Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 35


__ADS_3

Semenjak kematian calon bayinya , Anabel seringkali melamun sendiri terlebih saat rahimnya kala itu akan di angkat dan dokter mengatakan ia akan kesulitan hamil.


Anabel, sebagai seorang ibu tentunya tak mudah melupakan calon anaknya yang kini telah tiada bahkan saat sebelum melihat dunia.


Hampir selama 9 bulan, Anabel menanti kelahiran buah hatinya namun dalam sekejap semua berubah, dunianya runtuh.


Bukan hanya kehilangan bayinya namun


fonis dokter juga membuatnya rapuh dalam seketika.


Kelahiran calon anaknya yang telah di nantikan dalam sekejap berubah menjadi angan saja dan Anabel hanya mampu meratapi kepergian calon bayinya.


Bukan hanya itu, kala itu Anabel benar benar depresi bahkan ketiga anaknya pun ia abaikan hingga Bulan, Bintang juga David pun sedih melihat kondisi bundanya seperti itu.


Bulan, Bintang dan David yang benar benar tak bersemangat lagi untuk melanjutkan sekolahnya karena melihat kondisi bundanya seperti itu.


Namun Ferdi berusaha menenangkan mereka dan mengatakan agar mereka melanjutkan sekolahnya.


Karena bila mereka tak melanjutkan sekolahnya, tentu bundanya akan sangat sedih.


Berulangkali Ferdi mengatakan pada ketiga anaknya, bila kini ibunya kondisinya sedang tidak stabil begitupun dengan mentalnya hingga tak memperdulikan mereka ataupun sekolah mereka.

__ADS_1


Memang benar, Anabel pun tak akan peduli bila anaknya melanjutkan sekolah atau tidak, karena saat itu Anabel hanya dengan dunianya, fikirannya yang kacau racau.


Ferdi mencoba menjelaskan itu kepada ketiga anaknya dan Ferdi mengatakan bila bundanya pulih dan mengetahui mereka tidak sekolah tentu bundanya akan sangat sedih.


Sehingga Bulan, Bintang juga David pun memahami kondisi bundanya dan melanjutkan sekolahnya kembali. Meski hari hari yang di lewati tak


mudah, karena air mata seringkali mewarnainya dan dunia mereka seolah gelap dan runtuh karena merasa kehilangan sosok bundanya yang selama ini selalu peduli pada mereka..


Hingga Ferdi pun tak tega bila melihat kondisi Anabel terus menerus seperti ini dan tentu akan mempengaruhi kondisi ketiga anaknya, sehingga Ferdi pun memutuskan akan membawa Anabel ke psikiater ataupun ke rumah sakit jiwa agar Anabel bisa di tangani dengan baik.


Namun ketika Ferdi mengatakan keputusannya tentang ini, ketiga anaknya histeris dan menolak, mereka mengatakan bila bunda mereka tidak gila dan mereka ingin tetap bersama bunda mereka di rumah.


Namun Ferdi tak menyerah, mencoba memberikan penjelasan kepada ketiga anaknya bila bundanya di bawa ke psikiater atau rumah sakit jiwa bukan berarti bundanya gila namun agar bundanya mendapatkan penanganan intensif dah lekas sembuh..


Namun meski Anabel sudah sembuh, karena masih di tempat yang sama seringkali Anabel termenung sendiri, bersedih dengan keadaan yang ada sesekali ia pun menangis hingga Ferdi pun memutuskan agar mereka sekeluarga keluar kota, agar Anabel tak mengingat kembali masa kelam itu dan merasa bersalah terus menerus karena kehilangan calon bayinya.


Sebelum mereka pindah ke luar kota, Anabel pun seringkali mengatakan dan meminta agar Ferdi menengok anak dari Ana, bagaimanapun Ferdi tetap mempunyai kewajiban menengok anaknya dan memberikan nafkah padanya.


Ferdi pun berulangkali sudah mengatakan pada Anabel bila ia tak mengetahui keberadaan Ana dan anaknya. Hingga saat ini pun Anabel masih seringkali mengingatkan pada Ferdi tentang hal itu, namun Ferdi meminta Anabel untuk tak membahas hal itu lagi.


Bukan tanpa alasan Ferdi mengatakan hal tersebut, Ferdi hanya tidak ingin Anabel semakin sedih dan mengingat bila calon bayinya telah tiada dan bayi dari Ana selamat.

__ADS_1


Karena seringkali setelah meminta Ferdi menengok anak dari Ana, Anabel menangis sendiri dan mengatakan bila calon bayinya telah tiada. Anabel pun seringkali berandai tentang bayinya yang telah tiada bila masih di sisinya.


Oleh sebab itu Ferdi meminta Anabel agar tak membahas hal tersebut dan ia pun tetap berusaha mencari kehadiran Ana dan anaknya, karena hingga detik ini pun Ferdi pun belum menemukan kehadiran mereka.


Nujur saja Ferdi pun merasa bersalah, ia merasa bukan sosok ayah dan suami yang baik. Namun Ferdi sudah berjanji ia akan berusaha menjadi sosok suami dan Ayah yang baik.


Ferdi benar benar menyesal atas apa yang pernah terjadi, namun ia pun menyadari bila penyesalan saja tiada arti dan yang telah berlalu pun tak bisa kembali untuk memperbaiki semuanya dari awal


kala itu.


Kini Ferdi hanya bisa memperbaiki semua dari awal, dari detik Anabel sadar dari komanya saat itu.


Karena hampir berbulan Anabel kritis dan tak sadarkan diri, hingga Ferdi juga ketiga anaknya benar benar merasa kehilangan sosok Anabel.


Detik itu juga Ferdi benar benar menyesal dan ingin memperbaiki semua dari awal. Ferdi pun berjanji akan mencintai Anabel sepenuhnya dan tak membagi cinta Anabel.


Ferdi berjanji akan mencurahkan cinta dan kasih sayangnya hanya pada keluarga kecilnya, pada Anabel dan ketiga anaknya.


Meski jika pun suatu saat Ferdi di pertemukan kembali dengan Ana dan anak darinya ia tetap akan bertanggung jawab memberikan mereka nafkah dan kasih sayang pada anaknya saja.


Namun tak lagi cinta dan hatinya yang akan ia bagikan. Bagaimanapun ia akan tetap bertanggung

__ADS_1


jawab pada Ana dan anaknya namun ia juga mempunyai batasan dan tak ingin lagi menyakiti keluarga kecilnya, Anabel dan ketiga anaknya.


__ADS_2