Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 56


__ADS_3

Sejujurnya Ana merasa sedih dengan


kalimat yang baru saja Syakira lontarkan padanya, seakan menyadarkan ia dari


kenyataan yang ada, hatinya tercubit karena ia belum bisa menjadi ibu yang baik


bagi Syakira dan harus membuat Syakira merasakan kesulitan dan kesusahan yang


harus di tanggungnya.


Sebelum menjawab pernyataan Syakira,


untuk sejenak Ana mengambil nafas dan menghembuskan perlahan beberapa kali,


untuk menenangkan hatinya yang tengah di liputi emosi yang tak kuasa ia pendam


lagi rasanya dan tangis yang siap tumpah kapan saja.


Setelah merasa dirinya cukup tenang,


Ana pun mulai menjawab kembali pernyataan Syakira yang tadi di lontarkannya.


"Sayang, bunda tau.. bunda minta


maaf, maaf gak bisa menuhi kebutuhan Syakira seperti seharusnya hingga Syakira


terpaksa harus tidak di perbolehkan ikut ujian dan masuk sekolah kembali,


maafkan bunda ya. Maaf karena bunda Syakira harus bekerja dan merasakan


kesulitan yang tak seharusnya kamu rasakan di usia anak Sepertimu, maafkan


bunda. Bunda hanya ingin Syakira fokus belajar bukan bekerja sebenarnya, tapi


bunda sendiri lupa atas kenyataan yang ada bila keadaan kita seperti ini dan


mungkin kamu harus ikut bunda bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan bisa


melanjutkan sekolah kembali, tapi sungguh bunda tidak ingin melihat kamu


bekerja kepayahan seperti ini.


Bunda ingin kamu seperti anak lain


yang fokus belajar sayang, bukan bekerja seperti ini.


Maafkan bunda ya, maaf..maaf bunda


belum bisa menjadi ibu yang terbaik untukmu." ujar Ana yang perlahan tak


mampu lagi menahan tangisnya.


"Bunda, ini bukan salah bunda.


Bunda gak harus minta maaf kepada Syakira seperti ini. Kita harus berjuang dan


bekerja sama sama bunda untuk memenuhi kebutuhan kita dan Syakira gak papa,


karena semenjak kecil Syakira juga sudah tau dan menyadari bagaimana kondisi


kita." ucap Syakira, yang berhenti sejenak untuk mengambil nafas.


"Bunda, Syakira gak papa Syakira


gak bisa bermain seperti teman teman Syakira asalkan Syakira bisa bantu bunda


bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita dan jika bisa Syakira juga ingin dan bisa


melanjutkan sekolah karena dengan begitu, bila kelak Syakira jadi orang


berhasil bisa membahagiakan Bunda." ujar Syakira kembali dengan berusaha


tersenyum di tengah tangisnya.


"Sayang,... terimakasih sudah mau


memahami dan mengerti kondisi bunda." ujar Ana yang segera memeluk


Syakira.


"Sama sama Bunda, kita berjuang


bareng ya Bunda." ujar Syakira yang memeluk Ana kembali.


Sebelum melanjutkan ucapannya, Ana


menarik nafas sejenak, untuk mencari pasokan oksigen agar sesak yang ia rasakan


perlahan mereda.


Terlebih kalimat selanjutnya yang akan


ia ucapkan pada Syakira, sejujurnya bukan hal mudah untuk ia lontarkan dan


jalani nantinya.


"Sayang, bunda janji akan


bahagiakan kamu. Dan bunda janji bagaimana jika dalam waktu dekat ini kita ke


kota untuk bertemu ayah?" ujar Ana kembali.


"Enggak, Syakira gak mau Bunda.


Buat Syakira ayah sudah mati, mati di hati Syakira, karena ayah keadaan kita


harus seperti ini.


Syakira tidak ingin bertemu ayah, buat

__ADS_1


apa? toh selama ini ayah juga tidak pernah peduli dengan kita dan memenuhi


kebutuhan kita kan?" ujar Syakira, yang tanpa sadar membuat hati Ana


seakan tercubit dan teriris.


"Sayang..." Ana pun memeluk


Syakira, karena ia tak kuasa berkata kata untuk mengucapkan sesuatu, membalas


perkataan Syakira.


Begitupun Syakira segera memeluk Ana


kembali.


Ana memilih memeluk Syakira agar


Syakira tak mengetahui ia menangis,


tanpa Syakira tau, Ana menangis dalam


diam, dalam pelukan Syakira.


Ana bingung, jujur ia harus berkata


apa pada Syakira, karena ia tak mungkin menjelaskan segalanya pada Syakira.


Baginya Syakira masih terlalu kecil


untuk memahami segalanya.


Syakira masih terlalu kecil baginya,


untuk mengetahui segalanya.


Ana takut mental dan hati Syakira


terguncang, tak kuat ketika mengetahui Kenyataan yang sebenarnya.


Sejujurnya Ana, ingin memberitahukan


kepada Syakira mengenai kesalahan yang pernah ia lakukan agar Syakira bisa


belajar dari kesalahan yang pernah ia perbuat dan agar Syakira tak seperti


dirinya, yang salah dalam mengambil tindakan dan keputusan.


Karena Ana tak ingin Syakira tumbuh


dalam rasa benci dan dendam.


Sejujurnya Ana pun tak ingin Syakira


membenci ayahnya sendiri,


Namun Ana pun juga tak mungkin


kenyataan yang ada, Ana takut Syakira malu mempunyai ibu seperti dirinya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Setelah pembicaraan Ana kala itu dengan Syakira yang berencana mengajaknya ke


kota untuk bertemu ayahnya harus Ana tunda karena Syakira yang tak menginginkan


bertemu ayahnya.


Berulangkali Ana mencoba membujuk dan


memberikan pengertian ke Syakira, namun Syakira tetap tidak menginginkan ke


kota dan bertemu ayahnya.


Syakira juga mengatakan pasti akan


sangat merindukan desa ini.


Hingga Ana pun memutuskan menetap di


desa tersebut dulu dengan ia juga Syakira yang harus bekerja untuk memenuhi


kebutuhan mereka dan agar Syakira bisa menyelesaikan sekolahnya hingga ia lulus


SD kelas 6.


Ana memberikan waktu untuk Syakira


menenangkan dirinya, mencoba memahami keadaan yang ada dan agar Syakira


menyiapkan hati juga mentalnya untuk bertemu ayahnya dan untuk Syakira


menyelesaikan sekolahnya hingga selesai.


Setelahnya Ana berencana akan memberi


Syakira pengertian kembali dan agar mereka segera ke kota untuk bertemu Ferdi


dan meminta pertanggung jawabannya sebagai seorang ayah.


Hingga setelah Syakira lulus SD, Ana


pun mencoba memberikan Syakira pengertian dan mereka pun segera pergi ke kota.


***********


Setelah hampir 6 tahun mondok di


pesantren, Bintang pun berencana untuk melanjutkan pendidikannya di unervesitas

__ADS_1


yang ia inginkan dengan jurusan yang sudah ia pilih.


Begitupun dengan Bulan, setelah lulus


SMA, ia ingin meneruskan kuliahnya.


Sedangkan Afnan kini, ia sudah


beranjak remaja.


David pun saat ini telah menjadi dosen


di salah satu unervesitas ternama.


**************


Bukan hal mudah bagi Ana kembali lagi


ke kota ini, harus berdamai dengan masa lalu dan keadaan yang ada.


Bagaimanapun karena masa kelam itu


terlahirlah Syakira yang kini hidupnya tak menentu dan merasakan kesusahan


seperti dirinya.


Kini ia harus kembali, mempertemukan


Syakira dengan ayahnya, ayah yang tak pernah mengharapkan kehadirannya.


Berat baginya, bagaimana mungkin


memberitahukan Ferdi mengenai keberadaan Syakira, sedangkan Syakira sendiri tak


pernah di akui dan di harapkan oleh ayahnya.


Rasanya hanya menuai kecewa bila ia


harus memohon dan meminta Ferdi untuk mengakui keberadaan Syakira dan


menyayanginya.


Rasanya pun percuma, karena Ferdi


takkan mau mengakuinya.


Ana juga tak ingin akan menambah


kebencian di hati Syakira bila ia tau bagaimana ayahnya yang tak pernah


mengharapkan keberadaannya dan mengakuinya.


Tapi Ana juga tak ingin Ferdi lepas


tanggung jawab dan membiarkan anaknya merasakan kesulitan tiada henti, bukankah


Ferdi harus adil kepada anaknya?


Sungguh bagi Ana tak mengapa bila ia


sendiri tak di anggap oleh Ferdi, asal bukan Syakira, anaknya.


Kini Ana benar benar bingung, ia harus


berjuang untuk apa dan bagaimana...


Ia harus berjuang dari mana karena


rasanya bingung harus memulai dari awal atas pilihan yang sama berat baginya.


Syakira bukan lagi gadis kecil yang


bisa ia bohongi, namun kini Syakira telah tumbuh menjadi gadis remaja yang


sudah cukup memahami dan merasakan keadaan yang selama ini harus ia jalani.


Bukan hal mudah bagi Ana dalam


mengambil setiap keputusan, karena kini ada Syakira yang harus ia pikirkan


bagaimana hatinya dan mentalnya bila mengetahui kenyataan yang rumit ini,


antara dendam dan kebencian masa lalu.


Namun Ana tak mengharapkan sedikit pun


Syakira merasakannya dan berada dalam situasi ini.


Tapi tak ada pilihan selain


mempertemukan Syakira dengan Ferdi, hanya saja Ana ingin menunggu waktu yang


tepat untuk mempertemukan mereka dan mengungkapkan tentang hal ini.


Karena Ana pun kini tak bisa gegabah


dalam mengambil keputusan, ada Syakira yang harus ia pedulikan lebih dari


apapun daripada rasa ego tersebut.


Karena bila ia salah mengambil langkah


dan keputusan, maka hati Syakira akan bisa terluka kapan saja.


Untuk beberapa hari Ana berencana akan


mencari kos kosan dekat sini, setelah ia cukup siap bertemu dengan Ferdi dan


mempertemukan Ferdi dengan Syakira,

__ADS_1


maka ia akan segera menemui Ferdi dan


kembali ke rumah tersebut, bertemu dengan keluarga Ferdi dan Anabel.


__ADS_2