Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
217. OPERASI CAESAR


__ADS_3

Setelah mendapat penjelasan dari dokter, Mansur memasuki ruangan tempat Risma dirawat. Saat memasuki ruangan Mansur melihat istrinya sedang tertidur pulas. Mansur mengelus kepala Risma yang masih terbalut hijab. Sebenarnya Mansur merasa gugup memikirkan bagaimana reaksi Risma nanti jika tahu proses kelahiranya nanti harus dilakukan operasi caesar.


Mansur merasa kantuk malamnya telah hilang karena terus terusan memikirkan Risma. Mansur saat itu hatinya merasa tidak tenang. Namun, saat hatinya tidak tenang Mansur mencoba menenangkan hatinya dengan melakukan shalat malam dan berdzikir di mushola rumah sakit.


-------------


3 jam kemudian, jam sudah menunjukan pukul 04.15. Risma terbangun dari tidurnya lalu menyadari kalau dirinya memang di rumah sakit. Risma yang saat itu terbangun ingin sekali menyemil sesautu. .


"Aku merasa ingin nyemil, kebiasaan deh shubuh shubuh suka nyemil, kalau dirumah mah enak apapun makanan bisa diambil. Lha ini aku di rumah sakit harus makan apa ini," ucap Risma


Risma saat itu di meja samping ranjangnya melihat ada roti dan air mineral. Risma berpikir mungkin suaminya telah menyiapkan roti dan air mineral untuknya.


"Mungkin ini Mas Mansur sengaja menyiapkanya untuku. Mas Mansur paling masih shalat shubuh di mushola," ucap Risma lirih


Tanpa ragu Risma mengambil roti yang masih tersegel kemasan. Namun baru saja hendak membuka kemasan roti, tiba tiba Risma dikejutkan dengan suara laki laki yang sudah tidak asing ditelinganya. Laki laki itu tak lain adalah suaminya sendiri.


"Risma, jangan dimakan," ucap Mansur


"Ada apa, Mas? aku ingin roti itu," jawab Risma


Mansur melihat jam masih menunjukan pukul 04.15. Berarti menunggu 6 jam lagi operasi caesar di lakukan. Mansur yang melihat istrinya menginginkan roti tanpa peduli istrinya mau memakanya langsung menyautnya. Tentu saja, Risma langsung merasa kesal dengan suaminya langsung menegurnya.


"Lho Mas, kok diambil sih, aku mau memakanya Mas,"ucap Risma


"Ris, Mas minta maaf. kata dokter kamu harus puasa 8-9 jam sekarang kurang 6 jam lagi. tadi dokter sudah menyuntikan kamu vitamin agar tidak dehidrasi nanti," jawab Mansur


"Emang ada apa aku disuruh puasa? bayi kita baik baik saja kan?" tanya Risma

__ADS_1


"Iya bayi kita tidak apa apa," jawab Mansur


"Lha terus kok aku puasa? roti tadi bukan punyaku dong?" tanya Risma


"Itu tadi sebelum shubuh Mas beli roti dan air mineral kantin. itu sebenarnya akan Mas makan pas habis shalat shubuh," jawab Mansur


"Mas, kamu belum jawab pertanyaanku. Mengapa aku puasa? apa ada yang Mas sembunyikan dariku?" tanya Risma


"Sebenarnya dalam waktu 6 jam lagi kamu akan melahirkan anak kita dengan operasi caesar," jawab Mansur


Degg


Mendengar kata operasi Risma seketika langsung gugup. Sebenarnya istilah operasi caesar sudah tidak asing baginya. Risma tahu kalau operasi caesar sering disangkut pautkan dengan kehamilan. Tapi tetap saja, Risma merasa takut dan merengek pada Mansur tidak mau operasi.


"Apa mas? operasi ?" ucap Risma tekejut


"Iya Ris," jawab Mansur


"Iya Ris," jawab Mansur


"Apakah tidak ada alternatif lain?" tanya Risma


"Posisi dua bayi melintang dan satu sungsang. jadi harus dilakukan operasi caesar," jawab Mansur


"Tapi aku takut Mas," ucap Risma


"Mengapa harus takut? ini hari bahagia kita," jawab Mansur

__ADS_1


"Mas, ini adalah pertama kalinya aku melakukan operasi. aku benar benar gugup Mas," ucap Risma


"Kamu adalah wanita hebat, kamu adalah wanita yang kuat dan pemberani. Mas yakin rasa gugupmu akan hilang jika kamu memikirkan kesenangan hari ini. sebentar lagi kita akan mendengar tangisan ketiga bayi kita." jawab Mansur


Dan benar saja, Risma membayangkan ketiga bayinya lahir lalu mendengar tangisanya. Risma tersenyum manis lalu langsung memeluk suaminya.


"Mas, terima kasih karena Mas selalu ada untuku.insyallah aku rasa gugupku sudah mulai berkurang," ucap Risma


"Mas ini kan suamimu jadi sudah kewajiban Mas untuk selalu menjagamu, melindungimu,menafkahimu, menjadi imam shalatm. dan hal yang paling Mas nanti nantikan sebentar lagi Mas akan menjadi seorang ayah," jawab Mansur


"Iya Mas, aku beruntung memilikimu Mas. terkadang aku merasa malu dulu selalu menolakmu," ucap Risma


"Bagi Mas itu tidak penting. sekarang kamu apa butuh sesuatu? biar Mas bantu," saut Mansur


"Mas, aku ingin ke kamar mandi," ucap Risma


"Baiklah, Mas akan membantumu," jawab Mansur


Mansur dengan telaten langsung membopong Risma ke kamar mandi.


----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2