
Setelah preman itu diringkus polisi, Yossy menangis melihat keadaan Melisa yang hanya mengenakan pakaian dalam. Yossy melepaskan jaketnya dan menyuruh Melisa memakai jaketnya.
"ini pakailah, tutupi bagian bawahmu dengan selimut, kamu sudah aman" ucap Yossy
"mengapa kamu menyelamatkanku? atau kamu sekarang mau menggantikan preman itu" tanya Melis
"aku mencintaimu, menikahlah denganku" jawab Yossy
"aku tidak mencintaimu" saut Melisa bohong
"aku ingin selalu melindungimu melisa, aku ingin selalu berada disampingmu dan aku ingin membuat kamu bahagia" ucap Yossy
Melisa terdiam tak menjawab ucapan dari Yossy. Melisa menangis karena merasa dirinya merasa tidak pantas untuk bersanding menjadi istri Yossy
"maaf, aku tidak pantas untukmu, masih banyak wanita yang lebih pantas untukmu" ucap Melisa
"kamu pantas menjadi istriku, aku tak peduli sama paman dan bibiku, mereka akan segera dipenjara karena telah menyelakaimu" jawab Yossy
"mengapa kamu mencintai gadis miskin sepertiku, apakah kamu masih akan melampiaskan dendamu itu?" tanya Melisa
"aku memang kecewa dengan kakakmu yang menghancurkan masa depan kakaku, tapi bukan berarti kamu harus disamakan dengan kakakmu, dendamku adalah masa laluku, cintaku adalah masa depanku. kamu wanita yang baik, jujur, sopan. itulah alasan mengapa aku jatuh cinta padamu" jawab Yossy
Melisa terdiam membisu tak merespon ucapan Yossy. Tidak ada percakapan antara mereka berdua dan suasna nampak hening. Melisa dan Yossy hanya saling menatap satu sama lain. Namun saat keduanya saling menatap terdengar seseorang akan masuk dalam kamar
"Ceklek" (bunyi pintu terbuka)
__ADS_1
Seseorang itu adalah Risma dan Mansur hendak masuk kedalam kamar. Namun Risma yang melihat kondisi Melisa diranjang langsung memberi kode pada Mansur untuk tidak masuk ke dalam kamar. Mansur yang membuntut dibelakang mengerti kode dari Risma. Mansur tidak ikut masuk kamar dan hanya menunggu di depan pintu kamar yang kembali ditutupnya
Risma terkejut melihat Yossy yang masih terus saling menatap dengan Melisa. Risma sangat geram dengan Yossy yang masih belum muhrim Melisa saling menatap. Apalagi Melisa hanya berpakaian jaket dari Yossy. Risma merasa geram dengan Yossy sontak langsung mengusir Yossy.
"Yossy, Melisa" sapa Risma
"Risma" jawab Melisa
"ris terima kasih kamu sudah nolong aku" jawab Yossy
"yos, sebaiknya kamu keluar deh, inget belum halal ,sekarang keluarlah aku bawa baju untuk Melisa" ucap Risma
"aku juga tahu ris batasan itu, lagian aku hanya habis meyelamatkanya melisa dari preman. jangan pikir aneh aneh" jawab Yossy
"ok ok aku keluar" jawab Yossy.
Setelah Yossy keluar dari kamar hotel hanya tersisa Risma dan Melisa saja di kamar. Risma membawa setelah pakaianua untuk diigunakan Melisa
"mel, aku ada pakaian untukmu, pakailah" ucap Risma
"hmm..." jawab Melisa
Melisa mengenakan pakaian casual berhijab warna merah maroon pemberian Risma.
Setelah mengenakan pakaian, Melisa mencurahkan isi hatinya pada Risma
__ADS_1
"ris, aku mau tau bagaimana pendapat kamu tentang yossy" ucap Melisa
"apakah kamu sudah tahu semuanya?" tanya Risma
"iya, dia ternyata punya dendam besar ke keluargaku, tapi sekarang dia mencintaiku, aku ragu jika dia menikahiku" jawab Melisa
"sebenarnya sebelum kenal kamu aku sama yossy sudah diceritaan masalah dendam kek dirimu itu, dia aja tampilanya cupu demi agar dekat dengan kamu" saut Risma
Melisa lagi lagi mengetahui kebenaran dibalik penampilan cupunya itu. Tanpa berpikir panjang Melisa bertanya pada Risma tentang kecocokanya dengan Yossy.
"Jika dia mau menikahiku, menurutmu aku menerima atau menolaknya?" tanya Melisa
"jujur sebenarnya dia itu lelaki yang baik. dia mencintaimu kok ngomongnya ke aku, sepertinya dia serius," jawab Risma
"apa aku harus menerimanya?" tanya Melisa
"aku tidak bisa memberikan jawaban, hanya dirimu yang memutuskanya semua itu, yakinlah dengan pilihanmu dari kata hatimu" jawab Risma
--------------
@@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga
__ADS_1