Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
229. SEMAKIN MENCURIGAKAN


__ADS_3

Tak butuh waktu lama, Sarah dan Namira sudah kembali ke tempat Hassan, Hanin dan Hanna bermain. Risma saat itu menyusul dari belakang membawakan minuman untuk para tamunya. Risma, Inem, Sarah dan Namira kembali bermain dengan si kembar. Kebetulan jadwalnya makan siang, Risma menyuapi bubur pada tiga bayi kembarnya secara bergantian.


Benar saja dengan apa yang dikatakan Risma, Hasan suka berebut makanan dan selalu merengek ketika makanan dalam mulutnya habis dan sendok beralih ke Hanin dan Hanna. Sarah yang melihatnya saat itu merasa gemas dengan tingkah Hasan.


"Ih, Bang Hasan gak sabaran banget kasihan adeknya Bang," ucap Sarah mencubit Hasan


"Iya gitu deh emang si Bang Hasan gak mau ngalah sama adeknya makanya gembul," jawab Risma


"Ini tiap hari kaya gini nih, ngadepin Hasan?" tanya Sarah


"Iya Kak, aku kadang minta bantuan Mak Endang nyupai Hanin dan Hanna karena Hasan gak mau ngalah," jawab Risma


"Ok gini aja, biar aku yang nyuapin Hasan, kamu nyuapin Hanin sama Hanna," ucap Sarah


Risma mengagguk setuju dengan saran Sarah. Namun baru saja sendoknya beralih ke Sarah, Hasan menangis minta saat Risma aka menyuapi Hanin dan Hanna. Melihat Hasan yang menangis, Sarah akhirnya memutuskan menyuapi Hanin dan Hanna.


"Ris, kayaknya Bang Hasan pingin nempel terus deh sama kamu gak mau pisah. biar aku saja yang nyuapin Hanin dan Hanna," ucap Sarah


"Iya Mbak, aku memang belakangan ini paling dekat dengan anak pertamaku Bang Hasan.Malah adeknya Hanin sama Hanna deket sama ayahnya sekarang," jawab Risma


"Mungkin benar kali aku pernah baca artikel gak tau isinya salah atau benar. artikel itu isinya kalau anak perempuan lebih dekat sama bapaknya kalau anak laki laki sama Ibunya," ucap Sarah


"Iya sih, bener kak. aku juga merasakan seperti itu." jawab Risma


Risma dan Sarah menyuapi bubur pada si kembar tiga dengan telaten. Risma menyuapi Hasan sementara Sarah menyuapi Hanin dan Hanna. Disela menyuapi makanan, Mansur pulang ke rumah dan mengucap salam

__ADS_1


"Assalamualaikum," ucap Mansur


"Waalaikumsalan," jawab semuanya


Risma menghentikan aktifitasnya sejenak untuk mencium tangan Mansur. Setelah itu tiba tiba Inem ikut berdiri mau melakukan hal yang sama seperti Risma. Tapi Mansur saat itu langsung menolaknya lalu menegurnya.


"Eh maaf Mbak, Mbak siapa?" ucap Mansur


"Maaf pak, saya Inem. saya berkeja sebagai baby sisternya Namira," jawab Inem


"Hmm.." saut Mansur


Inem kembali duduk disamping Namira. Mungkin kalau wanita lain jika berbuat seperti Inem akan malu. Inem sudah lancang mau mencium tangan suami orang. Untung saja Mansur langsung menolak dan menegurnya.


Pandangan kelakuan Inem mendapat sorot dari mata Risma. Risma merasa aneh dengan tingkah inem. Setidaknya dari penampilan Inem yang bernuansa muslimah dengan hijab dan cadar yang dipakai bisa menunjukan sikap dan batasanya terhadap orang yang bukan muhrimnya. Tentu saja, Risma merasa kelakuan Inem semakin mencurigakan. Risma merasa jadi penasaran dengan asal usul Inem


Bukan hanya Risma saja, Sarah juga menyoroti kelakuan Inem pada Mansur tadi. Apalagi beberapa hari yang lalu, Inem melakukan hal yang sama kepada Umar kemarin. Tentunya kelakuan aneh Inem terhadap Mansur dan Umar menurut Sarah tidak cocok dengan penampilan muslimahnya. Sarah saat itu berusaha mencari tahu siapa sebenarnya Inem.


"Hal yang Inem lakukan pada Mas Mansur sama persis dengan kejadian beberapa hari yang lalu yang dilakuian dengan Mas Umar. Dari penampilanya seharusnya Inem tahu batasan dengan orang lawan jenis yang bukan muhrimnya. Dia juga pernah bersuami seharusnya mengerti itu. Siapa sebenarnya Inem? aku akan menyelidiki dia siapa sebenarnya dia," batin Sarah


Beberapa menit kemudian Mansur datang menghampiri Risma dan anak kembarnya yang sedang makan.Dan benar aja artikel yang dikatakan Sarah pada Risma. Dua gadis kembar Hanin dan Hanna merangkak menghampiri ayahnya berebut meminta gendong.


"Wah, gadis kecil ayah kangen ya sama ayah," ucap Mansur


"Mas bener apa yang dikatakan Kak Sarah. anak laki laki cenderung dekat sama ibunya kalau anak perempuan dekat sama ayahnya," saut Risma

__ADS_1


"Benarkah? Mas tidak peduli, Mas sayang sama anak anak Mas. Hasan, Hanin, Hannah semuanya anak kesayangan Mas," ucap Mansur


Mansur mencium pipi ketiga anak kembarnya lalu memujinya


"Kalian semua anak kesayangan ayah,kalian anak sholeh dan anak sholehahnya ayah sama Ibu. Semoga kalian berguna bagi bangsa dan negara kelak," ucap Mansur


"Amin...Ibu juga sayang sama semuanya," jawab Risma


Dua gadis kembar Hanin dan Hanna tersenyum menunjukan giginya yang mulai tumbuh. Tentu hal itu menjadi kegemasan sendiri bagi Mansur. Dengan sigap Mansur menggendong putrinya. Awalnya Mansur menggendong Hanna akan tetapi Hanin menangis saat Mansur hanya menggendong Hanna.


"Waduh, Hanin nangis. minta gendong ayah juga ya? ok baiklah ayah akan gendong kalian berdua," ucap Mansur


"Mas, hati hati," saut Risma


"Aman ris, jangan khawatir," jawab Mansur


Beruntung Mansur memiliki tubuh yang kekat dan kuat. Sehingga akhirnya Mansur bisa langsung menggendong Hanna dan Hanin berdua sekaligus.


Sarah yang melihat kedekatan Risma dan Mansur beserta anaknya merasa terharu melihatnya. Sarah membayangkan betapa lengkapnya kebahagiaan Mansur dan Risma. Namun sekarang Sarah hanya pasrah, dirinya hanya bisa berharap suatu saat dirinya dengan Umar diberikan momongan.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2