
---- Di Rumah Umar dan Sarah -----
Di pagi hari yang cerah, Sarah terbangun dari tidurnya kemudian bergegas berjalan ke kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Sarah melihat bercak darah yang ada di celana da*** nya. Sarah mengingat hari ini adalah hari pertama siklusnya datang bulan. Tanpa berpikir panjang Sarah mengambil pembalut di laci kamar kemudian kembali ke kamat mandi.
Didalam kamar mandi, Sarah mengingat kata kata Umar yang tergiang dipikiranya ingin sekali memiliki anak. Namun melihat kondisinya sekarang datang bulan Sarah merasa bersalah pada Umar.
"mas, maafin aku mas, aku masih belum bisa memberikan kabar baik untuk mas, hari ini aku bikin mas kecewa" ucap Sarah lirih
Setelah mandi, Sarah memasak sarapan di dapur kemudian setelah semua siap Sarah berjalan menuju kamar. Di kamar Sarah melihat Umar yang masih tertidur di ranjang memeluk Namira. Sarah terharu dengan keluarga kecilnya yang nampak harmonis, namun dibalik keharmonisan itu dirinya merasa bersalah karena merasa belum bisa membahagiakan keluarganya.
Sarah yang tadi sempat melamun, kemudian sontal tersadar dirinya membangunkan Umar dan Namira untuk sarapan
"mas bangun mas.." ucap Sarah
"Namira, bangun sayang..udah siang nih" lanjut Sarah
Umar dan Namira bangun bersamaan kemudian terduduk sejenak mengumpulkan nyawa. Namira hari ini sangat malas bangkit dari ranjang tidurnya. Karena merasa malas, Namira melingkarkan tanganya di leher Umar isyarat meminta gendong. Sementara Umar yang melihat tingkah Namira langsung tersenyum dan mencoba menanyainya.
"Namira, kok gelantungan di leher ayah?" tanya Umar
"ayah, Namira malas pergi sarapan" jawab Namira
"minta gendong ayah nih. apa gak sebaiknya Namira mandi dulu?" ucap Umar
"tapi Namira malas ayah" jawab Namira
__ADS_1
"coba Namira lihat muka ibu, ibu kecewa tuh sama Namira karena lagi malas malasan" goda Umar
Sarah yang melihat perlakuan Umar merayu gadis kecilnya agar tidak malas membuatnya tersenyun. Tanpa berpikir panjang, Sarah mengikuti alur rencana Umar untuk menyuruh Namura ke kamar mandi. Sarah akhirnya berpura pura kecewa menampilkan wajah cemburutnya dihadapan Namira. Namira lansung beranjak pergi menuju kamar mandi
"ibu jangan marah, aku mau mandi sekarang" ucap Namira berlari ke kamar mandi
Umar dan Sarah tertawa melihat gadis kecilnya berlari menuju ke kamar mandi. Setelah tak melihat penampakan Namira di dalam kamar, Umar mendekati Sarah tanpa izin mengecup bibir Sarah
"cup" (Umar mengecup bibir Sarah)
Sarah merasa terkejut dan tersipu malu dengan perlakuan Umar. Sarah akhirnya beregas keluar dari kamar dengan wajah merahnya karena malu. Namun baru saja Sarah hendak melangkah, Umar menarik tangan Sarah hingga akhirnya mereka berpelukan.
"mau kemana?" tanya Umar
"mas, aku mau nyiapin sarapan" jawab Sarah
"Tapi mas.." ucap Sarah
"sstt...jangan menolak" potong Umar
Umar mulai memeluk erat tubuh Sarah dan menciumi bibir dan pipi Sarah. Dirinya juga menggerayangi gunung kembar Sarah hingga akhirmya Umar menurunkan tanganya kebawah. Saat tanganya menyentuh bagian bawah Sarah, dirinya merasakan memegang benda aneh
"Hah, benda apa ini? apa dia datang bulan" batin Umar
Sarah merasakan Umar memegang pembalut yang dirinya sekarang pakai. Sarah melihat Umar dengan wajah heranya seketika dirinya merasa bersalah. Tanpa berpikir panjang Sarah meminta maaf pada Umar
__ADS_1
"mas, maaf aku hari ini datang bulan" ucap Sarah
"tidak apa apa dek, pas memegang benda itu mas sudah mengira kamu datang bulan, maafin mas tadi lancang" jawab Umar
"mas, aku minta maaf mas, aku belum bisa memberikan keluarga kecil ini anak, aku belum bisa memberikan kebahagian untuk kalian" ucap Sarah menangis
Melihat Sarah yang menangis Umar langsung memeluknya dan mencoba menenangkanya.
"dek, jangan nangis, mas bahagia kok hidup bersamamu, Allah masih belum kasih kita rezeki" ucap Umar
"mas, aku telah mengecewakanmu mas" saut Sarah
"ssst..sudah jangan menangis, mas nggak kecewa dan mas nggak marah, kita hadapi semua ini bersama sama, kita sebagai hamba Allah hanya bisa berusaha dan berdoa. semoga Allah memberikan kepercayaan pada kita" ucap Umar
"amin mas, terima kasih, aku mencintaimu mas" jawab Sarah
"aku juga mencintaimu dek, sekarang mas mau mandi dulu, sepertinya Namira mandinya udah mau selesai" saut Umar
"iya mas, aku akan bersiap siap menyajikan sarapan di meja makan" jawab Sarah
-----------
@@@@
Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!
__ADS_1
Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga