Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
135. JALAN JALAN


__ADS_3

---- Di kampus Mansur ----


Hari ini Umar senang sekali mendapatkan gaji pertamanya setelah satu bulan berkerja sebagai petugas kebersihan kampus. Umar ingin sekali membahagiakan anak dan istrinya dengan gaji pertamanya yang didapatkan dengan keras. Semenjak menikah, Umar tidak pernah mengajak istri dan anaknya jalan jalan diluar. Tanpa ragu akhirnya Umar ingin membuat keluarga kecilnya bahagia dan senang dengan mengajaknya jalan jalan.


---- Di kos -----


15 menit kemudian, Umar sampai di kos bergegas masuk kedalam kamar. Saat Umar masuk dalam kamarnya terlihat Sarah dan Namira sudah bersiap rapi hendak pergi ke TPQ. Umar yang masih berdiri didepan pintu mengetuk pintu dan mengucap salam


"assalamualaikum" sapa Umar


"waalaikumsalam" jawab Sarah dan Namira


Sarah melihat kedatangan suaminya pulang menyambutnya dengan senang langsung mengajaknya berangkat ke TPQ untuk mengajar


"mas, kamu siap siap dulu, aku dan namira tunggu diluar, kita berangkat ke TPQ sama sama" ucap Sarah


"iya dek, mas cuci muka sama ganti baju dulu" jawab Umar


Setiap hari Umar dari pagi sampai sore berkerja sebagai petugas kebersihan kampus. Sementara di hari sabtu dan minggu setelah bekerja sebagai petugas kebersihan sampai sore, Umar melanjutkan aktivitasnya mengajar di TPQ Al Wafaa. Walau pekerjaan Umar terlihat melelahkan, Umar tidak pernah mengeluh. Umar selalu bersyukur masih bisa mendapatkan pekerjaan halal dan mampu mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.


5 menit kemudian, setelah Umar selesai cuci muka dan ganti baju, Umar menghampiri istri dan anakya yang menunggunya diluar lalu mengajak berangkat ke TPQ naik becak.


"dek, ayo kita berangkat" ajak Umar


"iya mas ayo" jawab Sarah

__ADS_1


Seperti biasa Umar, Sarah dan Namira pergi ke TPQ menggunakan becak dimana Umar dan Sarah duduk berdampingan semetara Namira dipangku oleh Umar. Di perjalanan menuju TPQ, Umar menatap Sarah dan Namira yang sepertinya tidak nyaman menaiki becak. Umar berharap dirinya mendapat rezeki dengan lancar sehingga bisa membeli sepeda motor agar anak dan istrinya nyaman saat berangkat ke TPQ.


"Ya Allah lancarkanlah rezeki hamba untuk membahagiakan keluarga kecil hamba, semoga hamba bisa beli sepeda motor agar keluaga kecil hamba nyaman saat berpergian" batin Umar


----------


2 jam kemudian setelah pembelajaran TPQ selesai, Umar ingin mengajak Sarah dan Namira jalan jalan di taman bungkul.


"isrtriku, namira, kalian mau tidak ayah ajak jalan jalan" ucap Umar


"yeay..jalan jalan kemana ayah?" jawab Namira


"kita jalan jalan ke taman bungkul, ayah pesan taksi dulu ya" ucap Umar


"mas, ada apa kok tiba tiba ngajak jalan jalan" saut Sarah


"Tapi mas, apa tidak sebaiknya ditabung?" tanya Sarah


"sstt..kamu jangan pikirkan itu, mas sudah mengaturnya, kita hari ini harus bersenang senang" ucap Umar


15 menit kemudian taksi online yang dipesan Umar datang. Umar, Sarah dan Namira memasuki mobil taksi itu kemudian taksi itu melanjutkan perjalananya menuju taman bungkul


Sesampainya ditaman bungkul, Umar, Sarah dan Namira berjalan jalan menikmati pesona keindahan taman bungkul di malam hari. Umar juga mengajak anak dan istrinya makan di warung lesehan dengan menu bebek goreng.


__ADS_1


Umar bahagia sekali melihat keluarga kecilnya akhirnya bisa menyantap makanan enak di warung lesehan. Apalagi saat melihat Namira yang menyantap bebek gorengnya dengan lahap membuat Umar merasa bahagia.


Saat makan diwarung lesehan, tiba tiba ada seorang pria berpenampilan seperti sales menghampiri Umar, Sarah, dan Namira dan mengajak bicara.


"Selamat malam, bapak, ibu dan adek, perkenalkan saya Irwan dari tim Paramex ingin memberikan browsur jalan sehat ini untuk kalian, biaya kupon sebesar 20 ribu pak , semoga kalian bisa ikut dan hadir di jalan sehat ini, acaranya besok pagi bertempat d Maspion Square. Jalan Sehat ini terdapat hadiah utama sepeda motor ,kulkas, televisi dan hadiah hadiah hiburan lainya jika beruntung." ucap pria itu memberikan browsur


Mendengar kata sepeda motor terlintas Umar ingin menguji keberuntunganya. Tanpa ragu Umar membeli 3 kupon untuk jalan sehat besok pagi.


"hmm..terima kasih saya beli 3 kupon, insyallah saya hadir" jawab Umar menyerahkan uang 60 ribu


"Baik pak terima kasih, ini kuponya, kalau begitu saya akan memberikan browsur ini ke pengunjung lainya, permisi pak" ucap pria itu


"iya mas, terima kasih" ucap Sarah dan Umar bersamaan


Setelah pria itu pergi, Sarah heran suaminya langsung memesan tiga kupon seharga 60 ribu untuk jalan sehat. Sarah merasa yang dilakukan Umar adalah pemborosan, dirinya mencoba menegur suaminya dengan lembut


"mas, mengapa kamu beli kupon itu? mahal mas sayang uangnya" tanya Sarah


"tidak apa apa dek, kita bertiga tidak pernah jalan sehat, sekali sekali ikut tidak apa apa buat seneng seneng, syukur syukur siapa tahu kita beruntung dapat hadiah, kalau tidak dapat tidak masalah berarti bukan rejeki kita" jawab Umar


"hmm..iya mas" saut Sarah


-----------


@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2