
Jika Risma dan Mansur berbahagia dengan 3 bayi kembarnya. Yossy dan Melisa juga dikaruniai kebahagiaan dengan lahirnya putri pertama mereka. Melisa melahirkan putri yang cantik dan imut secara normal dengan berat 3.2 kg dan tingginya 50 cm. Putri mereka bernama Desi Cahyani Putri. Yossy saat itu mengadzani putrinya yang baru lahir. Air mata Yossy menetes karena terharu dan bahagia.
Yossy dan Melisa tidak menyangka di usianya yang belum genap 21 tahun, mereka sudah dikaruniai anak.
"Mom, aku gak nyangka kita sudah jadi orang tua," ucap Yossy
"Iya Pi, alhamdulillah," jawab Melisa
"Anak kita sangat cantik," ucap Yossy," ucap Yossy
"Iya benar, anak kita sangat imut," jawab Melisa
--------------
Disisi lain, Windi sekarang sudah mengandung 4 bulan. Windi senang mendengar kabar Melisa sudah melahirkan. Windi jadi tidak sabar menanti buah hati dalam kandunganya lahir. Yuda yang melihat istrinya bahagia dirinya juga turut bahagia.
"Dek, kamu seneng ya hari ini," ucap Yuda
"Iya Kak seneng banget," jawab Windi
"Aku seneng kalau kamu seneng, tapi aku mau nyampain sesuatu ke kamu," ucap Yuda
"Katakan saja," jawab Windi
"Besok lusa, kamu seterusnya ikut aku ke kalimantan ya? aku gak tenang ninggalin kamu hamil besar disini." ucap Yuda
Degg...
__ADS_1
Bagaikan disambar petir di terik matahari. Windi merasa permintaan Yuda sangat berat. Bukan masalah harus cuti kuliah, tapi Windi keberatan jika meninggalkan sahabat sahabatnya.
"Kak, apakah tidak ada solusi lain? kakak seminggu sekali kesini aja aku udah bahagia," ucap Windi
"Aku ingin kamu dan calon anaku dalam pengwasanku," jawab Yuda
"Tapi, apa aku harus meninggalkan teman temanku disini?" tanya Windi
"Sayangku, tolong mengertilah perasaan suamimu. semua ini demi masa depan kita sekarang juga canggih ada ponsel," jawab Yuda
"Baik Kak," saut Windi
Mau tidak mau Windi terpaksa ikut suaminya di kalimantan karena demi kebaikan bersama. Yuda yang senang dengan jawaban Windi lansung mencium dan memeluknya
----------
Malam ini, Umar mengajak Sarah dan Namira makan di warung lesehan di luar. Saat makan diluar Sarah,Umar, dan Namira melihat pasangan suami istri dan anak yang bahagia. Terlihat ayah dan anak mengelus perut sang Ibu yang sedang mengandung. Sarah dan Umar mungkin masih bisa mengendalikan perasaanya. Tapi tidak dengan Namira yang langsung ceplas ceplos.
"Ibu, Namira udah kelas 2 SD, Ibu kapan bisa hamil kaya Ibu itu?" tanya Namira
"Sabar ya sayang, Maafin Ibu," jawab Sarah
"Namira sayang, semua di atur oleh Allah. Namira berdoa terus ya agar cepat punya adek. Namira anak pinter. kebanggahan ayah dan Ibu, semoga Allah mengabulkan permintaan kita." saut Umar
"Iya ayah," jawab Namira
36 menit kemudian, Umar bersama istri dan anaknya sudah sampai di rumah. Di kamar, Sarah hanya bisa menangis mengingat Namira yang mengharapkan ingin punya adek. Umar yang melihat Sarah menangis langsung memeluk Sarah dan menenangkanya.
__ADS_1
"Dek, maafin ucapan Namira tadi ya," ucap Umar
"Nggak Mas, disini aku yang harus minta maaf.karena aku tidak bisa memberikan kebahagiaan di keluarga ini," jawab Sarah
"Dek, kamu yang tenang. jangan sedih, Mas yakin pasti bisa, masih ada kesempatan," saut Umar
"Mas, aku minta maaf," ucap Sarah menangi
"Dek tolong tatap Mas," jawab Umar
Sarah menatap Umar, lalu Umar memegang pipi Sarah.
"Mas mencintaimu, Mas gak marah sama kamu. Mas ingin kamu harus berpikir positif. Sampai kapan pun Mas gak akan ninggalin kamu. Jadi Mas mohon kamu jangan merasa sendiri, merasa sial dan merasa buruk sendiri. Kita bertiga sudah bahagia dek, asal kamu tahu, kamu mewarnai hidupku dan Namira," ucap Umar
"Mas, aku juga mencintaimu," jawab Sarah
"Baiklah, hari ini Mas ingin melakukanya. bismillah ya dek semoga berhasil," ucap Umar
"Iya Mas," jawab Sarah
Akhirnya malam ini Umar dan Sarah melakukan aktivitas penyatuan berharap secepatnya diberi momongan.
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga