
Dalam perjalananya menuju rumah, Yossy menatap Melisa terlihat lemas dan pucat. Yang ada dipikiran Yossy saat itu adalah kata kata Mansur yang menduga istrinya hamil. Yossy penasaran ingin membuktikan dugaan Mansur. Tanpa berpikir panjamg, Yossy langsung mampir di apotek untuk membeli testpeck.
10 menit kemudian. Sesampainya di apotek Yossy turun dari mobilnya ingin masuk kedala apotek. Namun baru saja membuka pintu mobil, Melisa menghentikanya.
"Kak, mau kemana?" tanya Melisa
"Aku mau beli testpeck untuk membuktikan dugaan Mas Mansur," jawab Yossy
"Dugaan kalau aku sedang hamil?" tanya Melisa
"Iya, kalau kamu beneran hamil. aku akan jadi Pamud dan kamu jadi Momud," jawab Yossy
"Apa itu?" tanya Melisa
"Papi muda dan Mommy muda," jawab Yossy
"Hah? Kok papi sama mommy. nggak Ibu sama ayah aja?" saut Melisa
"Gak apa apa, apa ada yang salah?" tanya Yossy
"Tidak ada sih tapi apa tidak berlebihan?" saut Melisa
"Yah, padalan aku ingin sekali. terserah kamu deh," jawab Yossy
Melisa yang melihat Yossy sedih dan murung merasa bersalah. Melisa tidak ingin meliha Yossy sedih akhirnya menyetujui panggilan itu.
"Ya udah deh, aku tidak keberatan panggilan itu.tapi jangan kecewa jika aku gak hamil ya Kak," jawab Melisa
"Baiklah, aku tidak marah kok, misal kamu gak hamil kita masih bisa berusaha dan berdoa. sekarang aku beli testpeck dulu" saut Yossy
"Iya Kak," jawab Melisa
Yossy keluar dari mobil kemudian berlari memasuki apotek untuk membeli tespeck.
5 menit kemudian, Yossy kembali masuk dalam mobil lalu menunjukan tespeck yang dibelinya kepada Melisa.
"Mel, ini aku udah beliin testpeck untukmu. kata mbak mbaknya tadi habis bangun tidur kamu cek urine kamu dengan testpeck," ucap Yossy
"Iya Kak, aku mengerti," jawab Melisa
"Mel, sebelum aku melajukan mobil ini aku mau mengatakan sesuatu kepadamu," ucap Yossy
"Ada apa Kak," jawab Melisa
__ADS_1
"Aku mau merubah kebiasaan kita dalam Undang Undang rumah tangga kita," ucap Yossy
"Undang undang rumah tangga kita? aku sungguh merasa asing," jawab Melisa
"Ok, aku jelasin undang undang rumah tangga itu aku yang membuatnya dan kamu harus menyetujuinya," ucap Yossy
"Kakak jangan aneh aneh deh," saut Melisa
"Baiklah aku langsung mulai, undang undang rumah tangga kita ini berlaku setelah memang terbukti dirimu hamil," ucap Yossy
"Baiklah aku mendengarnya," jawab Melisa
"Kebiasaan yang aku maksud adalah masalah panggilan. pihak suami dan istri merubah panggilanya. panggilan suami ke istrinya menjadi mommy, sementara panggilan istri ke suaminya menjadi papi," ucap Yossy
"Eits, kok gitu sih? aku merasa aneh," jawab Melisa
"Aku juga merasa aneh, tapi aku ingin kita berdua membiasakanya, sekarang panggil aku papi," saut Yossy
"Harus dimulai sekarang?" tanya Melisa
"Iya dong," jawab Yossy
Melisa hendak mengatakan panggilan itu pada suaminya tapi dirinya merasa malu dan juga merasa lucu. sehingga hal itu membuatnya harus menahan tawa. Yossy yang saat itu melihat Melisa menahan tawanya langsung menanyainya.
"Lha? Kok kamu malah mau ketawa. ayo dong panggil aku papi," ucap Yossy
"Coba saja, aku ingin mendengarnya," ucap Yossy
"Kakak duluan aja deh," jawab Melisa
"Lho kok aku yang duluan, ayo panggil aku papi," saut Yossy
"Pokoknya kakak dulu yang harus mulai" jawab Melisa
"Lha kan aku yang buat peraturan," saut Yossy
"Tapi aku yang mengesahkan dan menyetujuinya," jawab Melisa
"Suatu persetujuan tidak akan ada jika tidak ada peraturan. hayo..." saut Yossy
"Dan suatu peraturam tidak akan berjalan jika tidak ada penyetujuan dan pengesahan, hihi..." jawab Melisa
Tidak ingin berdebat dengan Melisa akhirnya Yossy memilih untuk mengalah.
__ADS_1
"Ok Baiklah. aku mengalah. aku akan mulai duluan. tapi kamu diem. jangan bikin aku ketawa," ucap Yossy
"Iya, aku akan diam," jawab Melisa
Yossy sebenarnya saat itu sama halnya dengan Melisa merasa agak malu dan lucu. Tapi Yossy ingin membiasakan panggilan itu untuk meningkatkan hubungan dan keharmonisan rumah tangganya saat punya anak nanti. Tanpa ragu Yossy memulai memanggil Melisa dengan sebutan panggilan yang telah disepakati.
"Mommy, hari ini kamu cantik sekali," ucap Yossy
"Hahaha..." ( Melisa tertawa)
"Lho, kok malah diketawain?" tanya Yossy
"Telingaku geli kah dengernya, rasanya aneh," jawab Melisa
"Aku sudah melalukanya, sekarang gantian panggil aku papi," ucap Yossy
"Baiklah, tapi janji jangan ketawa," jawab Melisa
"Udah ayo mulai," ucap Yossy
"Aku mengumpulkan keseriusanku dulu, beri aku sebentar untuk tertawa," jawab Melisa
"Udah ayo cepetan, aku ingin mendengarnya," saut Yossy cemberut
"Papi.... jangan suka ngambek nanti gantengnya ilang," ucap Melisa
"Hahaha.."(Yossy tertawa)
"Hahaha...iya kan ujungnya ikut ketawa. bibir kita masih kaku dan telinga rasanya geli," ucap Melisa
"Iya benar, aku coba lagi nanti kamu bales ya," ucap Yossy
"Hmm...baiklah," jawab Melisa
"Mommy..." sapa Yossy
"Papi...." saut Melisa
"Hahahaha....."(Melisa dan Yossy tertawa)
--------------
@@@@@
__ADS_1
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga