Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
238. REBUTAN


__ADS_3

Setelah menyajikan masakanya di meja makan, Sarah memanggil Umar di kamarnya untuk makan.


"Mas, sambel pencit sama es kepal milonya udah jadi," ucap Sarah


"Cium dulu," jawab Umar


"Eits, Mas kok tiba tiba manja banget sih," ucap Sarah


"Gak boleh ya minta cium sama istri sendiri," saut Umar


"Ok baiklah, mau di cium dimana," ucap Sarah


"Sini, sini, sini," jawab Umar menunjuk kening, pipi dan bibirnya


"Hah.." saur Sarah kaget


"Mengapa?" tanya Umar


"Tidak ada apa apa," jawab Sarah


Sarah tanpa ragu saat itu langsung menuruti perintah Umar. Sarah menduga betul Umar ngidam disaat dirinya yang hamil. Namun, Sarah tidak mengerti alasan ilmiahnya tapi dirinya sangat yakin.


Setelah mencium Umar, Sarah menuntun Umar menuju meja makan. Sesampainya di meja makan, Umar memakan dengan lahab masakan Sarah. Bahkan Umar habis dua piring nasi untuk menghabiskan satu cobek sambal pencit yang dibuat Sarah.


Sarah sangat senang melihat Umar makan dengan lahab. Umar saat itu juga memuji masakan dari Sarah.


"Dek, Mas gak bohong, beneran ini sangat enak sambal pencit buatanmu," ucap Umar


"Iya Mas, aku senang kamu menikmatinya," jawab Sarah


"Es kepal milonya mana?" tanya Umar


"Di kulkas Mas, tunggu sebentar aku ambilkan," "jawab Sarah


Sarah mengambilkan es kepal milo buatanya yang ditaruh di kulkas. Kemudia Sarah kembali ke meja makan memberikan es kepal milo buatanya untuk Umar.

__ADS_1


"Mas, ini es kepal milonya," ucap Sarah


"Hmm..kelihatanya seger," jawab Umar


"Mas coba aja, tadi katanya pingin," ucap Sarah


"Iya Mas akan mencobanya," jawab Umar


Saat Umar hendak menyendok es kepal milo buatan Sarah tiba tiba terdengar suara salam Namira pulang dari sekolah.


"Assalamualaikum..." teriak Namira


"Waalaikumsalam," jawab Sarah dan Umar


Namira berlari menghampiri Sarah dan Umar di meja makan. Sesampainya di meja makan, Namira menyorot Umar yang hendak memakan es kepal milo. Saat itu Namira mengira es kepal milo itu untuknya.


"Ibu, ayah, itu es kepal milo untuku, kebetulan aku haus, lagi pingin yang seger seger" ucap Namira


Namira tanpa permisi mengambil es kepal milo itu dari Umar. Umar saat itu merasa kesal pada Namira merebutnya kembali.


"Ini untuk Namira," jawab Namira


"Nggak bisa, ini untuk ayah, ayah tadi menginginkanya," ucap Umar


"Ayah...itu punya Namira," jawab Namira


"Namira, gak boleh bandel, ayah sudah bilang ini es kepal milo untuk ayah," saut Umar


"Ayah...Namira ingin es kepal milo," rengek Namira


"Tidak bisa, es kepal milo ini punya ayah titik,"jawab Umar


"Ibu..." adu Namira pada Sarah


Sungguh tidak dipercaya dan pemandangan sangat langka. Umar dan Namira saling berebut es kepal milo buatanya. Bahkan, Sarah melihat sendiri kejadian Umar yang tidak mau mengalah dengan anaknya. Sehingga Namira menangis dan mengadu pada Sarah. Melihat Namira menangis, Umar hanya diam saja dan melanjutkan menikmari es kepal milonya.

__ADS_1


Untung saja, Sarah membuat es kepal milo banyak. Saat membuat es kepal milo tadi Sarah beruntung mengingat Namira yabg menyukai es kepal milo. Sehingga, Sarah dengan santainya saat itu menenangkan Namira yang menangis karena adegan rebutan es kepal milo dengan ayahnya.


"Namira sayang, Ibu juga buat loh untuk Namira di kulkas," ucap Sarah


"Beneran Bu?" tanya Namira


"Iya sayang, ambil sendiri sana di kulkas," jawab Sarah


"Punyamu ada di kulkas, jangan rebut punya ayah," saut Umar


"Yee...lagian ayah kaya anak kecil suka es kepal milo, haha..."ledek Namira


"Namira, kalau ngeledek ayah terus, ayah dekap dan cium Namira seharian, mau?" ucap Umar


"Kabur...." teriak Namira


Namira berlari menuju kulkas mengambil es kepal milonya. Setelah mengambil es kepal milo, Namira tidak duduk di meja makan melainkan ingin di ruang tamu.


"Ibu, Namira makan es kepal milonya di ruang tamu saja," ucap Namira


"Kok gak bareng ayah saja disini," jawab Sarah


"Nggak mau, nanti ayah dekapin dan ciumin Namira terus. Namira tidak mau karena udah gede," ucap Namira


Namira berlari menuju ruang tamu meninggalkan Umar dan Sarah di meja makan. Saat itu Umar hanya tersenyum kecut melihat kelakuan putrinya. Sementara Sarah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ulah Umar dan Namira. Khususnya melihat kelakuan Umar yang manja, Sarah hanya bisa ngelus dada dan menuruti perintah Umar. Namun walaupun begitu, Sarah menjadi semakin mencintai Umar.


"Hari ini kamu berbeda Mas, tingkahmu hari ini sungguh aneh dan sangat langka. tapi semua itu tetap spesial bagiku, aku semakin gemas Mas, aku jadi semakin mencintaimu, aku janji akan menjaga anak kita dalam kandunganku sampai lahir nanti." batin Sarah


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2