Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 10


__ADS_3

Beberapa menit kemudian, Dina pun kembali dengan membawa kopernya..


"Maaf Tuan, Nyonya dan buat semuanya, saya permisi dulu ya buat pamit. Sepertinya yang saya takutkan semakin saya lama di sini akan memicu konflik antara kalian, lebih baik saya segera pergi dari rumah ini. Assalamualaikum.." ucap Dina.


"Baguslah, yasudah pergilah. Hati hati.." ucap April.


"Iya Bu, saya permisi pulang dulu ya. Assalamualaikum..." ucapnya kembali..


"Tante...." ucap Bulan, Bintang dan David segera memeluk Dina.


"Jangan sedih dong. Tante pamit dulu ya, kalian sehat sehat di sini. Jaga kesehatan dan sayangi Bunda, Ayah juga eyankkkk ya." ucap Dina memeluk mereka dan menghapus air mata mereka.


"Iya, Tante juga jaga kesehatan ya. Kami pasti merindukan Tante.." ucap mereka bertiga, memeluk Dina kembali.


"Dina, saya minta maaf ya atas perbuatan kurang menyenangkan kami barangkali ke Dina, dan terimakasih selama ini uda baik banget, mau bantu kami mengurus rumah dan anak anak, hingga mereka juga menyayangi Dina. Pasti ini juga berat buat Dina pergi dari sini, saya paham. sekali lagi saya minta maaf atas kesalahan kurang menyenangkan kami atau kesalahan saya pribadi. Dan sekali lagi terimakasih banyak ya Dina." ucap


Ferdi.


"Iya Tuan, sama sama. Saya melakukan itu dengan senang, bisa membantu keluarga ini. Apalagi menjaga anak anak, Insya Allah saya ridho karena saya juga menyukai anak anak. Jujur juga berat


buat saya meninggal rumah ini karena saya sudah anggap kalian keluarga sendiri dan saya sudah sangat menyayangi Bulan, Bintang juga David. Tapi mungkin ini yang terbaik untuk semuanya dan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan konflik terus menerus antara Nyonya, Tuan juga orang tua kalian." ucap Dina.


"Yasudah saya permisi dulu ya, sehat sehat untuk Tuan, Nyonya, anak anak juga Ibu. Assalamualaikum.." ucap Dina.


"Biar saya antar ya Dina.." ucap Ferdi.


"Mas..." ucap Anabel.


"Gak usah Fer, dia bisa ke sana sendiri. Lagipula bentar lagi kamu harus jaga anak anak anak kan?" ucap April.


"Gak papa, Ma, Pa biar Ferdi antar Dina setidaknya sampai jalan raya. Karena di sini sulit cari

__ADS_1


kendaraan." ucap Ferdi.


"Yasudah terserah kamu. Segera balik antar anak anak sekolah kamu kan juga harus masuk kerja." ucap April.


"Iya, saya permisi dulu antar Dina, Assalamualaikum.." ucap Ferdi berpamitan.


"Yuk.." ucap Ferdi.. dan Ferdi pun segera mengantarkan Dina.


"Waalaikumussalam hati hati.." ucap mereka, sedangkan Bulan, Bintang juga David memeluk Dina kembali sebelum mereka benar benar berpisah.


**


Selama perjalanan mereka pun lebih banyak diam.


Hampir setengah jam mereka pun telah sampai..


"Terimakasih Pak, sudah mengantarkan saya ke jalan raya. Terimakasih juga atas kebaikan Bapak."


"Iya sama sama, hati hati ya Din. Saya juga yang seharusnya terimakasih atas kebaikanmu selama ini." ucap Ferdi dengan tersenyum.


"Ohya Pak, ini ada surat untuk Bapak, tapi.." ucap Dina memberikan surat tersebut.


"Loh saya gak minta uang Din atas saya yang sudah mengantarkan kamu." ucap Ferdi.


"Itu bukan uang tapi surat buat Bapak..semoga bapak baca ya dan tolong kalau bisa jangan sampai di baca sama yang lain ya pak. Takutnya mereka salah faham apalagi jika Nyonya dan Ibu


tau.." ucap Dina.


"Eumm emang ini surat apa Din?" tanya Ferdi.


"Bapak bisa baca sendiri nanti. Tapi tolong jangan sampai mereka tau ya Pak." ucap Dina.

__ADS_1


"Yasudah, saya turun dulu ya Pak. Sekali lagi jangan lupa baca surat itu ya pak, hehe. Sekali lagi terimakasih sudah mau mengantarkan saya dan atas kebaikan bapak. Assalamualaikum.. " ucap Dina yang segera turun dari mobil tersebut dengan senyumannya.


"Iya sama sama Din, terimakasih juga. Hati hati ya." ucap Ferdi.


"Ohya Dina, sekali lagi saya minta maaf ya atas perkataan mereka menyakitkan untukmu dan bilang ke anak anak kamu gak menyayangi anak anak karena gaji besar yang di janjikan di rumah


Nyonya barumu." ucap Ferdi.


"Gak apa apa Pak, saya paham. Mungkin itu yang terbaik bagi anak anak, mereka tidak perlu tau kenyataannya seperti apa. Cuman jujur saya sebenarnya gak papa di bilang membutuhkan uang


lebih hingga harus bekerja di tempat lain tapi saya sedih bila mereka mengatakan ke anak anak saya gak sayang anak anak karena demi uang itu dan anak anak bahkan hampir memecahkan celengan itu untuk saya, apa bapak tau?" ucap Dina.


"Yaa Allah, saya minta maaf ya Din. atas perlakuan dan fitnahan mereka ke kamu. Lalu sekarang kamu mau ke mana?" tanya Ferdi kembali..


"Ntah, tapi gak papa. Sudahlah bapak gak perlu mikirin saya. Saya permisi ya Pak, semoga bapak sekeluarga sehat selalu dan di beri kebahagiaan karena kebaikan kalian. Ohya pak, jangan lupa baca suratnya ya dan kalau bisa jangan sampai ada yang baca sebelum bapak." ucap Dina dengan megangguk kepalanya dengan tersenyum dan lekas


pergi dari sana.


"Iya Din, hati hati..maaf ya Din." ucap Ferdi dengan tersenyum dan merasa bersalah namun Dina telah


berlalu. Ferdi pun segera melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah mengantarkan anaknya ke sekolah setelah itu ia akan ke kantor. Ferdi sendiri


sebenarnya tidak mengerti kenapa perasannya tak menentu seperti ini setelah kepergian Dina dan pembicaraannya dengan Dina di mobil itu. Tapi ia berusaha mengenyahkan pikiran itu.


**


Hemm kira kira surat apa ya? hingga yang lain tak boleh mengetahuinya dan membaca surat itu??...


Dan siapakah Dina sebenarnya? lalu bagaimanakah kisah rumah tangga mereka setelah ini??


akankah ada konflik baru setelah ini....???

__ADS_1


__ADS_2