Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
232. TERUNGKAP


__ADS_3

Satu minggu kemudian, seperti biasa Sarah dan Inem menunggu Namira keluar di gerbang sekolah. Tak butuh waktu lama, Namira berlari menghampiri Sarah dan memeluknya. Sarah membalas pelukan Namira kemudian naik taksi bersama sama.


20 menit kemudian, Sarah, Namira dan Inem sudah sampai rumah. Sesampainya di rumah, Inem meminta izin shalat ke kamar tamu dan Sarah membalasnya dengan anggukan kepala. Setelah mengetahui Inem sudah masuk di kamar tamu, ternyata Sarah cukup cerdik. Sarah menyuruh Namira ke kamarnya sementara dirinya pergi menuju kamarnya melihat cctv di kamar tamu lewat laptop yang ada di kamarnya.


Memang satu minggu sebelumnya Sarah sudah merencanakan hal ini dengan Risma. Dan tentunya sekarang Risma dari rumanya juga memantau perkembangan rumah Sarah lewat video call. Risma tidak memantau Inem di kamar tamu Sarah melainkan hanya bertugas memberikan arahan pada Sarah tentang jalanya mengoperasikan sistem cctv.


15 menit berjalan, Sarah saat itu melaporkan pada Risna lewat video call tentang hasil pemantaun Inem di kamar tamu.


📱 "15 menit berjalan, Inem memang melepas cadarnya tapi membelakangi cctv, jadi gak kelihatan," ucap Sarah


📱"Terus pantau saja Kak," jawab Risma


📱"Iya Ris, sekarang dia memainkan ponselnya," ucap Sarah


📱 "Hmm...Iya Kak,terus kita pantau," jawab Risma


Saat sorot mata Sarah memantau cctv aktivitas Inem di kamar tamu. Tiba tiba Sarah mendapat pesan nomer tak dikenal


📩 "Kau ingin tahu siapa aku? tidak usah memantauku dari cctv,aku tahu semuanya," pesan nomer tak dikenal


Sarah membelakan matanya terkejut melihat pesan yang barusan dibacanya. Sarah memperhatikan Inem hanya asyik memainkan ponselnya. Awalnya Sarah berpikir pesan itu dari Inem. Tapi dirinya ragu karena memang dirnya memiliki nomer Inem. Jika Inem yang mengirimi dirinya pesan pasti akan ada kontak Inem memberi pesan padanya.


Sarah yang masih tersambung video callnya dengan Risma sontak menceritakan pesan yang didapatkan dari nomer tak dikenal kepada Risma. Risma yang mendengar cerita Sarah ikut panik. Risma saat itu menyuruh Sarah agar lebih waspada.


📱"Kak Sarah, kamu harus waspada, tetep pantau gerak gerik Inem," ucap Risma


📱"Iya ris, insyallah aku akan selalu waspada," jawab Sarah

__ADS_1


1 jam menunggu, pantauan Sarah masih tidak ada hasil. Di cctv, Inem membelakangi layar cctv terus terusan. Dan di saat itu juga, Sarah lagi lagi mendapat pesan dari nomer tak dikenal itu


📩 "Kau pikir memantauku adalah cara yang efektif, tunggu saja terus,kau sungguh bodoh..." pesan nomer tak dik


"Astagfirullahuladzim," ucap Sarah lirih


Sarah masih setia memantau cctv dari laptopnya. Namun sunggu tak terduga, tiba tiba Inem keluar dari kamar tamu. Sarah menjadi gugup sekarang. Sarah saat itu melaporkan kejadian yang berusan dilihat kepada Risma


📱"Ris, Inem meninggalkan ruangan," ucap Sarah


📱"Sabar Kak, kamu tetap waspada. jangan gugup nanti dia curiga," jawab Risma


📱"Iya baiklah," saut Sarah


Belum saja mengakhiri pembicaraanya pada Risma tiba tiba pintu kamr Sarah terbuka terbuka secara kasar hingga menimbulkan bunyi yang keras.


Sarah terkejut saat itu melihat Inem masuk dalam kamarnya. Sarah berusaha tenang dan bersikap biasa saat itu di hadapan Inem.


"Mbak Inem, hari ini Namira ada tugas keterampilan. Mbak Inem bisa membantunya," ucap Sarah


"Kamu berusaha mengalihkan perhatian? kamu mengawasiku, kamu pikir aku bodoh? kamu ingin tahu kan dan penasaran siapa aku, sebenarya anakmu dan sahabatmu sudah tahu wajahku tapi tak mengenaliku," jawab Inem


Dari suaranya saja Sarah mengingat suara itu persis sekali dengan seseorang yang dikenalnya. Sarah menganggap suara Inem yang murka saat inu mirip dengan Ana.


"Suaramu itu....aku mengenal suaramu," ucap Sarah


"Bagus kalau kamu mengenali suaraku, sekarang aku perlihatkan wajahku kepadamu," jawab inem

__ADS_1


Inem membuka cadarnya dan benar saja dugaan Sarah. Semua sudah terungkap wanita itu adalah Ana. Melihat Ana sekarang ada di dihadapanya, Sarah sontak bertanya pada Ana.


"Ana, mengapa kamu kembali lagi? apa maumu?"tanya Sarah


"Cukup mudah, aku ingin suamimu," jawab Ana


"Apa yang kamu lakukan jika aku tidak mau berbagi suami denganmu?" tanya Sarah


"Aku akan melenyapkanmu, sekarang ayo ikut aku," jawab Ana


"Aaaaa...tolong..." teriak Sarah


Ana mengikat kedua tangan Sarah dengan tampar. Teriakan Sarah dalam kamar didengar oleh Namira. Namira berlari menuju kamar Sarah dan berteriai memanggil Sarah.


"Ibu...." teriak Namira


Ana yang melihat Namira menghampiri Sarah, langsung membekap mulut Namira dengan satu tanganya hingga pingsan. Sarah saat itu hanya bisa berteriak dan membrontak.


Sambungan video call saat itu masih tersambung. Risma sangat panik mendengarkan semuanya. Tanpa ragu, Risma menelpon Mansur dan Umar secara bergantian melaporkan kondisi Sarah terkini.


--------------


@@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga

__ADS_1


__ADS_2