
Setelah membeli donat, Mansur dan Risma kembali ke rumah untuk sarapan bersama keluarga. Sesampainya dirumah Risma disambut hangat tiba tiba oleh Ike yang baru saja menyajikan makananya
"nona muda silahkan sarapan, tumis kangkung dan jus manggaya sudah siap, silahkan dinikmati" ucap Ike
"Terima kasih" jawab Risma datar
Pada saat sarapan, lagi lagi Bu Yanti melihat Ike berdiri menunggu kelurganya selesai makan. Bu Yanti tiba tiba memegang tangan Ike mengajaknya bergabung menyantap sarapanya bersama.
"Ike, kok masih saja berdiri , ayo ikut makan" ajak Bu Yanti
"Eh..iya nyonya" jawab Ike pasrah
Mansur, Risma, Bu Yanti, Pak Rudi dan Ike menyantap makananya bersama sama. Hari ini Bu Yanti merasa masakan Ike di meja makan terlalu banyak untuk sarapan. ada banyak menu dimeja makan yaitu sayur sop, tumis kangkung, semur jengkol, perkedel kentang, perkedel jagung dan jus mangga. Bu Yanti yang penasaran dengan masakan Ike yang terlalu banyak menu mencoba menanyainya
"Ike menu masakan yang kamu buat banyak sekali, kalau saya sih mending satu menu sarapan berkuah dan satu menu sarapan tidak berkuah saja sudah cukup, misal disini sayur sop dan perkedel kentang saja cukup, minumnya juga bisa air putih saja" ucap Bu Yanti
Ike melihat ekspresi kekecewaan Bu Yanti kepadanya karena memasak banyak menu bergidik kesal. Ike merasa Risma biang kerok dari alasan dirinya di ceramahi Bu Yanti. Ike tidak mau kalah, dirinya mengadu pada Bu Yanti tentang keinginan Risma memakan semur jengkol, tumis kangkung, perkedel jagung dan jus mangga
"Maaf nyonya sebenarnya saya tadi memasak sayur sop dan perkedel kentang saja, tapi tadi pagi nona muda ingin sarapan semur jengkol, tumis kangkung, perkedel jagung dan minum jus mangga" jawab Ike sembari melirik Risma
"Dasar..awas saja ya kamu, ART calon pelakor" batin Risma
__ADS_1
"Risma, kamu setidaknya hargai masakan orang, Ike sudah capek capek buat menu sarapan kamu ingin lebih, sesuatu yang berlebihan tidak baik, jangan diulangi lagi ya ris" saut Bu Yanti
"iya ma" jawab Risma datar
"risma, itu semur jengkolnya utuh, dan perkedel jagungnya masih banyak, kamu harus tanggung jawab habiskan" saut Pak Rudi
"iyess....rasain tuh nona angkuh" batin Ike
Degg
Risma terkejut membelakan matanya mendengar ucapan ayahnya. Risma terlihat bingung dengan apa yang harus dilakukan terhadap menu masakan yang masih utuh. Mansur menyadari istrinya bingung, mendekatkan kepalanya ketelinga Risma dan berbisik
"tenang saja, mas bantu kamu kok, jangan khawatir" bisik Mansur
10 menit kemudian, Bu Yanti dan Pak Rudi meninggalkan meja makan. Hanya tersisa Mansur, Risma dan Ike. Ike melihat keromantisan dari Mansur dan Risma memakan sisa makanan yang belum habis bersama sama. Ike bergidik kesal dan tidak suka dengan pemandangan didepanya. Tanpa berpikir panjang Ike memcah keheningan suasana romantis Mansur dan Risma
"tuan muda, nona muda apakah masakan saya enak" tanya Ike
"hmm...lumayan enak, terima kasih" jawab Risma
"terima kasih nona, kalau menurut tuan muda bagaimana rasa masakan saya?" tanya Ike
__ADS_1
"hmm..sama seperti yang dikatakan istri saya" jawab Mansur
Ike bergidik kesal lagi lagi dirinya kalah, Namun tak berselang lama Risma merasakan sakit perut setelah meneguk jus mangga.
"ah..mas aku ke kamar mandi dulu ya perutku tiba tiba sakit" ucap Risma memegangi perutnya
"apa perlu mas antar ke dokter habis ini?" tawar Mansur
"Tidak usah mas, mungkin aku tidak terbiasa makan dengan porsi banyak" tolak Risma
"hmm..mas antar kamu ya" ucap Mansur memegang bahu istriny
"iya mas, auhh...sakit sekali perutku" rengek Risma berjalan ke kamar mandi
Setelah Mansur dan Risma meninggalkan meja makan. Ike membereskan piring dan gelas sisa sarapan sembari tersenyum kemenangan
"Haha..iyess rencanaku berhasil, rasain tuh sakit perut juga si nona angkuh, itu adalah peringatan untukmu jangan macam macam kamu denganku, aku bisa melakukan hal lain yang lebih dari ini..hahaha..." batin Ike
-----------
@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga