sarah
"Berarti mati adalah pilihanmu," ucap Ana
Sarah saat itu sudah tahu Ana akan mendorongnya agar jatuh di sungai. Sarah saat itu memohon agar Ana tidak berbuat nekat.
"Ana, aku mohon jangan lakukan ini," ucap Sarah
"Lalu aku membiarkanmu bahagia? begitu?" jawab Ana
"Ana, kamu pasti akan mendapatkan kebahagiaannu," ucap Sarah
"Dan kebahagiaanku adalah aku akan melenyapkanmu dan suamimu akan jadi miliku," jawab Ana
"Ana, jangan nekat !!!" teriak Sarah
Sarah yang merasakan ketakutan dengan berani langsung mendorong Ana lalu dirinya kabur. Ana saat itu tersungkur di trotoar langsung bangkit berdiri mengejar Sarah
"Hei, jangan coba coba kabur dariku," teriak Ana
__ADS_1
Sarah tak peduli Ana terus meneriakinya, Sarah terus berlari sekencang mungkin untuk menghindari Ana. Namun, tubuh Sarah saat itu terasa lemas, pandanganya kabur saat memaksakan berlari. Hingga akhirnya Sarah bersembunyi di balik pohon untuk beristirahat. Di balik pohon, Sarah memegangi kepalanya yang pusing.
"Ya Allah, kepalaku pusing sekali. ada apa ini Ya Allah, aku mohon beri aku kekuatan," ucap Sarah lirih
Selain pusing, Sarah saat itu juga mual dan muntah sehingga membuatnya lemas. Perlahan rasa lemas di tubuhnya membuat pandanganya mulai menggelap dan akhirnya Sarah pingsan dengan kondisi menyender di pohon.
Di sisi lain, Ana kehilangan jejak Sarah. Ana merasa sangat kesal, karena rasa kesalnya Ana berteriak tidak jelas mengutuk Sarah.
"Dimana wanita sialan itu? dia membuatku naik darah," gerutu Ana
Tanpa Ana duga saat itu ada seorang laki laki berteriak memanggilnya.
"Ana...." teriak pria itu
Ana menoleh kebelakang melihat ada seorang pria yang dicintainya memanggilnya.
"Dimana istriku?" tanya Umar
"Istrimu? dia sudah meninggal," jawab Ana asal
"Kamu pasti berbohong, dimana istriku !!!" teriak Umar
"Mengapa kamu masih mencari istrimu yang mandul itu? dia sudah pergi darimu," jawab Ana
"Aku mencintai istriku, Entah kamu menyamar jadi Inem atau yang lainya aku tetep akan mencintai istriku, Jaga bicaramu !!!" tegas Umar
Umar ternyata saat itu tidak sendirian, Mansur datang bersama pihak kepolisian untuk menjebloskan Ana ke penjara.
__ADS_1
"Pak, tolong tangkap dia," teriak Mansur
Para polisi barlari menghampiri Ana lalu menangkap Ana. Ana merasa tidak terima dirinya memberontak.
"Hei, lepaskan aku, aku tidak bersalah," ucap Ana
Polisi tidak menggubris ucapan Ana langsung membawanya ke kantor. Setelah urusan Ana selesai, Umar masih terlihat panik dan Mansur menyadarinya. Mansur yang melihat Umar panik berusaha menenangkanya.
"Mar, kamu yang tenang. aku yakin kamu akan menemukan Sarah," ucap Mansur
"Iya Sur aku akan mencari Sarah, aku harus menemukanya," jawab Umar
Umar dan Mansur sebenarnya setelah mendapat informasi dari Risma langsung berpencar. Mansur berangkat ke kantor polisi, Sementara Umar mencari Sarah dengan melacak ponsel Inem (Ana). Inem (Ana) saat itu kebetulan membawa ponselnya saat membawa Sarah. Dan di rumah,Yossy dan Melisa tengah merawat Namira yang pingsan. Selain memberi tahu Umar dan Mansur, Risma tadi dengan cekatan menghubungi Yossy dan Melisa. Karena dalam ponselnya yang terhubung tadi, Risma mendengar Namira berteriak.
-----------
2 jam berlalu, Umar masih belum juga menemukan Sarah. Umar bertanya pada orang orang sekitar keberadaan Sarah namun hasilnya nihil. Saat ini Umar hanya bisa berdoa agar istrinya baik baik saja.
"Ya Allah, lindungilah istriku dimana pun dia berada saat ini. tolong pertemukan diriku dengan istriku, aku sangat mengkhawatirkan istriku...Sarah istriku, aku akan menemukanmu," batin Umar
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1