
1 minggu kemudian,
Namira bersama rombongan berangkat menuju tempat pelaksanaan olimpiade. Saat itu para siswa yang hendak naik bis berpamitan dan meminta restu pada orang tuanya. Sementara Namira, dirinya hanya bisa menahan kesedihanya tidak diantar oleh orangtuanya. Namira memang sengaja tidak memberi tahu Umar dan Sarah karena hari hari pelaksanaan olimpiade matematika bertepatan dengan acara aqiqah Burhan.
Beruntung, Namira disekolahnya memiliki teman yang bernama Jessica. Jessica adalah sahabat Namira disekolah yang juga kelas 3 SD mengikuti olimpiade matematika. Jessica bisa dibilang anak terpintar di kelas 3. Terbukti, saat mengikuti olimpiade matematika level 1 kemarin, Jessica meraih juara 2 sementara Namira hanya lolos sampai 10 besar.
Jessica saat itu melihat Namira termenung sedih turut merasa ibah. Tanpa berpikir panjang Jessica menghibur Namira.
"Namira, kamu kok termenung sedih gitu? semangat dong? kita mewakili kelas 3 ikut olimpiade matematika level 2. kita harus semangat..." ucap Jessica
"Iya Jess, semoga kita beruntung," jawab Namira lesu
"Namira, kamu ada masalah? cerita saja sama aku. jangan dipendem," ucap Jessica
Namira yang merasa Jessica adalah teman terbaiknya langsung menceritakan alasan kesedihanya.
"Jess, aku senang banget sekarang sudah punya adek. adeku namanya Burhan.dia ganteng, lucu, imut, aku menyayangi adiku," ucap Namira
"Wah, boleh dong aku kapan kapan mampir ke rumahmu lihat Burhan," jawab Jessica
"Boleh banget Jess," saut Namira
"Lalu yang buat kamu sedih apa?" tanya Jessica
"Aku merasa ayah dan ibu semakin jauh sama aku Jess. biasanya ayah dan ibuku selalu menanyakan bagaimana sekolahku? bagaimana tugasku? bagaimana ngajiku? tapi semenjak adek Burhan lahir aku merasa semuanya hilang Jess," jawab Namira
__ADS_1
Jessica yang merasa kasihan sama Namira langsung menenangkanya
"Namira, kamu jangan berpikir kaya gitu, Burhan saat ini masih kecil. masih butuh perhatian banyak dan kasih sayang ayah sama ibunya, aku sama adek aku juga gitu," ucap Jessica
"Iya Jess, aku sudah mulai tenang," jawab Namira
"Nah semangat dong, ayo kita bikin bangga orangtua kita...bismillah semoga kita dapat juara," saut Jessica
"Iya Jess," jawab Namira
"Kita beda Jess, maaf aku tidak jujur. masalahnya aku ini anak tiri, bahkan orangtuaku tidak tahu kalau hari ini aku ikut olimpiade. aku memang sengaja tidak memberitahunya. aku hanya bilang hari ini ada tugas kelompok prakarya. karena aku takut merusak rencana bahagia acara aqiqah adek Burhan" batin Namira
----- Di Rumah Sarah dan Umar ------
Semua memiliki kesibukan, hingga saat jam menunjukan pukul 12.00 Umar teringat satu jam lagi Namira pulang sekolah. Umar yang masih sibuk berdiskusi dengan ustadz saat itu menghampiri Yossy yang sedang menjaga Desy dan trio kembar.
"Yos, satu jam lagi Namira pulang sekolah.tolong kamu jemput Namira ya?" pinta Umar
"Iya Mas, saya akan panggil Melisa dulu untuk jaga anak anak. barulah nanti saya jemput Namira," jawab Yossy
"Tadi pagi Namira bilang pulang sekolah ada tugas kelompok prakarya, jadi pulangnya agak sorean jam 15.00," saut Sarah tiba tiba
"Oh iya dek, Mas lupa nggak inget. nanti sore kalau misal aku masih sibuk tolong kamu jemput ya Yos? " ucap Umar
"Iya Mas siap," jawab Yossy
__ADS_1
-- Di Tempat Pelaksanaan Olimpiade --
Jam 12.00 waktunya istirahat, shalat, dan makan. Namira, Jessica dan teman teman yang lain sudah keluar dari ruang ujian tinggal menunggu pengumuman. Namira saat itu berharap dirinya bisa lolos ke 10 besar dan mendapatkan juara sehingga membuat senang orangtuanya.
"Ya Allah, semoga aku lolos 10 besar dan dapat juara," batin Namia
10 menit kemudian, pengumuman finalis 10 besar sudah terpampang di papan pengumuman. Namira dan Jessica didampingi Bu Setyarini melihat papan pengumuman sangat terkejut melihat hasil yang didapat.
"Alhamdulillah Namira, Jessica kalian hebat bisa lolos 10 besar. padahal kalian masih kelas 3. semua diluar prediksi ibu. diantara 10 finalis hanya tiga anak yang kelas 3 dan dua anak itu kalian. peserta finalis lainya diisi kelas 4. Ibu bangga sekali sama kalian. untuk anak bimbingan ibu kelas 4 yang belum lolos tetap semangat," ucap Bu Setyarini
"Iya Bu, alhamdulillah," jawab Namira dan Jessica
"Kalian tetap semangat ya, jam dua siang nanti akan diadakan finalnya, kita shalat dulu yuk, nanti sekalian bimbingan sebentar. kita masih ada 2 jam lagi jam 14.00 dimulai finalnya," ucap Bu Setyarini
"Iya Bu," jawab Namira dan Jessica
Dari pengumuman yang tertera, Jessica menduduki peringkat 6 sementara Namira menduduki peringkat 10. SD tempat Namira bersekolah mengirimkan 4 wakil yang terdiri dari dua anak kelas 3 dan dua anak kelas 4 di olimpiade matematika level 2. Sungguh diluar dugaan, Namira dan Jessica bisa lolos final 10 besar.
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1