Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
165. PERTENTANGAN


__ADS_3

---- Di Rumah Yossy ----


Semenjak kepergian nenek Melisa, Yossy memutuskan untuk memperkerjakan Melisa kembali sebagai asisten rumah tangga. Melisa sebenarnya menolak karena takut diberlakukan seperti budak oleh Bu Sonya dan Pak Johan. Tapi Yossy meyakinkan Melisa kalau paman dan bibinya tidak akan menyiksanya lagi dan kebetulan paman dan bibinya masih keluar kota selama 1 minggu.


Tepat 1 minggu bekerja, Melisa merasa nyaman bekerja di rumah yossy. Hari ini Melisa sedang menyirami bunga di halaman. Namun tiba tiba tanpa sadar Bu Sonya dan Pa Johan kembali. Bu Sonya terkejut melihat Melisa kembali menjadi asisten rumah tangga dirumahnya. Bu Sonya bahkan mengira semenjak kejadian penyekapan, Melisa masuk kedalam rumah sakit jiwa. Bu Sonya berusaha bersifat baik kepada Melisa, karena mungkin Bu Sonya yakin kalau Yossy masih belum puas balas dendam dengan Melisa.


"Melisa, kamu kembali bekerja ya?" tanya Bu Sonya


"iya nyonya, sudah satu minggu saya bekerja disini" jawab Melisa


"kalau begitu lanjutkan pekerjaanmu, saya dan suami saya mau istirahat" saut Bu Sonya


"iya nyonya" jawab Melisa


Bu Sonya dan Pak Johan masuk kedalam rumah dan berjalan menuju kamar. Bu Sonya masih penasaran dengan tujuan dan maksud Yossy membawa Melisa ke rumah. Bu Sonya takut jika nantinya keponakan kesayanganya itu mencintai Melisa. Dengan perasaan panik Bu Sonya berlari menuju kamar Yossy untuk bertanya sesuatu pada Yossy


"yos, bibi mau tanya mengapa kamu bawa Melisa kembali?" tanya Bu Sonya


"aku hanya ingin memperkerjakanya saja, tidak ada pembantu di rumah ini" jawab Yossy


"bibi heran deh yos, Melisa kok gak gangguan jiwa ya pasca kejadian penyekapan. kayaknya kita perlu merencanakan sesuatu deh" ucap Bu Sonya


Degg

__ADS_1


Yossy langsung panik ketika bibinya menyinggung tentang dendam. Yossy sudah mencintai Melisa, justru sekarang Yossy takut terjadi sesuatu pada Melisa. Tanpa berpikir panjang Yossy mencoba cuek dan tidak ingin ikut campur urusan bibinya


"udah deh bi, jangan sampai bibi dipenjara karena kasus perencanaan pembunuhan, pokoknya aku nggak mau ikut ikutan" ucap Yossy


"Lha yos, kok kamu biasa aja sih gak malah seneng" jawab Bu Sonya


"aku takut di penjara, udah bibi aja" saut Yossy


"ih..kamu kok jadi aneh sih yos, okelah bibi akan merencanakan sesuatu sendiri" ucap Bu Sonya


Mendengar ucapan bibinya Yossy sontak mencegah bibinya melakukanya


"bi, udah cukup bi, jangan melakukanya lagi, aku mohon, ini demi kebaikan bibi juga" jawab Yossy


"ada apa bi?" tanya Yossy


"apakah dia mengancamu? apakah dia tau semuanya?" jawab Bu Sonya


"tidak ada apa apa bi, melisa anak baik" saut Yossy


"Apa ? bibi gak salah denger nih kamu bilang itu? Jangan bilang kalau kamu mulai mencintai Melisa, jawab yos !!!" tegas Bu Sonya


"bi, dengarkan aku dulu" ucap Yossy

__ADS_1


"jawab yos, apakah kamu mencintai gadis miskin itu? " tanya Bu Sonya


Yossy mengumpulkan keberanianya untuk jujur pada Bu Sonya tentang perasaanya pada Melisa. Yossy menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mengatakan perasaanya terhadap Melisa kepada Bu Sonya


"bi, aku mohon bibi siap mendengarkan ini" ucap Yossy


"yos, katakan kalau kamu tidak mencintai wanita itu, ingat yos dia musuhmu" jawab Bu Sonya


"bibi benar, aku mulai mencintai melisa" saut Yossy


"tidak, bibi menentangmu, kamu jangan mencintainya, sekarang bibi akan menyingkirkan wanita itu dari hidupmu !!!" tegas Bu Sonya


"aku akan selalu ada bersamanya" jawab Yossy


"ok lihat saja nanti, kamu tidak bisa menghalangi bibimu yang cerdik ini, bibi akan melenyapkan wanita itu..." saut Bu Sonya sembari meninggakan Yossy dan kembali ke kamarnya


"Walaupun ada pertentangan, Aku akan selalu melindungi Melisa, aku mencintaimu Melisa, tidak akan aku biarkan seseorang menyakitimu" batin Yossy


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2