
Berita tak sedap kali ini datang dari seorang pembawa berita ternama tanah air, sebuah rekaman kamera pengawas mendadak bocor dan menyebar ke seluruh media.
Dalam rekaman kamera pengawas tersebut terlihat seorang Delvano Sebastian menyiksa istrinya dengan membabi buta tanpa berperikemanusiaan sama sekali, berikut adalah cuplikannya.
Elbara menatap ponselnya dengan tatapan yang tak biasa. Senyuman terlukis dengan jelas di wajahnya membuat Elbara semakin terlihat menakutkan ketika berekspresi seperti itu.
Elbara menyandarkan tubuhnya pada sofa ruangan tersebut menikmati detik detik seorang Delvano di permalukan di seluruh Indonesia.
"Jika kau tidak bisa di hukum dengan hukuman yang ada di dunia ini, maka akan ku tunjukkan hukuman yang lebih kejam dari pada mendekam di penjara. Aku yakin setelah ini nama baik mu akan merosot dan kembali ke asal dengan tidak terhormat." ucap Elbara dengan nada yang sinis.
Setelah puas menonton berita tentang Delvano, Elbara kemudian lantas bangkit dari posisinya dan melangkahkan kakinya kembali menuju ke arah ranjang di kamar hotel tersebut.
Terlihat Akila yang masih memejamkan matanya dengan nafas yang teratur. Elbara yang melihat Akila sudah tertidur dengan nyenyaknya, lantas langsung mendudukkan dirinya di sebelah Akila.
"Sebentar lagi kamu akan terbang dengan bebas Ki... jangan kembali pada sangkar yang sama dan pergilah sejauh mungkin..." ucap Elbara dengan lirih sambil mencium punggung tangan Akila dengan lembut karena takut membangunkan tidur Akila.
Akila yang semula tidur dengan posisi terlentang, lantas langsung bergerak ketika merasakan sesuatu mengusik tidurnya. Akila yang masih mengantuk lantas memiringkan tubuhnya sambil meringkuk mencari kehangatan di paha Elbara yang kini dalam posisi terduduk di sebelah Akila.
"Sepertinya posisi ini agak sedikit membuat ku canggung..." ucap Elbara sambil memindahkan tangan Akila yang kini berada tepat di perut Elbara dan hampir menyentuh junior miliknya yang kini sedang tertidur dengan pulas.
"Jangan pergi..." gumam Akila sambil menghempaskan tangan Elbara dan kembali menaruh tangannya ke tempat semula, tapi kali ini posisi tangan Akila malah tepat di atas junior milik Elbara.
Plak
Bunyi suara tepukan tangan Akila yang mengenainya begitu nyaring hingga Elbara, lantas langsung menggigit bibir bawahnya dengan spontan karena menahan sakit akibat tangan Akila yang tiba tiba mengeplak junior miliknya.
"Oh sial... jika terus begini maka akan ada yang bangkit dan berdiri tanpa di minta!" ucap Elbara dalam hati dengan menahan hasratnya agar tidak keluar.
***
__ADS_1
Sementara itu di Stasiun Televisi
Berita tak sedap kali ini datang dari seorang pembawa berita ternama tanah air, sebuah rekaman kamera pengawas mendadak bocor dan menyebar ke seluruh media.
Dalam rekaman kamera pengawas tersebut terlihat seorang Delvano Sebastian menyiksa istrinya dengan membabi buta tanpa berperikemanusiaan sama sekali, berikut adalah cuplikannya.
Delvano yang melihat berita tersebut lantas langsung terdiam seketika, apalagi ketika melihat adegan demi adegan yang terekam dengan jelasnya pada rekaman yang di putar di acara tersebut, hanya saja dengan wajah dan juga gambar Akila yang sudah di sensor, sedangkan wajahnya malah nampak terpampang dengan jelasnya seakan memang sengaja hendak mempermalukannya kali ini.
"Halo Vano... apa kau masih ada di sana?" ucap sebuah suara di seberang sana yang membuat Delvano lantas memutuskan sambungan telponnya begitu saja tanpa menjawab kembali ucapan dari lawan bicaranya.
"Sialan apa apaan ini?" ucap Delvano dengan manik mata yang masih fokus menatap ke arah televisi besar yang tergantung di tembok ruangan tersebut.
Bruk...
Suara pintu terbuka dengan kerasnya, membuat Delvano lantas langsung menatap ke arah sumber suara.
"Vano apa kamu sudah melihat berita barusan? bagaimana bisa ini terjadi? apa itu cuma editan?" ucap Sasha dengan nada yang menyerocos ketika bertemu dengan Delvano di ruang tunggu.
"Handle semua program berita milik ku, ada sesuatu yang harus aku urus terlebih dahulu." ucap Delvano sambil melangkahkan kakinya lurus melewati Sasha begitu saja.
"Tapi kamu mau kemana? Delvano!" pekik Sasha yang melihat Delvano terus berjalan tanpa berniat untuk memberitahunya terlebih dahulu.
Delvano sama sekali tidak menggubris teriakan dari Sasha dan terus berlalu pergi dari sana.
**
"Wah wah wah aku tidak menyangka seorang pembawa berita ternama ternyata adalah seorang psiko yang suka menyiksa istrinya sendiri...ternyata kebahagian yang kau tunjukkan di media hanyalah sebuah cangkang... benar benar akting yang bagus..." ucap Dani yang tanpa sengaja bertemu dengan Delvano di lorong gedung menuju ke arah lift.
Delvano yang sejak semula sudah berusaha untuk menahan emosinya agar tidak keluar, lantas langsung kembali meledak ketika mendengar cemoohan dari Dani barusan.
__ADS_1
Dengan gerakan yang kesetanan, Delvano lantas langsung menarik kerah baju Dani dan menyudutkannya di tembok.
Bug...
Satu pukulan keras mendadak melayang dan mendarat tepat di wajah Dani, membuat Dani yang tidak terima akan apa yang di lakukan oleh Delvano barusan, lantas langsung membalas dengan menendang area sensitif milik Delvano hingga membuatnya mundur beberapa langkah dari posisinya.
"Dasar kurang ajar!" teriak Delvano sambil bangkit dan kembali melayangkan pukulannya namun kali ini meleset karena Dani berhasil menghindar dari pukulan Delvano.
Beberapa karyawan Stasiun Televisi tersebut, terlihat mulai berdatangan ketika melihat aksi adu jotos antara Delvano dan juga Dani di lorong gedung. Beberapa karyawan pria bahkan langsung berusaha untuk melerai keduanya agar tidak kembali berkelahi.
"Lepaskan aku!" teriak Delvano dengan kesetanan.
"Sini maju kau dasar bajingan!" teriak Dani tak kalah kencangnya, membuat suasana semakin terlihat tidak kondusif mengingat keduanya kini bahkan sudah menjadi tontonan para karyawan Stasiun Televisi tersebut.
"Apa yang kalian lakukan ha?" teriak Erik dari arah dalam lift yang baru saja terlihat terbuka ketika suasana di sana sedang memanas.
Baik Delvano, Dani maupun yang lainnya nampak langsung terdiam seketika sambil bangkit dan membereskan baju mereka yang sudah berantakan dan tidak lagi berbentuk itu.
"Kau dan kau ikut ke ruangan ku sekarang!" teriak Erik kemudian sambil menatap tajam ke arah Delvano dan juga Dani kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
***
Mansion keluarga Sebastian
Sarah yang terlihat masih sibuk dengan beberapa laporan yang menumpuk di mejanya, lantas langsung di kejutkan dengan suara ketukan pintu yang terdengar menggema di ruangannya.
"Masuk" ucap Sara dengan nada setengah berteriak agar di dengan oleh orang yang berada di luar ruangannya.
Tidak beberapa lama Rafi terlihat melangkahkan kakinya dengan langkah yang bergegas menuju ke arah di mana Sarah berada saat ini.
__ADS_1
"Nyonya anda harus melihat berita ini sekarang!" ucap Rafi sambil menyodorkan sebuah iPad dengan siaran berita di dalamnya.
Bersambung