Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
234. HASIL PENANTIAN PANJANG


__ADS_3

Umar terus mencari istrinya yang masih belum diketahui keberadaanya. Umar terus mencari istrinya dengan bertanya kepada warga sekitar, Hingga akhirnya Umar menemukan seorang nenek yang diduga mengetahu keberadaan Sarah.


"Assalamualaikum, permisi nek, saya mau bertanya apakah nenek melihat foto wanita di foto ini?" tanya Umar


"Ambi wong tuo ngomong sing alus, iki uduk jakarta, nyeluk ojo nenek tapi Mak ae, kupingku rasane keri diceluk nenek


(sama orang tua bicara yang sopan, ini bukan jakarta. jangan panggil nenek tapi mak saja. telingaku rasanya geli dipanggil nenek)"jawab Nenek itu


Beruntungnya Umar adalah orang probolinggo dirinya mengerti bahasa jawa. Umar memahami maksud nenek yang bicara di depanya. Maksudnya nenek itu adalah, nenek itu lebih suka diajak bicara bahasa daerahnya yakni bahasa jawa dengan sopan.


"Nggeh Mak ngapunten, jenengan nopo pernah mrisani istri kulo ten gambar niki?


(Iya nek, maaf nenek apa pernah lihat istri saya di gambar ini)" tanya Umar


"Oh, dekne nang omahku, mang dijunjung bojoku. maeg pas dodolan manisan aku karo bojoku nemukne dekne semaput,


(Oh, dia dirumahku, tadi di gendong suamiku tadi pas jualan manisan aku sama suamiku menemukan dia pingsan) " ucap Nenek


Umar saat itu terkejut dengan penjelasan nenek yang dirinya dengar.


"Sakniki keadaane pripun Mak, istri kulo?


(Sekarang keadaanya bagaimana nek istri saya)" tanya Umar


"Jek semaput nang kamar, Iki aku barusan tuku kayu putih nang warung, gae diusapne ndek irunge ben cepet sadar ayo samean meluo nang omahku,


(Masih pingsan di kamar, ini aku barusan beli minyak kayu putih di warung buat dioleskan di hidungnya biar cepet sadar,ayo kamu ikutlah di rumahku)" ucap Nenek


"Nggeh Mak (Iya Nek)," jawab Umar


---- Flashback On ------

__ADS_1


Seorang pasangan suami istri yang sudah lanjut usia berjualan manisan di pinggiran jalan. Pasangan suami istri itu memiliki panggilan Mak Yani dan Mbah Yono. Mereka berdua saat itu tak sengaja melihat gadis berpenampilan muslimah yang pingsan menyender di pohon.


"Pak, iku nang wit enek cah wedok pacakan sholehah semaput. ayo ditulung Pak,


(Pak, itu di pohon ada perempuan berpenampilan muslimah pingsan. ayo di tolong Pak)" ucap Mak Yani


"Iyo Bu, iki gawakne sek dodolanku. tak junjunge sampek nang omah ben isok istirahat


(Iya Bu, ini bawakan dulu jualanku. tak gendong aja sampek rumah biar bisa istirahat,)" jawab Mbah Yono


"Iyo Pak, ayo cepet sakne bocahe,


(Iya Pak, ayo cepat kasihan anaknya)" saut Mak Yani


15 menit kemudian, Mbah Yono dan Mak Yani berhasil membawa gadis itu di rumah. Mbah Yono saat itu izin kembali berjualan manisan. Sementara Mak Yani berlari menuju warung membeli minyak kayu putih.


---- Flashback Off -------


Tak butuh waktu lama, Mak Yani dan Umar sudah sampai di rumah. Mak Yani menuntun Umar masuk di kamarnya terlihat Sarah masih memejamkan matanya. Mak Yani saat itu mengoleskan minyak kayu putih di hidung dan perut Sarah. Umar merasa tidak tega melihat Sarah terbaring lemah tak sadarkan diri.


Mak Yani yang saat itu mengoleskan minyak kayu putih di perut bagian bawah Sarah terkejut. Tanpa ragu, Mak Yani bertanya pada Umar.


"Istrine meteng?(istrimu hamil?)" tanya Mak Yani


"Mboten Mak, dungane mawon mugi mugi cepet isi,"


(Tidak Mak, mohon doanya, semoga cepat hamil)" jawab Umar


"Lha, iki istrine samean meteng kok isok dijarne kelayapan sampek semaput


(Lha, ini istrimu hamil kok bisa bisaya dibiarakan keluyuran sampai pingsan)" saut Mak Yani

__ADS_1


"Mak, niki maksute istri kulo hamil?" (Nek, ini maksudnya istri saya hamil)" tanya Umar


"Iyo istrimu meteng, lek sadar gowo nang rumah sakit, ketoke prediksiku jek sak ulanan,


(iya istri kamu hamil, kalau sudah sadar bawa ke rumah sakit, kayaknya prediksiku masih satu bulanan," jawab Mak Yani


Degg...


Umar sangat terkejut mendengar ucapan Mak Yani. Entah darimana Mak Yani tahu istrinya hamil rasanya dirinya sangat senang walaupun belum pasti secara medis. Umar merasa senang jika memang istrinya hamil. Hasil penantianya panjang bertahun tahun akhirnya terwujud.


"Mak, niki istri kulo beneran hamil?


(Nek, ini istri saya beneran hamil?)" tanya Umar


"Aku biyen dukun bayi, aku ora ngapusi"


(aku dulu dukun beranak, aku tidak berbohong,)" jawab Mak Yani


"Mak, lek niki beneran alhamdulillah Mak, kulo lan istri kulo nunggu pun dangu enten 2 tahun.


(Nek ,kalau ini beneran alhamdulillah Nek, saya dan istri saya nunggu sudah lama ada dua tahun)" ucap Umar


"Alhamdulillah, dijogo istrine, ojo teledor,(Alhamdulillah, dijaga istrinya, jangan teledor)" jawab Mak Yani


"Nggeh Mak,(Iya Nek)" saut Umar


Tak lama kemudian, Sarah sadar dari pingsanya. Umar memberikan air putih yang dibawakan Mak Yani, lalu Umar bergegas membawa Sarah di rumah sakit. Tak lupa sebelum pergi Umar berterima kasih pada Mak Yani serta memberikan santunan beberapa lembar ratusan ribu.


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2