
Malam hari, Risma tidak bisa tidur dirinya selalu terbayang bayang permintaan ibunya agar segera memiliki momongan. Sebenarnya sampai saat ini usia pernikahan mereka sudah memasuki 6 bulan.Risma masih saja belum siap dan takut untuk melakukanya. Disisi lain Risma juga tidak mau menyesal dikemudian hari karena tidak bisa mengabulkan permintaan ibunya
"Ceklek"(pintu kamar terbuka)
Risma menoleh kearah pintu dan didapati suaminya memasuki kamar. Risma terlihat salah tingkah dihadapan suaminya, dirinya tiba tiba berdiri dari ranjangnya dengan raut wajah tegang seperti menemui musuh bebuyutanya. Mansur yang melihat istrinya yang sepertinya memikirkan sesuatu mencoba mengajaknya bicara
"ris, apa yang mengganggu pikiranmu? ada sesuatu yang kamu sembunyiin dari mas?" tanya Mansur
"tidak ada mas, aku tadi lihat cicak jatuh dilantai" jawab Risma asal
"cicak?" tanya Mansur heran
"iya cicak tapi cicaknya udah kabur, sekarang aku mau tidur" jawab Risma
Saat Risma hendak merebahkan tubuhnya, Mansur tiba tiba memegang erat lengan Risma
"tunggu" ucap Mansur
"eh..ada apa mas? mas tidak mengantuk?" tanya Risma
"mas yakin ada sesuatu yang menganggu pikiranmu, mas tahu kamu takut sekali sama cicak hingga menangis histeris, tapi nampaknya sekarang tidak takut lagi sepertinya" timpal Mansur
"tadi cicaknya kecil mas, makanya aku tidak nangis" jawab Risma
"Benarkah?" saut Mansur
Beberapa saat kemudian suasana nampak hening. Mansur dan Risma saling bertatap muka. Namun tiba tiba seekor cicak diam diam jatuh di lantai, sontak Risma berteriak histeris
"Pukk"(cicak jatuh dilantai)
"Mas...ada cicak mas....aku takut....tolong singkirin cicak itu mas..." teriak Risma sembari menutup kedua matanya
Mansur mengusir cicak itu dengan sapu dan diarahkanya cicak itu keluar kamar. Setelah mengusir cicak, Mansur menghampiri Risma dan bertanya
"sudah, jangan takut, buka matamu, cicaknya sudah mas usir" ucap Mansur
"iya mas, terima kasih, sekarang ayo kita tidur" jawab Risma
__ADS_1
"tunggu..." ucap Mansur menghentikan langkah Risma
"ada apa mas?" tanya Risma
"cicak tadi kecil tapi kamu masih saja ketakutan, jangan sembunyikan sesuatu dari mas, mas ini suamimu, katakan apa yang menganggu pikiranmu tadi" jawab Mansur
Degg
Risma tekejut dan bingung bagaimana cara menjelaskan alur pikiranya kepada suaminya masalah permintaan ibunya. Dengan segenap keberanianya, Risma menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkanya secara kasar langsung mencurahkan uneg uneg dalam pikiranya
"mas, aku bimbang, aku gelisah, aku bingung, aku tertekan" ucap Risma jujur
"jangan takut, katakan saja isi pikiranmu pada mas, suka dan dukamu adalah suka dan duka mas juga" jawab Mansur memegang pundak risma
"mas, aku ingin sekali mengabulkan permintaan mama, aku bingung apa yang harus aku lakukan, aku tahu aku memang masih takut dan belum siap, tapi disisi lain aku takut jika aku masih seperti ini, aku akan menyesal kedepanya, aku tertekan mas, ini sangat menggangguku" ucap Risma
"apakah kamu mencintai mas?" jawab Mansur
"iya mas, dan aku takut kehilangan mas" saut Risma
"mas mengerti dan paham keadaanmu sekarang, solusi dari mas, ayo kita mencobanya dengan pelan pelan secara bertahap" jawab Mansur
"Selama ini, kamu belum lihat mas tidak pakai baju kan, begitupun juga sebaliknya mas juga belum lihat kamu" ucap Mansur
"hubunganya apa mas?" tanya Risma polos
"kita harus saling terbiasa sebelum melakukan itu, kamu siap melakukanya?" saut Mansur
"Baik mas, kalau itu cara yang terbaik" jawab Risma
Mansur memulai duluan melepas baju dan celana trainingnya ,hingga hanya nampak setengah telanjang terlihat dada bidangya dan hanya memakai boxer.
"Aaaa..." teriak Risma sembari menutup matanya
"bukalah matamu ris, kamu harus terbiasa" jawab Mansur
Risma membuka matanya perlahan akhirnya dirinya sedikit mulai bisa beradaptasi melihat suaminya setengah telanjang. Mansur yang melihat istrinya teridiam sontak menyuruh istrinya seperti dirinya
__ADS_1
"Sekarang gantian kamu" ucap Mansur
Risma melepas kait br* dan celana trainingnya sehingga nampak gunung kembarnya menonjol di kaosnya serta paha dan kakinya terekpose hanya memakai celana pendek.
Mansur merasa dirinya sedang menuju jalan menuju surga dunia. Semenjak 6 bulan menikah, pertama kali dalam hidupnya Mansur melihat gunung kembar yang menonjol di kaos dan paha putih yang terekspose dari istrinya sendiri. Mansur menelan salivanya hanya bisa menahan hasratnya karena dirinya tahu hanya sekedar mencoba pelan pelan demi istrinya agar tidak takut. Mansur dengan cekatan langsung membuang pikiran intimnya jauh jauh, mengalihkan perhatian dengan mengajak istrinya tidur
"ris, sekarang ayo kita tidur, mulai hari ini kita harus terbiasa, kamu jangan takut" ucap Mansur
"Iya mas, insyaallah aku akan terbiasa" jawab Risma
Mansur dan Risma merebahkan tubuhnya masing masing di ranjang.Risma memposisikan tubuhnya membelakangi Mansur. Sebenarnya Riama mengagumi dengan dada bidang suaminya yang baru pertama kali dia lihat , ingin sekali dirinya bersandar dan mendekap di dada bidang suaminya yang sedang tidak memakai baju. Tetapi niat itu Risma urungkan karena rasa takutnya belum sepenuhnya hilang
Sementara Mansur, dirinya merasa tersiksa malam ini, keperkasaanya mulai menegang bergerak gerak, ingin sekali masuk dalam sarangnya.
Namun karena demi istrinya, Mansur rela menahan hasratnya dan berusaha memejamkan matanya yang tidak mengantuk
30 menit kemudian, tanpa sadar posisi tidur Mansur medekat ke arah Risma. Risma yang sebenarnya tidak sepenuhnya mengantuk terkejut ada sesuatu yang keras bergerak gerak menyentuh pinggangnya. Risma yang sedikit ketakutan mencoba berbicara pada suaminya
"mas.." sapa Risma
'hmmm.." jawab Mansur
"Aku merasa ada sesuatu yang keras, gerak gerak menyentuh pinggangku mas" ucap Risma polos
Mansur terkejut langsung membelakan matanya, tak sadar keperkasaanya menyentuh pinggang Risma. Mansur sedikit menjauhkan tubuhnya dari Risma dan sontak mengatakan alasan yang konyol. Mansur tidak ada pilihan lain dan berharap semoga istrinya percaya
"Oh itu, tangan mas tadi tiba tiba keram, mas gerak gerakin tangan mas, tapi mas nggak sadar tiba tiba nyentuh pinggangmu, maafin mas ya" jawan Mansur asal
"iya mas, tidak apa apa kok, mas mana tanganya yang keram biar aku pijatin" ucap Risma berbalik kearah Mansur
"Ya Allah, istriku ternyata masih polos, aku jadi semakin mencintainya" batin Mansur
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga