
Sekalipun sekolah negeri, tapi tidak menyurutkan untuk para siswa tetap melaksanakan ibadah Sunnah seperti shalat Dhuha yang seringkali masih di lakukan para murid di waktu istirahat mereka.
Begitupun Anabel selalu mengajarkan kepada anaknya untuk melaksanakan shalat Sunnah termasuk shalat Dhuha sehingga Bintang, Bulan, David ataupun Afnan selalu menyempatkan waktu melaksanakan shalat Dhuha di jam istirahat mereka.
************
Beberapa menit kemudian Bulan pun telah selesai memakan baksonya dan segera akan ke musholla untuk melaksanakan ibadah Dhuha, karena tadi rasa lapar tak tergantikan sehingga Bulan lebih
memilih ke kantin dulu untuk makan.
"Alhamdulillah sudah selesai makannya, aku mau ke musholla saja dulu deh, sebelum waktu istirahat habis. Barangkali nanti aku ketemu Bintang dan lelaki itu lagi." ucap Bulan pada dirinya sendiri.
"Tunggu, kamu sudah selesai makannya? dan mau ninggalin aku?" ujar Cleo tak terima karena Bintang mau meninggalkannya begitu saja.
"Iyalah, ngapain juga aku lama lama di sini, kan makanku juga sudah selesai. Salah kamu sendiri juga kenapa makannya lama banget, aku harus segera ke musholla mau shalat dhuha sebelum
waktu istirahat habis juga." omel Bintang pada lelaki itu.
"Iya deh terserah kamu.. tapi plese tungguin sebentar aja, tinggal dikit juga makanku, tungguin ya supaya bisa ke musholla bareng." ucap lelaki itu.
"Tinggal dikit? tinggal dikit apanya? masih banyak juga itu..."
"Hehehe, iya tapi tungguin bentar ya.. aku akan cepetin makanku kok." ujar Cleo.
"Yasudah terserah, cepetan.. aku tunggu 5 menit lagi, kalau belum habis aku tinggal nih. Eh tapi sebenarnya makan itu gak boleh cepet cepetan." ujar Bulan.
"Iya tungguin ya bentar aja..." Cleo pun segera memakan cepat baksonya.
"Alhamdulillah sudah selesai, yaudah yuk ke musholla. Bentar aku bayar dulu ya baksonya." Cleo pun segera berdiri untuk membayar baksonya, setelah beberapa menit kemudian baksonya habis.
"Oke,ohya ini titip uangku ya bayarin sekalian." Bulan pun segera menitipkan uangnya agar Cleo membayar baksonya.
"Gak usah, ini uangmu aku kembalikan. Biar aku bayarin." Cleo pun mengembalikan uangnya.
"Maksudnya kamu traktirin aku?" tanya Bulan tak mengerti.
"Iya, aku traktirin kamu. Yaudah ya, aku bayar dulu." Cleo pun segera ke ibu kantin untuk membayarnya.
"Ayuk ke musholla." ajak Cleo, beberapa menit kemudian setelah membayar bakso tersebut.
"Oke, yuk..sudah selesai ya..." Bulan pun segera berdiri mengikuti langkah Cleo ke kantin.
*************
"Alhamdulillah sudah selesai shalat dhuhanya. Hemm ke kantin kah dulu jemput Bulan? atau ke perpus?" Bintang melihat arlojinya.
"Hemm, tapi kalau aku ke kantin dulu nanti keburu jam istirahat habis, sementara aku harus pinjem buku di perpus, yasudalah ke perpus saja dulu. Semoga Bulan nanti paham, aku kasih pengertian." Bintang pun segera berlalu ke perpus.
__ADS_1
"Au..." ringis Bintang saat tak sengaja menabrak seseorang.
"Bintang..." Bintang pun segera menoleh ke seseorang yang memanggilnya tersebut.
"Bulan??" ucap Bintang sedikit terkejut.
"Ohya kamu sudah selesai shalatnya? mau ke mana nih? ke kelas?" tanya Bulan kembali.
"Iya aku sudah selesai shalatnya, enggak...aku mau ke perpus. Kamu sendiri mau ke mana? cari aku ya?"
"Ohya Bulan, kamu kok sama Cleo?" tanya Bintang kembali.
"Iya aku tadi mau ke musholla, mau laksain sholat dhuha, pumpung masih ada waktu jam istirahat. Dan kebetulan Cleo tadi ingin ikut "
"Yadudah, aku mau ke musholla dulu ya shalat dhuha, nanti kalau masih ada waktu aku susul kamu ke perpus ya." ujar Bulan kembali.
"Iya, aku perpus juga ya duluan..." Bulan pun mengangguk, dan Bintang pun segera berlalu ke perpus. Setelah Kepergian Bintang, Bulan dan Cleo pun segera ke musholla untuk melaksanakan shalat dhuha.
************
"Wah rame juga ya perpustakaan hari ini..." ucap Bintang sesampainya di perpus, dan segera masuk ke dalam perpus. Bintang pun segera memilih buku yang ingin ia baca...
"Bu, maaf buku kimia di bagian mana ya?" Bintang pun bertanya pada penjaga perpus saat ia tak menemukan buku kimia yang ia cari.
"Buku kimia di bagian atas sana mbak" tunjuk ibu perpus.
"oke mbak, terimakasih..." ucap Bintang dan segera berlalu untuk mengambil buku kimia tersebut.
"Aaaa" teriak Bintang saat ia mengira akan terjatuh ke lantai.
"kamu gak papa?" tanya seorang lelaki kepada Bintang.
"Kok aku merasa gak jatuh ke lantai ya.." ucap Bintang yang sedang kebingungan.
"Astaghfirullah... maaf...maaf..." Bintang pun segera berdiri saat telah tersadar bila ia saat ia ini sedang di pelukan lelaki yang menolongnya barusan.
"Maaf sekali lagi..." Bintang pun kembali melontarkan perminta maafannya pada lelaki itu.
"Iya, gak papa. Santai saja, kamu gak papa kan?" tanya lelaki itu.
"terimakasih..sekali lagi maaf ya. Iya aku gak papa, terimakasih sudah menolongku." ujar Bintang.
"Iya sama sama, ohya kamu kan yang tadi di musholla itu ya..." ujar lelaki itu kembali.
"Kamu siapa?" tanya Bintang yang masih bingung dan tak mengerti maksud lelaki tersebut.
"Saya yang tadi tidak sengaja menabrak kamu, di depan musholla tadi. Humm apa sudah ingat?" lelaki itupun mencoba menjelaskan dan bertanya kembali.
__ADS_1
"Owh kamu..iya ya saya sudah ingat." ucap Bulan dengan menunduk.
"Ohya perkenalkan nama saya Yusuf." lelaki itupun memperkenalkan dirinya.
"Ohya kamu mau ambil buku apa? kok sampai jinjit gitu? biar saya bantu ambilkan, mau? bolehkan?" tanya lelaki itu kembali.
"Humm, boleh jika kamu tidak keberatan mau bantu saya. Aku mau ambil buku kimia di atas itu, tapi tinggi sekali... Ya akhirnya tadi aku uda coba ambil dengan jinjit, tapi karena
terlalu tinggi terhuyung deh, hehe." ujar Bintang, mencoba menjelaskan
pada lelaki itu.
"Hehe, oke saya bantu ambilkan ya." Yusuf pun segera mengambilkan buku tersebut.
"Ini...." Yusuf pun memberikan buku tersebut kepada Bintang, saat ia telah mengambilnya.
"Terimakasih, yasudah saya baca buku dulu ini ya.. " ujar Bintang.
_Teeeeet_
"Yah, jam istirahat sudah habis, yasudah aku baca bukunya di kelas saja deh. Ohya sekali lagi terimakasih ya." Setelah mengucapkan itu, Bintang pun segera berlalu.
"Iya sama sama..eh tunggu..." Yusuf mencoba mengejar langkah Bintang.
Bintang pun segera menulis list buku yang ia pinjam, dan segera berlalu ke kelas.
"Tunggu...." Lelaki itu mencegah kembali langkah Bintang yang akan ke kelas.
"Iya apa...? " Bintang yang bingung karena lelaki itu tiba tiba saja mencegah langkah Bintang.
"Ohya maaf kalau boleh tau nama kamu siapa?" tanya Yusuf pada Bintang.
"Nama saya Bintang. Yasudah saya duluan ya sebelum guru masuk ke kelas, nanti saya gak boleh ikut mata pelajarannya." setelah mengucapkan itu, Bintang pun segera berlalu ke kelas.
"Bintang nama yang cantik, secantik orangnya. Semoga nanti aku bisa bertemu dengannya lagi. Kenapa aku merasakan perasaan berbeda gini ya.. perasaanku tak menentu dan deg degan gini ya saat tiap kali bertemu dengannya." lirih Yusuf dengan senyum senyum sendiri.
"Ya Tuhan...apa aku jatuh cinta padanya? jika iya, semoga nanti aku bisa mencintainya dalam diam... Yasudah aku juga mau ke kelas sebelum mata pelajaran di mulai" ucap Yusuf kembali tersenyum dan segera berlalu ke kelasnya.
*********
Cinta seringkali hadir di antara muda mudi atau anak remaja . Cinta tidak pernah salah, namun yang
salah adalah bagaimana kita mengaplikasikan cinta tersebut. Akankah cinta tersebut berakhir dengan
ridhonya atau zina? Akankah cinta itu di ungkapkan atau mencintainya dalam diam...
Ketika cinta hadir, cinta seringkali memberikan kita pilihan, akankah berakhir dengan pernikahan atau memilih berpacaran? atau justru memilih mengikhlaskannya dan memilih melepaskannya?
__ADS_1
Bukankah jodoh tak akan tertukar? dan sudah tertulis di lauh Mahfudz? Yusuf, yang saat ini sedang jatuh cinta pada Bintang, apakah Yusuf benar benar mencintai Bintang?
Akankah Yusuf terus mampu menjaga cintanya, dengan mencintai Bintang dalam diam atau justru mengungkapkannya?, karena rasa cinta di hati yang tak mampu ia elakkan dan pendam lagi..