
Windi hanya terdiam tidak menjawab pertanyaan dari Yuda. Windi sangat sedih harus kembali berpisah jauh dari Yuda. Yuda sangat memahami kondisi Windi mencoba berusaha menenangkanya.
"dek, semua ini demi masa depan kita, sebentar lagi kita juga masuk kuliah, aku akan mencari pembantu untukmu di rumah kontrakanku ini" ucap Yuda
"Iya kak" jawab Windi lirih
"aku akan selalu menghubungimu dek, oh iya nanti aku akan belikan ponsel untukmu agar kita bisa berkomunikasi" ucap Yuda
"iya kak, terima kasih" jawab Windi
"hmm..sekarang bersiap siaplah, aku akan mengajakmu beli ponsel dan kebutuhan kebutuhanmu disini" saut Yuda
Windi menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan ucapan Yuda langsung menuju kamar untuk bersiap siap.
---------
Malam hari, setelah di sore hari tadi Yuda mengajak Windi membeli ponsel dan kebutuhan lain. Yuda menghampiri Windi dikamar ingin membicarakan sesuatu
"dek, aku ingin membicarakan sesuatu denganmu" ucap Yuda
"ada apa kak?" tanya Windi
"ini kartu atm, buku tabungan, kartu kredit, dan kunci motor buat kamu, biaya kuliah kamu jangan khawatir, semester ini aku sudah membayarnya," jawab Yuda
__ADS_1
"kak, aku tidak menginginkan semua ini, aku bisa mencari pekerjaan sambil kuliah, aku tidak ingin membebanimu kak" ucap Windi
Yuda terharu mendegar ucapan dari Windi. Yuda tanpa sadar meneteskan air matanya. Yuda lalu sontak memegang kedua tangan Windi dan mengatakan sesuatu pada Windi
"dek, kamu tidak boleh berkeja, aku masih sanggup membiayai semua kebutuhanmu, kamu sekarang tanggung jawabku" ucap Yuda
"tapi kak, kakak sudah banyak berkorban untuku, aku tidak mau kakak menderita kerena diriku" jawab Windi
"semua itu karena aku mencintaimu dek, aku mohon kamu fokus saja kuliahmu, jangan berkerja, kamu ingat janjiku ke orangtuamu? aku berjanji untuk selalu membahagiakanmu" ucap Yuda
Windi hanya menganggukan kepalanya isyarat setuju dengan ucapan Yuda.
Karena malam sudah semakin larut, Yuda merasa mengantuk dan menyuruh Windi tidur.
"iya kak" jawab Windi
Yuda membalasnya dengan tersenyum lalu meninggalkan kamar Windi kemudian kembali dikamarnya.
------------
Esok hari, Yuda mengemasi barangnya di koper dibantu oleh Windi. Setelah mengemasi barang dikoper Yuda dan Windi sarapan pagi bersama di meja makan dengan menu sarapan nasi goreng dan telur dadar. Tidak ada obrolan saat kegiatan makan berlangsung hanya bunyi sendok dan garpu yang menghiasi suasana sarapan pagi mereka berdua
Setelah sarapan pagi, Suasana yang paling dibenci oleh Yuda dan Windi datang.Di halaman rumah terlihat ada taksi online yang dipesan Yuda sudah menunggunya. Yuda lalu memulai obrolanya berpamitan dengan Windi
__ADS_1
"dek, aku pamit dulu ya" ucap Yuda
"iya mas hati hati" jawab Windi dengan matanya yang berkaca kaca
"ingat pesanku kemarin ya dek, fokus kuliah dan jangan berkerja, kalau ada masalah langsung telepon, kamu jangan sedih" ucap Yuda
Windi yang tak kuasa menahan air matanya jatuh akhirnya air matanya jatuh membasahi pipinya.Yuda yang melihat Windi menangis juga ikut menangis. Tapi Yuda berusaha tegar agar dapat membuat Windi merasa tenang.
"dek, sudah ya jangan menangis, nanti sore ada pembantu datang dirumah kamu tidak akan sendirian dirumah, kamu jangan telat makan, aku akan sering sering menghubungimu nanti" ucap Yuda
"iya kak," jawab Windi
"aku pamit ya dek, assalamulaikum" ucap Yuda
"waalaikumsalam kak, hati hati jaga dirimu" jawab Windi
Yuda melambaikan tanganya kearah Windi lalu masuk dalam mobil taksi. Setelah masuk kedalam mobil taksi, Yuda menyuruh taksi menjalankan kemudinya menuju bandara juanda.
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga