Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
204. DUKA TIBA TIBA


__ADS_3

Sesuai rencana awal, setelah kemarin menjenguk Bu Sonya dan Pak Johan hari ini Yossy dan Melisa menjenguk Faris di penjara. Sama halnya seperti saat menjenguk Bu Sonya dan Pak Johan, Melisa membawakan bekal makanan untuk kakaknya. Namun sayangnya saat hendak mau bertemu Faris, pihak kepolisian memberikan kabar kalau Faris sedang dalam kondisi kritis di rumah sakit karena penyakit kanker paru paru yang diderita.


Melisa saat itu tubuhnya langsung lemas mendengar kabar kakaknya. Yossy yang ada didekat Melisa menompang tubuh Melisa yang hampir saja terjatuh. Yossy berusaha menguatkan Melisa dan menenangkanya.


"Mel, kita jenguk kakakmu di rumah sakit ya?" ucap Yossy


Melisa menganggukan kepalanya isyarat setuju. Yossy yang saat itu masih di ruang jenguk bersama Melisa meminta izin pada polisi untuk menjenguk Faris.


"Pak, kami dari keluarga yang bersangkutan meminta izin untuk menjenguknya," ucap Yossy


"Baiklah, tapi kalian berdua tetap harus di kawal dan jam besuk masih berlaku," jawab Polisi


"Baik Pak" saut Yossy


15 menit kemudian, Yossy dan Melisa memasuki tempat Faris terbaring kritis. Melisa sangat terkejut dengan perubahan fisik yang dialami Faris. Faris yang dulu dilihatnya gagah dan berotot sekarang menjadi kurus. Melisa menghampiri Faris yang terbaring lemas kemudian menangis berharap agar ada keajaiban untuk kakaknya.


"Kak Faris, bangun kak, jangan tinggalin Meli, Meli mohon kakak bertahanlah..Meli hanya punya kakak disini." ucap Melisa menangis


Melihat Melisa menangis, Yossy merangkul pundak Melisa dan menenangkanya


"Melisa, kamu yang sabar, kakakmu pasti kuat," ucap Yossy


"Kak, aku takut Kak Faris meninggalkanku kak" jawab Melisa


"Sstt...semua itu kuasa Allah, kita hanya bisa mendoakan Kak Faris" ucap Yossy.


Yossy terus berusaha menenangkan Melisa yang sedamg rapuh. Jujur saja Yossy sebenarnya awalnya berat diajak Melisa menjenguk Faris. Perbuatan jahat yang dilakukan Faris kepada kakaknys sulit sekali untuk memafkanya. Bahkan saat tadi hendak bertemu Faris, Yossy berniat untuk berpaling meninggalkan Melisa dan Faris berbicara


Namun diluar dugaan terdapat kabar duka tiba tiba yang menimpa Faris. Kabar duka tiba tiba itu sontak membuat istrinya menangis. Yossy paham cobaan yang dialami Melisa lebih berat darinya. Sebisa mungkin Yossy membuang rasa marah dan bencinya kepada Faris yang sudah terbaring tidak berdaya. Yossy akhirnya tergerak hatinya untuk memaafkan Faris.


"Faris, aku memaafkanmu walau aku masih kecewa kepadamu. aku akan berusaha melupakan semuanya. adikmu sekarang menjadi istriku. aku beruntung memilih adikmu sebagai istriku, karena adikmu itu menyadarkan aku tentang arti silahrutahmu dalam keluarga.khususnya memaafkan dirimu" batin Yossy


Setelah menunggu 30 menit, Faris terbangun dari tidurnya menyebut nama Melisa.


"Melisa..." ucap Faris lirih


"Kak Faris, kakak sudah sadar? aku akan panggiika dokter" jawab Melisa


Saat Melisa hendak keluar memanggil dokter, Yossy menghentikan langkahnya ingin Melisa tetap bersama Faris. Yossy menwarkan dirinya saja yang memanggil dokter pada Melisa.


"Mel, kamu jagain kakak saja, biar aku yang panggil dokter" ucap Yossy


"Iya Kak" jawab Melisa


Setelah keperguan Yossy , Faris memegang tangan Meliasa kemudamian bertanya sesuatu.

__ADS_1


"Melisa, siapa laki laki itu,?" tanya Faris lirih


"Dia Kak Yossy, suamiku" jawan Melisa


"Kamu sudah menikah?" tanya Faris lirih


"Iya, aku sudah menikah," jawab Melisa


"Ahamdulillah, aku minta maaf,"saut Faris lirih


"Iya kak. kakak nanti minta maaf juga ya sama suamiku" jawab Melisa


"suamimu?" tanya Faris lirih


" Iya Kak, suamiku adalah keluarga korban yang kamu jahati," jawab Melisa


Degg


Faris teringat kejadian dua tahun lalu telah merenggut keperawanan seorang gadis hanya demi merampas hartanya. Faris menangis mengingat kebodohan dulu yang dilakukanya. Faris saat itu tiba tiba sesak nafas membuat Melisa panik dan menangis. Kebetulan Yossy tepat waktu membawa dokter ke dalam kamar. Dokter tanpa berpikir panjang langsung bersiap memeriksa Faris.


Sebelum memeriisa, Dokter yang hendak memeriksa Faris menyuruh Yossy dan Melisa keluar.


"Untuk keluarga pasien diharap menunggu pasien diluar ruangan" ucap Dokter


Yossy menuntun Melisa keluar ruangan untuk menunggu pemeriksaan dari dokter. Di luar Melisa terus menangis membuat Yossy cemas.Yossy yang ikut merasakan kesedihan berusaha terus menguatkan dan menenangkan Melisa


10 menit kemudian, Dokter keluar dari ruangan memanggil keluarga dari pasien.


"Untuk keluarga pasien suami dari Ibu Melisa bisa masuk kedalam. ada suatu hal yang akan disampaikan oleh pasien," ucap Dokter


"Baik dok, saya akan masuk kedalam," jawab Yossy


Yossy masuk kedalan ruangan dirinya bertemu kembali dengan Faris. Saat masuk kedalam, kondisi Faris semakin memprihatinkan. Yossy mencoba mendekati Faris dan duduk disampingnya. Faris yang melihat kedatangan Yossy memulai pembicaaraanya.


"kamu suami adiku?" tanya Faris lirih


"Iya, saya suamu adikmu" jawab Yossy


"aku minta maaf atas kesalahanku dulu kepada keluargamu. aku harap kamu dan keluargamu memaafkanku" ucap Farsis lirih


"saya sudah memaafkanmu, kamu harus sembuh." jawab Yossy


"waktuku tidak banyak, terima kasih kamu mau menikahi adiku. dia gadis baik, tolong jaga adiku," ucap Faris lirih


"saya pasti menjaga adikmu, kamu harus sembuh demi adikmu" jawab Yossy

__ADS_1


"aku sayang adiku, tolong sayangi adiku" ucap Faris


Selesai bicara Faris memejamkan matanya tiba tiba layar monitor berbunyi dan menanpilkan sebuah gambar garis


"Tittttttt......" (bunyi monitor)


"Faris, Faris, bangunlah !!!" ucap Yossy


Yossy tidak melihat respon dari Faris ketika dibangunkan. Yossy sangat panik, dirinya berlari memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Faris. Dokter dengan cepat langsung memeriksa kondisi Faris.


Yossy saat itu melihat Melisa ikut masuk kedalam langsung memeluknya. Melisa melihat dokter memeriksa Faris dengan stetoskopnya. Namun tak lama kemudian, dokter menyampaikam hasil pemeriksaanya.


"Mohon maaf, kami sudah berusaha semampu kami, pasien sudah tidak tertolong" ucap Dokter


"Inalillahi wainnailaihi roji'un" ucap Yossy


Melisa tidak percaya kakaknya meninggal dunia. Seperti kejadian saat neneknya meninggal, Melisa sangat histeris.


"Dok, kakaku masih hidup, kakaku kuat dok" ucap Melisa menangis


"Maaf, kami harus memindahkan jenazah pasien ke kamar jenazah" jawab Dokter


"Dok, kakak saya masih hidup !!!" teriak Melisa menangis


Dokter tidak menggubris ucapan Melisa langsung membawa Faris ke ruang jenazah. Yossy yang melihat Melisa menangis histeris berusah menenangkanya.


"Mel, kamu yang tabah, kamu jangan terpuruk seperti ini." ucap Yossy


"mengapa tuhan tidak adil padaku" jawab Melisa


"Sstt...jangan ngomong gitu. Ingatlah semua orang yang hidup didunia ini hanya sementata, semua orang pasti akan merasakan kematian, kamu harus ikhlas, biarian Faris tenang di alam sana" saut Yossy


"Inalillahi wa innailaihi roji'un" ucap Melisa menangis


"kamu harius kuat ya yang tabah. kakakmu ingin melihatmu bahagia dengan hidup bersamaku. aku berjanji akan membahagiakanmu. jangan merasa sendiri, aku akan selalu menjagamu. sekarang ayo kita bersiap mengurus pemakaman Faris" jawab Yossy


Melisa hanya mengangguk lemah menuruti semua ucapan suaminya.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2