
Elbara yang baru saja menyelesaikan meeting nya, lantas terlihat langsung melajukan mobil miliknya menuju ke arah Resto milik Akila untuk melihat perkembangan pembukaan Resto Akila. Seulas senyum terbit dari wajah Elbara ketika ia melirik sekilas ke arah kursi pengemudi, di mana di sana terdapat buket bunga cantik yang khusus Elbara siapkan untuk Akila.
"Sebuah buket bunga spesial untuk orang yang spesial." ucap Elbara dengan senyum yang mengembang sambil terus melajukan mobilnya menuju ke arah Resto milik Akila.
.
.
Beberapa menit berkendara, Elbara yang baru saja sampai di Resto milik Akila lantas langsung memarkirkan mobilnya tepat di halaman depan. Dengan perlahan kemudian mulai turun dari mobil dan bersiap untuk masuk sambil membawa buket bunga tersebut di tangannya.
Elbara yang memasang wajah tersenyum dengan lebar, lantas mulai melangkahkan kakinya hendak masuk ke area dalam Resto, namun terhenti ketika tanpa sengaja Elbara seperti melihat Akila tengah berdiri menatap ke sebuah mobil yang berhenti di bahu jalan tepat di hadapannya melalui tembok kaca Resto. Melihat hal tersebut, tentu saja langsung membuat Elbara dengan spontan berbalik badan dan menatap ke arah Akila yang kini terlihat masuk ke dalam mobil tersebut.
Pikiran aneh mendadak terlintas di benaknya dengan tiba tiba, membuat Elbara lantas langsung berlarian hendak menyusul Akila, namun baru beberapa kali melangkah Elbara terlihat menghentikan langkah kakinya ketika deringan ponsel miliknya terdengar di telinganya.
Elbara yang kesal akan nada suara ponselnya, lantas semakin di buat kesal ketika melihat si penelpon adalah Arga asistennya. Dengan berdecak kesal Elbara kemudian lantas menggeser ikon berwarna hijau pada layar ponsel miliknya.
"Halo" ucap Elbara dengan nada yang ketus, membuat Arga yang mendengar ucapan ketus dari Elbara barusan sedikit mengerutkan keningnya dengan bingung.
"Em... maaf tuan saya hanya ingin menanyakan keberadaan anda karena sebentar lagi anda ada agenda jamuan makan siang bersama direktur umum PT Indo Surya." ucap Arga dengan nada yang sedikit ragu karena ia tahu bahwa Elbara tengah kesal saat ini.
Mendengar ucapan asistennya itu tentu saja semakin membuat Elbara kesal bukan main. Pikirannya kini bahkan sudah tidak lagi tenang dan terus kepikiran dengan Akila. Elbara yang menganggap panggilan dari Arga penting ketika mendengar alasan Arga menelponnya lantas langsung mendengus kesal.
__ADS_1
"Jika aku tidak ada di sana maka batalkan saja, mengapa kau masih saja mengganggu ku?" ucap Elbara dengan kesal ketika Elbara hanya menganggap masalah ini sepele, padahal jika sampai kontrak ini gagal sudah bisa di pastikan kerugian yang akan di tanggung oleh Elbara mencapai milyaran juta rupiah.
"Tuan ini adalah agenda penting, jika anda melewatkannya maka nanti anda..." ucap Arga namun keburu di potong oleh Elbara yang tahu bahwa Arga akan mengatakan apa.
"Rugi ya biarlah rugi, lagipula hidup hanya sekali jika aku melewatkan kesempatan ku kali ini maka aku yang akan menyesal." ucap Elbara dengan nada yang kesal.
Elbara yang sudah tidak ingin lagi mendengar sanggahan dari Arga, lantas langsung mematikan sambungan telponnya begitu saja tanpa memperdulikan bahwa Arga tengah berbicara padanya. Elbara yang baru saja mematikan sambungan teleponnya, lantas langsung bergegas melangkahkan kakinya ke arah tujuan utamanya yaitu mengejar Akila.
Dengan bergegas Elbara mulai mengambil langkah kaki yang lebar menuju ke arah mobil berwarna hitam metalik tersebut yang di parkir tidak jauh dari Resto milik Akila.
"Aku tidak akan mengizinkan Delvano kembali menyentuh ataupun menyakiti mu Ki... itu janji ku." ucap Elbara sambil terus melangkahkan kakinya menuju ke arah mobil tersebut.
Rani yang sedari tadi menunggu di depan mobil, melihat seorang pria melangkahkan kakinya dengan bergegas lantas langsung berusaha menghalangi pria itu agar tidak sampai mengganggu bosnya. Elbara yang di halangi oleh Rani sama sekali tidak gentar dan langsung menggeser tubuh kecil itu agar berpindah ke samping dan menjauh darinya.
"Diam dan jangan menghalangi jalan ku!" ucap Elbara dengan nada yang ketus sambil menggeser tubuh Rani agar pergi dari hadapannya.
Rani yang kalah tenaga, lantas hanya bisa pasrah melihat Elbara mendekati mobil bosnya. Sedangkan Elbara yang memang sudah geregetan kemudian berusaha menggedor kaca mobil Delvano dan meminta Akila untuk keluar dari sana.
Dok dok dok
"Keluar dari sana pengecut!" ucap Elbara dengan nada yang meninggi sambil terus berusaha menggedor pintu maupun kaca mobil Delvano.
__ADS_1
Elbara yang tak kunjung melihat kaca mobil milik Delvano terbuka, lantas langsung menatap ke arah sekeliling mencoba mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk membuka ataupun memecahkan kaca mobil milik Delvano. Sedangkan Rani yang melihat aksi Elbara sudah semakin menggila, lantas langsung berusaha mencegah laki laki itu agar tidak sampai berbuat macam macam. Dengan sekuat tenaga Rani berusaha untuk menahan tangan Elbara agar tidak sampai membuat onar ataupun kerusakan pada mobil bosnya. Pada akhirnya tarik menarik antara Elbara dan juga Rani tidak dapat terhindarkan lagi di tengah teriknya sinar matahari yang tepat berada di atas kepala mereka berdua saat ini.
Di saat Elbara dan juga Rani tengah terlibat tarik menarik dengan posisi Elbara yang memegang batu di tangannya, perlahan lahan pintu mobil milik Delvano lantas terbuka dan memunculkan Akila yang mulai melangkahkan kakinya keluar dari sana, sedangkan Delvano keluar dari pintu sebelahnya.
Elbara yang melihat Akila baru saja keluar lantas langsung menghempaskan tangan Rani sambil membuang batu di tangannya, kemudian melangkahkan kakinya mendekat ke arah Akila saat ini.
"Apa kamu baik baik saja Ki? di mana dia menyakitimu? katakan padaku Ki!" ucap Elara khawatir sambil melihat setiap inci tubuh Akila.
Akila yang mendengar ucapan dari Elbara barusan lantas langsung menggeleng dengan pelan, sedangkan Delvano yang melihat ekspresi lebai yang di tunjukkan oleh Elbara pada Akila, membuat Delvano langsung memutar bola matanya dengan jengah.
"Aku hanya meminta maaf kepada Akila tidak lebih, jadi jangan terlalu berlebihan seperti itu!" ucap Delvano dengan nada yang santai namun langsung membuat Elbara dengan spontan menatap tajam ke arahnya.
"Sebaiknya kita pergi dari sini Ki... pelanggan mu sudah mengantri di dalam menunggu mu." ucap Elbara kemudian sambil mengajak Akila melangkahkan kakinya meninggalkan Delvano, hanya saja sebuah ucapan Delvano yang tiba tiba lantas kembali menghentikan langkah kaki Elbara dan juga Akila.
"Aku harap kamu memikirkannya kembali Ki... kita bisa memulainya lagi dari awal." ucap Delvano dengan nada setengah meninggi seakan sengaja agar Akila mendengarkannya.
Elbara yang mendengar ucapan Delvano lantas langsung mengepalkan tangannya kemudian berbalik badan dan mencengkram kerah baju Delvano dengan erat.
"Jangan harap kau bisa kembali bersama dengan Akila!" ucap Elbara dengan nada yang penuh penekanan.
Bersambung
__ADS_1