Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
225. KESERUAN BAYI KEMBAR 3


__ADS_3

10 Bulan kemudian,


Bayi kembar Risma saat ini berusia 10 bulan. Mereka bertiga masih merangkak dan belajar berdiri. Mereka bertiga sangat lucu dan menggemaskan. Risma dan Mansur tentunya kewalahan merawat tiga bayi kembarnya itu. Bahkan lucunya Hasan anak pertama mereka mengencingi Mansur saat digantikan pakaian.


"Cur...."(Baby Hasan kencing)


"Aduh, Bang Hasan kok ayah dikasih hadiah air mancur," ucap Mansur


"Ayah kelamaan pakain Hasan celana, Hasan gak tahan, jadi cur aja kaya air mancur kena ayah," jawab Risma dengan suara dibuat buat


Hasan hanya tertawa melihat dada ayahnya yang terkena kencingnya. Mansur yang kesal saat itu hanya bisa tertawa menggelitiki perut Hasan. Risma hanya bisa tertawa melihat Mansur yang terkena jurus air pancur Hasan. Mansur yang melihat Risma menertawainya dalam hatinya berharap Risma dikencingi Hanna. Risma saat itu memangku Hanna yang rewel. Namun tanpa Risma duga tiba tiba pahanya merasa basah karena Hanna ikut terkecing.


"Eh, Hanna kok paha Ibu rasanya anget, kamu kencing ya gak bilang bilang," ucap Risma


"Hanna kebelet bu, jadi paha ibu basah," jawab Mansur dengan suara dibuat buat


Karena masih kecil tentunya Hanna hanya bisa tertawa memperlihatkan giginya yang mulai tumbuh. Mansur melihat Risma yang terkena kencing dari Hanna merasa puas dan impas.


"Hanna, kamu anak pinter, Ibu tadi ngetawain ayah gara gara ayah kena kencing Bang Hasan. ternyata Hanna gak kalah sama Bang Hasan ngencingin Ibu juga. bikin ayah ganti ngetawain Ibu," saut Mansur


"Wah, ayah gantian ngetawain Ibu gara gara Hanna si bungsu yang gembul," jawab Risma


"Haha..ayah berterima kasih padamu Hanna, si bungsunya ayah memang hebat," ucap Mansur


"Wah Mas, tinggal Hanin yang belum kasih jatah pipis. dia masih tidur anteng banget. kira kira yang dapat hadiah dari Hanin aku atau kamu mas?" tanya Risma

__ADS_1


"Kita lihat saja nanti," jawab Mansur


"Kayaknya kamu deh Mas," ucap Risma


"Eits belun tentu," jawab Umar


Kebetulan saat itu Hakim dan Aisyah berkunjung ke rumah Mansur karena anaknya Fatimah ingin melihat adiknya.


"Mas, Fatimah mau main sama adeknya," ucap Hakim


Mansur menoleh kearah Fatimah. Dengan senang hati Mansur mengizinkan keponakanya bermain dengan anaknya.


"Fatimah, sini main sama Hasan dan Hanna, tapi Hanin masih bobok," ucap Mansur


"Iya Pakde," jawab Fatimah


"Eh, tubuhku serasa ada siraman rohani air hangat," ucap Hakim


"Ayah, Hanin ngompol ayah gendong," saut Fatimah


"Hahaha" (semua tertawa)


"Mas, berarti impas, Hanna adil banget. Hasan ngencingin Mas, Hanna ngencingin aku, Eh si Hanin ngencingin pamanya," ucap Risma


"Hanin, kok tega banget sama paman," jawab Hakim

__ADS_1


"Wah, selamat ya kim, dapat hadiah dari Hanin," ucap Mansur


"Waduh, untung Hanin cantik kaya Fatimah, pipinya gembul. jadi pingin gigit pipinya," saut Hakim


"Ayah, Hanin jangan digigit, kasihan Hanin," protes Fatimah


"Biarin ayah gigit, ayah gemes sama Hanna. Hanin kaya kamu pas kecil dulu ayah uyel uyel," jawab Hakim


Hakim mengganti pakaian Hanin dengan telaten. Setelah mengganti pakaian Hanin, Hakim yang merasa gemas dengan Hanin menggelitiki perut Hanin dengan dengan kepalanya.


Hanin tentunya tertawa melihat ulah pamanya. Fatimah saat itu senang melihat adiknya yang tertawa dan merangkak. Apalagi melihat Hanna anak bungsu dari Mansur dan Risma yang tidak berhenti mengoceh. Fatimah mengajarkan ciuman pada adiknya Hanna. Namun bukan ciuman yang didapatkan Fatimah melainkan gigitan dihidungnya. Gigitan Hanna yang mengenai hidung Fatimah sontak membuat Fatimah menangis.


"Huaahhh...."(Fatimah menangis)


"Kak Fatimah, Hanni minta maaf ya karena masih belajar cium kakak, Hanna udah tumbuh gigi lho kak coba kakak lihat gigi Hanna," ucap Risma dengan suaranya dibuat buat


"Fatimah adeknya masih kecil, Fatimah nggak malu nangis dilihatin Hasan, Hanin, sama Hanna," saut Aisyah


"Nggak, Fatimah udah gak nangis lagi," ucap Fatimah


Fatimah langsung mengucek matanya terdiam tak menangis lalu melihat gigi Hanna yang baru tumbuh. Fatimah mencium pipi dan bibir Hanna sebagai bentuk rasa kesalnya digigit tadi.


--------------


@@@@@

__ADS_1


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2