
---- Di Rumah Yossy dan Melisa ----
3 bulan lebih menjalani rumah tangga, Melisa merasa rindu dengan kehangatan keluarga baik keluarganya maupun keluarga dari Yossy. Namun baik keluarga Yossy maupun Melisa keduanya sama sama mendekam di penjara. Dalam hati kecil Melisa, dirinya ingin sekali bertemu dengan kakaknya yang sudah dua tahun lebih mendekam di penjara.Dan juga Melisa ingin bertemu dengan Pak Johan dan Bu Sonya untuk meminta restu hubunganya dengan Yossy.
Saat itu Yossy melihat Melisa melamun di kamarnya. Yossy merasa ada sesuatu yang dipikirkan Melisa. Tanpa berpikir panjang, Yossy bertanya pada Melisa
"mel, kamu memikirkan sesuatu?" tanya Yossy
"eh..sebenarnya aku bertanya padamu kak, tapi..." ucap Melisa terpotong
"tapi apa?" potong Yossy
"tapi aku takut kalau kak Yossy akan marah sama aku" jawab Melisa
"tanyakan saja, kita suami istri, kita harus saling terbuka" saut Yossy
Melisa melihat sorot tatapan Yossy sangat tajam kepadanya. Melisa mengumpulkan keberanianya untuk mengatakan keinginananya. Melisa menarik nafasnya dalam dalam dan megeluarkanya sedikit kasar. Ketika keberanianya terkumpul, Melisa menceritakan keinginanya pada Yossy.
"kak, apakah kamu tidak rindu dengan keluarga?" tanya Melisa
"keluarga? aku sudah tidak memilki keluarga. keluargaku hanya dirimu yang sekarang menjadi istriku dan juga Kak Lalila," jawab Yossy
"kak, kita masih punya keluarga, kakak jangan ngomong seperti itu" saut Melisa
"itu kenyataanya, baik keluargaku dan keluargamu yang masih ada, semuanya sudah aku anggap bukan keluargaku lagi. mereka adalah penjahat" jawab Yossy
"kak, tapi aku.." ucap Melisa terpotong
__ADS_1
"tapi kamu ingin bertemu denganya? benarkah begitu? kalau itu yang ingin kamu tanyakan aku tidak akan mengizinkanmu" saut Yossy
Melisa terdiam tak menjawab gertakan Yossy. Yossy yang melihat Melisa terdiam, merasa kesal dengan Melisa yang tiba tiba merindukan keluarganya. Yossy heran dengan Melisa yang bisa rindu dengan keluarga yang menyakitinya.
"Melisa, aku heran dengan dirimu.bisa bisanya kamu merindukan keluarga yang jelas jelas penjahat dan mendekam di penjara" ucap Yossy
"kak, mereka semua keluarga kita, entah itu kakaku, kakakmu, bibimu dan pamamu.mereka semua tetap keluarga kita kak" jawab Melisa
"hanya kamu dan Kak Laila lah keluargaku, semua adalah asing bagiku" saut Yossy
"kak, jangan ngomong seperti itu, mereka semua keluarga kita, tidak ada yang asing" ucap Melisa
"Setelah kakakmu berbuat jahat pada kakaku? dan setelah bibi dan pamanku berbuat jahat padamu? apakah itu yang kamu masih bilang keluarga kita?" ucap Yossy
"kak, aku yakin mereka bisa berubah" jawab Melisa
Yossy yang merasa hatinya bergemuruh keluar dari kamar meninggalkan Melisa.Yossy memilih meninggalkan Melisa karena dirinya tidak ingin perdebatan tadi meluapkan emosinya hingga bisa bisa dirinya menyakiti Melisa.
Di dalam kamar, Melisa hanya bisa menangis. Melisa merasa ucapan Yossy benar, tetapi Melisa bukan orang pendendam. Melisa menganggap seburuk apapun perilaku keluarganya dan keluarga Yossy, Melisa tetap menganggapnya keluarga. Melisa yakin suatu hari nanti baik keluarganya atau keluarga Yossy akan berubah sikapnya.
------------
Malam hari, adalah waktunya makan malam. Tidak seperti biasanya Yossy masih pulang ke rumah dan belum mengabarinya. Melisa awalnya berpikir Yossy marah kepadanya karena perdebatan tadi. Namun pikiran itu dirinya buang jauh jauh, dirinya meyakini Yossy sedang bekerja lembur di kantornya.
30 menit kemudian, Melisa tidak mendapatkan kabar dari Yossy. Melisa khawatir dengan keadaan Yossy. Tanpa berpikir panjang Melisa mencoba menghubungi Yossy menggukan ponsenya. Namun buka jawaban dari Yossy yang dirinya terima melainkan jawaban operator.
3 jam kemudian, Yossy baru saja pulang. Yossy meihat Melisa tertidur di meja makan dengan kondisi makanan yang masih utuh. Yossy yang tadinya kesal dengan Melisa sekarang justru merasa bersalah. Sebenarnya Yossy tidak sibuk ke kantor, melainkan melakukan aksi balapan motor untuk meredakan emosinya. Balapan motor sejak masa SMA menjadi tempat pelampiasan amarah Yossy.
__ADS_1
Yossy yang melihat Melisa tertidur awalnya berpikir akan menggendong Melisa di kamar. Tetapi karena mengingat Melisa yang masih belum makan dirinya membangunkan Melisa dengan lembut lalu mengajaknya makan.
"Mel, bangun mel, aku sudah pulang" ucap Yossy menepuk pelan punggung Melisa
Melisa saat itu langsung terbangun dan hendak bergegas menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.
"eh..kamu sudah pulang kak, aku akan siapkan air hangat dulu untuk kakak mandi" ucap Melisa
"kita makan dulu, kamu belum makan kan karena menungguku? aku minta maaf membuatmu menunggu" jawab Yossy
"tidak apa apa kak, sekarang ayo kita makan" saut Melisa
"hmm..iya ayo" jawab Yossy
Setelah menyantap makan malam, Melisa menyiapkan air hangat untuk Yossy yang hendak mau mandi. Selesai menyiapkan air hangat, Melisa langsung pergi menuju kamarnya.
10 menit kemudian, setelah mandi Yossy memakai baju tidur nya kemudian merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Di ranjang terlihat Melisa sudah tertidur terlebih dahulu. Yossy mengelus rambut Melisa kemudian mengecup kening dan pipi Melisa.
"Melisa, maafkan aku, kamu itu terlalu baik, aku tidak rela membiarkan orang lain menyakitimu termasuk orang itu adalah keluargaku sendiri. aku berjanji akan selalu membahagiakanmu tanpa keluargamu dan keuargaku yanh jahat iti. I Love You" batin Yossy
Yossy kemudian memeluk Melisa yang sudah tertidur lelap hingga tak lama kemudian akhirnya dirinya ikut tertidur lelap dalam mimpinya.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga