Kesabaran Cinta Pak Ustadz

Kesabaran Cinta Pak Ustadz
53. PASCA CIUMAN PERTAMA


__ADS_3

----- Di Rumah Mansur dan Risma -----


Risma berlari menuju dapur dan segera memasak tumis kangkung. Saat Risma memotong bawang merah, Risma teringat bayang bayang Mansur menciumnya. Ciuman itu merupakan ciuman pertama Risma. Walaupun Risma pernah berpacaran, dirinya tidak pernah dicium oleh seorang pria. Risma merasakan entah mengapa dirinya merasa nyaman saat Mansur menciumnya. Risma tidak menyadari dirinya membayangkan ciuman pertamanya kondis mengiris bawang merah hingga akhirnya jari telunjuk Risma teriris


"Auhhh" teriak Risma


Dari halaman rumah, Mansur mendengar suara teriakan Risma sepertinya terjadi sesuatu. Mansur berlari menuju dapur menghampir Risma. Sesampainya di dapur Mansur membelakan matanya terkejut melihat Risma kesakitan mengelap tanganya dengan kain.


"risma, sini berikan tanganmu" ucap Mansur panik


"aku hanya teriris sedikit mas, tidak apa apa" jawab Risma


"sini cepat...mana tanganmu, darah ditanganmu terus mengalir" saut Mansur


Risma pasrah memberikan tanganya yang terluka dipegang Mansur. Tanpa aba aba, Mansur memasukan jari telunjuk Risma kedalam mulutnya untuk menghisap darah yang mengalir lalu memuntahkanya di wastafel.


Risma merasa geli, namun beberapa menit kemudian darah yang mengalir ditangan Risma berhenti setelah dihisap oleh Mansur. Setelah darah di jari telunjuk Risma berhenti mengalir, Mansur mengambil kotak P3K lalu menutup luka Risma dengan betadine dan hansaplas. Risma merasa Mansur berlebihan memberlakukanya padahal cuma sedikit teriris pisau akhirnya Risma menegus suaminya yang dianggapnya berlebihan


"mas, kamu jangan berlebihan gini dong, aku tidak apa apa" ucap Risma


"kamu bilang ini tidak apa apa? tanganmu berdarah tadi" jawab Mansur

__ADS_1


"mas, cuma sedikit aja kok" saut Risma


"ris, pokoknya mas tidak mau kamu terluka, mas khawatir" jawab Mansur


"hmm..iya mas, aku minta maaf buat mas khawatir, terima kasih mas sangat perhatian sama aku" saut Risma


"mas ini suamimu, mas akan selalu menjaga dan melindungimu, tidak usah sungkan sama mas" ucap Mansur


"hmm..iya mas aku akan lanjut memasak" jawab Risma


"tangan kamu habis terluka, biar mas hari ini yang masak" saut Mansur


"tapi mas.." ucap Risma


"hmm..baik" saut Risma


Risma sebenarnya ingin melanjutkan memasak tumis kangkung tetapi Mansur tidak memperbolehkanya. Risma sudah berusaha membujuk Mansur agar dirinya tetap melanjutkan memasak, namun akhirnya Risma mengalah menuruti ucapan suamiya yang keras kepala.


20 menit kemudian


Mansur menyajikan tumis kangkung buatanya di meja makan. Risma melihat tumis kangkung buatan Mansut sedikit berbeda, terdapat ceker dan kepala ayam dalam tumis kangkung buatan Mansur.

__ADS_1


Risma tersenyum dan merasa aneh. Risma tidak pernah melihat tumis kangkung terdapat campuran ceker dan kepala ayam. Mansur melihat istrinya tersenyum geli melihat masakanya. Mansur akhirnya memecah keheningan menegur Risma yang tersenyum senyum sendiri


"ris, ada apa? senyum senyum lihat masakan mas" tanya Mansur


"mas, ini resep dari mana?" tanya balik Risma


"ini resep dari mas, mas kan sudah bilang ini tumis kangkung spesial buat istri mas" jawab Mansur


"seumur hidupku, aku baru kali ini lihat ceker dan kepala ayam bersatu dalam tumis kangkung" saut Risma


"hmmm..seperti cinta kita, makanan favoritmu dan favorit mas bersatu" jawab Mansur


"ih..mas bisa aja..ya sudah sekarang ayo kita makan" saut Risma


Mansur dan Risma akhirnya menyantap tumis kangkung ceker dan kepala ayam bersama. Sejak kecil Risma memang menyukai tumis kangkung sementara Mansur menyukai ceker dan kepala ayam.


-----------


@@@@


Yuk dukung author dengan like, coment dan vote novel ini !!!!

__ADS_1


Like, Coment dan Vote kalian sungguh berharga


__ADS_2