
---- Di Rumag Mansur dan Risma ------
1 minggu telah berlalu, minggu depan adalah hari pernikahan Hakim dan Aisyah.Mansur termenung menyendiri di halaman rumah dengan secangkir kopi. Perasaan senang, sedih atau cemas menyelimuti hati Mansur. Sebenarnya Mansur ingin Hakim menikah ketika Hakim sudah berkerja dan mampu menghidupi rumah tangganya tetapi disisi lain Hakim ingin melindungi Aisyah dari pria jahat.Mansur bingung apakah keputusan memberi restu menikah untuk adiknya sudah tepat.
10 menit kemudian Risma datang membawakan biskuit melihat suaminya gelisah, ia tahu suaminya pasti memikirkan Hakim yang minggu depan akan menikah. Risma ingin menenangkan suaminya yang sedang cemas. Tanpa berpikir panjang, Risma menghampiri suaminya dengan meletakan biskuit yang dibawanya di meja lalu duduk disamping suaminya dan mengajakya berbicara
"mas, mas sedang mikirin Hakim ya? " tanya Risma
"hmm..iya ris, mas bingung apakah keputusan mas memberi restu pada hakim itu salah atau benar" jawab Hakim
"kalau risma sih percaya mas sama hakim, hakim pasti bisa membahagiakan istrinya" ucap Risma
"mereka berdua memang saling mencintai, tapi hakim menurut mas masih labil, hakim juga masih kuliah belum bekerja" saut Mansur
"Jadi mas khawatir kondisi ekonomi Hakim bersama istrinya kedepan" jawab Risma
"iya, mas juga dulu berpikir ris sebelum menikahimu, mas awalnya memang belum mencintaimu tapi mas tak peduli itu, mas lebih peduli bagaimana cara mas menghidupi keluarga kita nanti" saut Mansur
__ADS_1
"sekarang gimana...mas sudah cinta sama risma?" goda Risma agar suaminya tersenyum
"kamu jangan menggoda mas, mas nanti khilaf loh" jawab Mansur tersenyum
"hmm..mas tapi yakinlah, Hakim sama kamu itu mirip, sama sama ganteng, tapi lebih imut Hakim, sifat kalian sama, aku yakin Hakim mampu membahagiakan istrinya" saut Risma
Mansur awalnya tersenyum Risma memujinya ganteng ,tapi raut wajah Mansur berubah ketika Risma mengatakan Hakim lebih imut darinya.Risma tidak menyadari perkataanya membuat Mansur cemburu. Risma heran melihat suaminya menatapnya terus. karena merasa terganggu Risma menegur suaminya
"mas, ngapain sih lihatin aku terus?" tanya Risma
"oh..mas tidak apa apa, cuma memandang kecantikan istri mas" jawab Mansur
"Cup" (Mansur tiba tiba mencium Risma)
Mansur menyadari dirinya khilaf mencium istrinya. Ciuman itu merupakan ciuman pertama kali Mansur pada wanita. Mansur takut Risma marah, dirinya pun meminta maaf.
"ris, maaf" ucap Mansur
__ADS_1
"oh tidak apa apa mas, aku kan istri mas" jawab Risma kaku
"maaf mas tadi khilaf, mas gak suka kamu memuji pria lain di hadapan mas, mas cemburu" ucap Mansur
"Eh..kapan aku memuji pria lain?" tanya Risma tak menyadarinya
"tadi kamu bilang Hakim lebih imut dan kamu dulu disukai banyak pria" jawab Mansur
"Hahaha...mas ini bisa aja deh cemburu sama Hakim" ucap Risma
"Hehe...kamu juga cemburu waktu Sarah dekat denganku, masa mas gak boleh cemburu"saut Mansur
"ih..mas bikin bete deh, udah ah Risma mau masak didapur, disini panas." jawab Risma cemberut
Mansur tersenyum melihat istrinya meninggalkan dirinya diteras dengan wajah cemberut. Bagi Mansur , Risma adalah istri kecilnya yang cantik dan imut. Mansur bersyukur istrinya tidak marah saat dirinya khilaf tidak sengaja menciumnya.Mansur berharap suatu saat nanti Risma siap menjadi istrinya seutuhnya.
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga