
Hari ini adalah hari wisuda kelulusan Sarah. Sarah bersyukur akhirnya dirinya meraih gelar sarjana yang selama ini sudah dirinya mimpi mimpikan. Dalam acara wisuda, Umar dan Namira ikut hadir melihat Sarah diatas panggung sedang melaksanakan prosesi penyematan pemindahan tali toga. Setelah acara penyematan terdapat pengumuman wisudawan terbaik dengan IPK tertinggi.
"Wisudawan terbaik, Progam Studi Strata 1 Ilmu Al Quran dan Tafsir, dengan IPK 3.97 diraih oleh saudara Sarah Choirunisa" ucap MC
"Alhamdulillah" ucap Sarah
Sarah menangis haru saat namanya terpanggil menjadi wisudawan terbaik. Umar yang duduk di kursi tamu undangan merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh Sarah
Setelah prosesi wisuda selesai, Sarah menghampiri Umar dan Namira yang masih setia menunggunya di kursi tamu undangan. Sarah menatap suami dan anaknya terlihat bahagia kemudian memeluknya dan menangis. Sarah berkali kali mengucapkan terima kasih kepada Umar dan Namira. Karena bagi Sarah, suami dan anaknya adalah penyematgatnya
"mas, terima kasih selama ini kamu dan namira selalu mendukungku dan menyemangatiku dalam keadaan suka maupun duka, terima kasih mas telah ada dalam hidupku" ucap Sarah
"dek, mas bangga sama kamu, alhamdulillah mas seneng dengan prestasimu, mas juga bersyukur kamu menerima mas dan Namira dalam hidupmu." jawab Umar
"iya mas, alhamdullah semoga keluarga kecil kita akan selalu bahagia mas" ucap Sarah
"amin.." jawab Umar
Sarah kemudian melepaskan pelukanya dari Umar dan Namira kemudian beranjak memangku Namira dan mengatakan sesuatu.
"Namira sayang, terima kasih ya namira selama ini sudah menyayangi ibu dan selalu jadi penyemangat ibu" ucap Sarah sembari mencium pipi Namira
__ADS_1
"namira selalu sayang ibu, ibu juga selalu sayang namira" jawab Namira
"Iya sayang, kamu adalah anak ibu" ucap Sarah memeluk Namira
"hanya sayang sama ibu saja nih? sama ayah namira gak sayang?" goda Umar pada Namira
Namira melepas pelukanya dari Sarah kemudian memeluk Umar
"namira juga sayang ayah, ayah juga sayang sama namira" ucap Namira
"iya cantik, ayah sayang sama namira" jawab Umar mencium Namira
Setelah melepas rasa harunya, tak lupa Sarah mengajak Umar dan Namira foto bersama di studio atau tempat pemotretan di area kampusnya. 30 menit kemudian rangkaian acara sudah selesai. Seperti biasa Umar membonceng Sarah dan Namira menggunakan sepeda motor untuk pulang ke rumah.
--------
"mas, ini rumah siapa?" tanya Sarah
"rumah kita" jawab Umar
"apa mas? rumah kita?" tanya Sarah
__ADS_1
"Iya rumah kita, sekarang kita aka tinggal disini, mas sebenarnya menggunakan uang 500 juta itu untuk beli rumah, walaupun harganya tidak sampai 500 juta, sisanya mas akan bagikan ke anak anak TPQ dan tabungan kita naik haji" jawab Umar
"mas, tapi kami tidak memberitahuku memmbeli rumah ini" saut Sarah
"iya dek, maafin mas, mas mau bikin kejutan untukmu dan namira, tapi suka kan dengan rumahnya" ucap Umar
"Iya mas, aku suka" jawab Sarah
"ayah, ibu, kita tinggal disini?" tanya Namira
Umar dan Sarah bersamaan menganggukan kepalanya dengan senyuman. Namira lalu berteriak kesenangan dengan rumah barunya sekarang
"Yeay.....aku punya rumah baru..." teriak Namira sembari berlari lari
Semenjak mendapat rezeki uang 500 juta. Kehidupan Umar dan Sarah sudah berubah drastis. Umar bahkan sudah membeli rumah walaupun rumahnya terlihat sederhana. Umar merasa senang bersyukur dengan kehidupanya sekarang. Umar berharap istri dan anaknya selalu hidup bahagia bersamanya.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga