
--- Di Rumah Umar dan Sarah ----
4 bulan kemudian
Keluarga Umar dan Sarah semakin terlihat harmonis dan tentunya bahagia setelah banyaknya masalah masalah yang hadir menerpa keluarganya. Namira juga cukup dewasa sekarang. Namira sangat menyanyangi Burhan layaknya adik kandungnya sendiri.
"Adek, kamu kok gemesih. mbak gemes pingin unyel unyel pipi gembul kamu," ucap Namira
Namira menciumi pipi Burhan dan menggelitiki perut Burhan. Reaksi Burhan mendapat perlakuan dari Namira hanya bisa tertawa menampakan senyum tanpa gigi dan menggerakan gerakan tangan dan kakinya. Kebetulan saat Sarah hendak ke dapur, Sarah melihat keceriaan kedua anaknya. Sarah bersyukur akhirnya kebahagiaan menyelimuti keluarganya.
"Alhamdulillah Ya Allah, senang sekali bisa memiliki keluarga yang utuh dan bahagia. Semoga kebahagiaan ini selalu menyelimuti keluarga kami. suamiku, anak anaku mereka adalah hidupku," batin Sarah
Sarah dari tadi berdiri di pintu kamar sambil senyum senyum.Tanpa Sarah sadari, Umar dari tadi memperhatikan Sarah dari kejauhan. Umar ikut tersenyum dan berpikir mungkin Sarah bahagia melihat anak anaknya ceria dan tertawa bersama sama. Umar berjalan pelan menghampiri istrinya lalu memeluknya dari belakang. Perlakuan Umar tentu membuat Sarah kaget.
"Eh Mas," ucap Sarah
"Kamu sedang bahagia ya?" tanya Umar
"Iya Mas, aku bahagia," jawab Sarah
"Mas juga bahagia, padalan kamu inget kan kita dulu nikah karena dorongan keinginan dari Namira. Bahkan kita baru beberapa hari kenal langsung menikah aja, Mas sungguh gak menyangka kita bisa saling mencintai dan keluarga kita sekarang bisa seharmonis ini, alhamdulillah," ucap Umar
"Iya Mas, aku juga sepemikiran. semoga kita selalu menjadi keluarga yang sakinah Mas, apapun yang terjadi nanti kedepanya pada keluarga kita, kita harus selalu bersama sama dalam menghadapinya," jawab Sarah
"Iya dek, amin...sebentar lagi adzan ashar. Mas pergi ke kamar dulu ya, mau siap siap dulu ke masjid," saut Umar
__ADS_1
"Iya Mas, aku dirumah saja karena lagi halangan, Mas bisa ajak Namira kalau mau kr masjid," jawab Sarah
"Iya Dek," saut Umar
---- Di Rumah Mansur dan Risma ----
Tak jauh berbeda dengan keluarga Umar dan Sarah. Keluarga Mansur dan Risma juga nampak harmonis dan bahagia. Si trio kembar sudah menginjak satu tahun. Mansur menuntun Hasan yang sedang belajar berjalan. Begitu juga dengan Risma yang juga menuntun Hanna belajar berjalan.
Lalu Hanin sama siapa? Kebetulan dirumah juga ada Aisyah dan Hakim. Hakim saat itu yang menuntun Hanin berjalan. Hakim memang sangat dekat dengan Hanin. Setiap berkunjung dirumah Mansur, Hakim langsung disambut Hanin yang merangkak minta gendong.
Sudah 15 menit lebih, Hasan, Hanna dan Hanin belajar berjalam dengan pamongnya masing masing. Jam saat itu sudah menunjukn jam makan siang, Risma meracik makanan di dapur lalu menyuguhkanya pada anaknya.
"Anak anak mama, ayo waktunya makan..." ucap Risma
Hasan dan Hanna menyambut suapan Risma dengan antusias.Namun anehnya Hanin tidak mau makan dan suka ngoceh sendiri. Risma bingung sama Hanin yang gak mau makan terus membujuknya makan.
Bujukan Risma merayu Hanin agar mau makan tak berhasil. Hakim yang gemas dengan ocehan Hanin mencoba menawarkan diri pada Risma agar diizinkan menyuapi Hanin.
"Mbak, apa aku boleh coba nyuapin Hanin? siapa tahu Hanin mau makan nantinya," ucap Hakim
"Oh iya Hanin kan dekat sama kamu Kim, coba saja nih suapin," jawab Risma
Hakim menerima mangkuk berisi bubur dan sendok dari Risma. Tanpa menunggu lama, Hakim merayu Hanin agar mau makan.
"Ayo...pricesnya paman harus makan biar cepet gede, ini kereta kudanya mau lewat tut tut gujes gujes aaa..." ucap Hakim
__ADS_1
Hanim membuka mulutnya dengan lebar menerima suapan dari Hakim.
"Eh, akhirnya Princesnya paman mau makan," ucap Hakim
"Kim, kayaknya sudah waktunya deh Fatimah punya adek," goda Mansur
"Iya bener, Hanin senyum senyum tuh setuju," saut Risma
"Wah terlalu gercep Mas, Fatimah masih 2 tahun. nanti deh kalau Fatimah besaran dikit 4 tahun baru bisa punya adek. lagian Mas gak punya niatan juga gitu nambah adek buat trio kembar," jawab Hakim
"Haha, kamu bisa aja Kim, ditanya balik tanya," saut Mansur
"Lagian Mas tanyanya aneh aneh," ucap Hakim
"Hahaha...." tawa semua
Melihat tawa dan ceria di keluarga kecilnya, Mansur sangat bersyukur dengan kehidupanya sekarang. Walaupun lika liku hidup selalu menerpa kehidupanya. Kesabaran Mansur dalam menghadapinya akhirnya mampu mengatasinya dan dapat membuahkan hasil. Mulai dari kesabaranya menerima pernikahan berlandaskan perjodohan yang mendadak, membimbing istri manjanya ke jalan yang benar, menjadi tulang punggung keluarga, membantu sahabatnya yang sedang dalam kesulitan. Akhirnya sekarang Mansur dan Istrinya hidup bahagia dan dikaruniai tiga anak kembar.
❤🌼 TAMAT 🌼❤
---------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga