
Melihat tumis terong dan tahu didepanya sebenarnya Umar sudah ingin segera memakanya tetapi dirinya tidak tega memakanya sendiri.Sarah yang memperhatikan suaminya tidak segera menyantap makananya merasa khawatir kalau suaminya tidak suka dengan masakanya. Tanpa ragu Sarah mencoba untuk menanyainya
"mas, mas tidak nafsu makan ya? lihat masakanku?" tanya Sarah
"ini enak kok dek, mas menunggumu, ayo makan sama sama" jawab Umar
"mas sebaiknya makan dulu saja, aku akan memandikan Namira habis itu aku juga menyajikan telur mata sapi untuk Namira" jawab Sarah
"kalau begitu mas akan makan setelah kamu selesai memandikan dan menyiapkan makan untuk Namira, kita bertiga akan makan sama sama" saut Umar
"jangan mas, mas akan menunggu lama nanti" ucap Sarah
"tidak apa apa dek, mas akan tetap menunggumu" jawab Umar
Sarah akhirnya menuruti keinginan suaminya dirinya bergegas memandikan Namira. Setelah memandikan Namira, Sarah mengoleskan minyak telon dan bedak pada Namira dan memakaikanya pakaian. Namira sangat penurut dan tidak rewel hari ini sehingga Sarah bisa cepat melakukan aktivitasnya. Sarah sangat senang dengan Namira hari ini yang penurut dan tidak rewel sontak Sarah memberikan kecupan di pipi dan memujinya.
"cup" (sarah mencium pipi Namira)
"Namira cantik, hari ini pinter tidak rewel, sekarang Namira sudah mandi, sudah harum, sudah wangi, sekarang ibu mau masak telur mata sapi ya untuk Namira" ucap Sarah
"iya ibu, aku sudah lapar" jawan Namira
"anak pinter, tunggu sebentar ya" saut Sarah
__ADS_1
Sarah beranjak keluar dari kamarnya menuju dapur memasak telur mata sapi untuk Namira. Tak lupa Sarah juga membuatkan susu untuk Namira.Setelah membuat telur mata sapi dan susu, Sarah segera menuju ke kamar dan saat dibukanya pintu kamar terlihat Umar dan Namira duduk berjejer rapi seperti seorang murid yang sedang menunggu gurunya datang.
Namira melihat Sarah membawakan telur mata sapi dengan semangat langsung meraih piring yang dibawa Sarah. Saat Namira hendak memasukan makananya dalam mulut , Sarah tiba tiba menghentikanya.
"Eh...tunggu dulu Namira cantik..." ucap Sarah
Namira menghentikan aktivitasnya, langsung bertanya pada Sarah.
"kok disuruh berhenti, kan aku sudah lapar?" tanya Namira
"Hayo...masa Namira lupa sebelum makan kita harus...." ucap Sarah
"mencuci tangan" jawab Namira dengan semangat
"Namira sudah cuci tangan?" tanya Sarah
"Nah, kalau sudah cuci tangan, terus sebelum makan kita harus......"ucap Sarah
"Berdoa.." jawab Namira semangat lontaran pertanyaan sebelum makan.lalu Umar mencoba bertanya pada Namira tentang doa sebelum makan
"Namira sudah hafal doa sebelum makan?" tanya Umar
"Namira hafal ayah, di TPQ ibu selalu mengajarkanku banyak doa doa" jawab Namira
__ADS_1
"Nah kalau sudah ibu ajarkan dan Namira sudah hafal, sekarang coba Namira pimpin doa sebelum makan" tantang Sarah
"Ayo sayang, dibaca doa sebelum makan" saut Mansur
"Bismillahirahmanirahim....Allohumma barik lanaa fimaa..razaqtanaa waqinna adza bannar" ucap Namira
"Amin..anak pinter...Sekarang ayo kita makan" saut Umar
Umar, Sarah dan Namira menyantap makanananya bersama sama. Di sela sela makan, Namira memecah keheningan dengan memuji masakan Sarah
"Ibu..masakan ibu enak" ucap Namira
"iya iya dong masakan ibu selalu enak" saut Umar agar istrinya senang
"hehe..terimakasih...kalau enak dihabisin dulu makananya , jangan bicara saat makan" jawab Sarah
"Ibuku super hebat...aku bangga punya ibu yang jago masak, aku sayang ibu" ucap Namira
Sarah membalas dengan senyuman ucapan Namira.Umar juga turut tersenyum melihat istrinya tersenyum.Umar bersyukur Namira sangat bahagia mendapat kasih sayang ibu dari Sarah. Sarah sangat menyangi Namira seperti anak kandungnya sendiri. Di TPQ Sarah juga mengajarkan banyak doa doa kepada Namira diantaranya doa sebelum makan, doa sebelun tidur, doa sebelum masuk kamar mandi, dan doa doa lain lainya.
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga