
Setelah beberapa hari kepamitan
Bintang dari sekolahnya, Anabel dan Ferdi pun segera mengajak Bintang ke
pesantren barunya, tempat ia akan belajar di sana dan menempuh pendidikan
selanjutnya.
Kedatangannya di pondok pesantren
tersebut di sambut hangat oleh semua pengajar di sana dan pemilik pesantren
tersebut, begitupun dengan teman temannya ada beberapa mereka yang menyambutnya
meski tak banyak, bahkan dalam waktu sehari Bintang sudah berkenalan dengan
beberapa teman baru di sana dan mereka langsung saling akrab hingga tak butuh
waktu lama mereka pun bersahabat.
Namun meski begitu, awalnya Bintang
sempat tidak betah di pesantren barunya, karena beberapa temannya yang lain ada
yang sering mengerjainya, ada juga yang tak ingin berbagi dengannya, hingga Bintang
pernah menyesali keputusannya untuk mondok di pesantren ini.
Tapi perlahan keadaan di sana berubah,
saat mereka saling mengenal satu sama lain, rasa sayang pun mulai tumbuh di
antara mereka dan rasa persaudaraan hingga perlahan Bintang pun betah tinggal
dan belajar di pondok pesantren tersebut.
Tak butuh waktu lama, hafalan Bintang
pun bertambah, baik bacaan Al Qur'annya ataupun hadist hadist yang ia hafalkan.
**********
Sedangkan di tempat lain, awalnya
Bulan bahagia dengan ketidakhadiran Bintang, ia harap Yusuf akan melihat
keberadaannya dan menganggapnya bahkan mencintainya seperti Yusuf mencintai
Bintang.
Awalnya Bulan pun melakukan berbagai
cara agar Yusuf melihatnya, perlahan Bulan pun mulai mendekati Yusuf agar Yusuf
menganggap keberadaannya dan cinta perlahan tumbuh di hati Yusuf untuknya.
Namun segala usaha yang Bulan lakukan
kepada Yusuf seakan percuma, karena tak sedikitpun Yusuf melihat keberadaannya
terlebih mencintainya.
Bahkan Yusuf menjaga jarak dengannya,
sesekali Yusuf memang menghampiri Bulan, hanya untuk sesaat dan menanyakan
kabar dan keberadaan Bintang, setelahnya Yusuf kembali pergi dan menjaga jarak
dengannya.
Sungguh, sikap Yusuf benar benar
membuat Bulan kecewa hingga perlahan Bulan menyerah untuk mendekati Yusuf,
karena perlahan Bulan menyadari cinta Yusuf hanya untuk Bintang dan Bintang lah
yang selalu di hati Yusuf.
Hanya Bintang lah yang bisa
mendapatkan cinta dan hati Yusuf, bukan dirinya.
Begitupun dengan Cleo yang
mendekatinya namun tak lebih hanya bertanya tentang kabar dan keberadaan
Bintang.
Bulan benar benar muak, mengapa harus
Bintang dan Bintang lagi?
sedangkan dirinya tak di anggap
padahal Bintang sendiripun telah tidak ada keberadaannya di sekolah ini.
Kenyataan itu benar benar membuat
__ADS_1
Bulan sedih, bila ia tak pernah ada di hati siapapun dan tak pernah di cintai.
Hingga perlahan Bulan pun menyadari
dan menyesal telah menginginkan ketidak beradaan Bintang di sekolah ini.
Ia pun tak lagi mempunyai teman
bermain ataupun bercerita, begitupun di rumahnya.
Bula benar benar merasa kehilangan
saudara terbaiknya karena cinta dan kecemburuan di hatinya.
Bulan benar benar merasa sedih atas
kesepian yang ia rasakan seorang diri karena rasa cemburunya ia harus
kehilangan segalanya.
Perlahan sikap Bulan yang mulai
menjaga jarak, membuat Cleo iba dan mulai mendekati Bulan hingga perlahan Bulan
pun mulai berteman kembali dengan Cleo dan mereka semakin dekat hingga tanpa
sadar benih benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka.
Namun Cleo masih ragu dengan
perasaannya dengan Bulan, karena ia hingga detik ini masih sangat mencintai
Bintang.
Dan ketika ia dekat dengan Bulan, ia
memang merasa nyaman tapi ia tidak merasakan perasaan tak menentu seperti ia
dekat dengan Bintang.
Bulan dan Bintang memilki karakter
berbeda yang membuat Cleo sama sama nyaman dekat dengan mereka, tapi tentu
dengan perasaan yang berbeda.
Beberapa tahun kemudian, kini Syakira telah tumbuh kian dewasa, Syakira bukan
lagi gadis kecil yang tak mengetahui apa apa dan bisa ia bohongi dengan keadaan
Syakira mulai memahami dan mengerti
segalanya termasuk kondisi keluarganya, yang harus ia jalani.
Kini Syakira telah duduk di bangku
kelas 5 SD.
Namun keadaan masih tiada berubah, Ana
masih seringkali kekurangan untuk memenuhi kebutuhan Syakira.
Dan kenyataan itu benar benar
membuatnya sedih dan merasa belum bisa menjadi ibu yang terbaik untuk Syakira.
"Hiks," Syakira yang mulai
menangis kembali, karena baru saja ia di pulangkan oleh gurunya dan tidak di
perbolehkan mengikuti ujian karena spp dan uang ujian yang belum Ana bayarkan
ke sekolah Syakira.
Lagi, dan lagi ia harus mendengarkan
tangisan Syakira kembali, karena tak bisa melanjutkan sekolahnya dan harus
terpaksa di pulangkan karena ia belum bisa membayar uang untuk Syakira
mengikuti ujian.
Kini, Ana hanya mampu berdiri di
tengah jendela untuk mencari pasokan oksigen dan merasakan sejuknya udara pagi
karena dadanya yang sudah cukup sesak dengan keadaan yang ada, yang tiada
berubah.
Jujur ia sedih, mengapa hanya air mata
yang selalu mewarnai hari harinya dan keadaan yang semakin sulit, tiada yang
berubah.
Sekali lagi Ana cemburu dengan Anabel
__ADS_1
dan keempat anaknya yang terpenuhi segala kebutuhannya, tidak seperti dirinya.
Ingin rasanya Ana membawa Syakira
kembali ke ayahnya, agar Ferdi bertanggung jawab dan tak lepas tanggung jawab
seperti ini hingga Syakira harus menanggung kesulitan dan kesusahan yang ada
dan harus merasakannya di usianya yang masih kecil, yang seharusnya cukup fokus
belajar dan bermain.
Tangis Syakira yang belum berhenti,
seakan menyadarkan lamunannya.
Ana pun mulai mendekati Syakira untuk
menenangkannya,
"Sayangnya bunda, Syakira,
maafkan bunda ya yang belum bisa memenuhi kebutuhan kamu.
Maafkan bunda yang belum bisa menjadi
ibu yang baik untukmu. Maafkan bunda karena bunda kamu gak bisa mengikuti
ujian." ujar Ana kepada Syakira, anaknya.
"Tidak apa apa bunda, ini bukan
salah bunda. Ini salah ayah yang tak pernah menengok kita dan memenuhi
kebutuhan kita." ucap Syakira sedih.
"Kenapa sih Bunda, ayah tak
pernah menengok kita? kenapa bunda? kenapa ayah tak memenuhi kebutuhan kita?
apa ayah tak peduli dengan kita?
Kenapa ayah membiarkan bunda bekerja
sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita? mengapa ayah membiarkan kita hidup
kekurangan seperti ini? kenapa bunda? kenapa? hiks, Syakira benci ayah!! , Syakira
tak ingin bertemu ayah, untuk apa? toh selama ini ayah juga tak peduli dengan
kita dan mengabaikan kita, mengabaikan kewajibannya yang seharusnya memenuhi
kebutuhan kita." ujar Syakira kembali dengan menahan tangisnya dan
emosinya, seakan menginsyaratkan kebencian dan keterlukaan setiap kata yang
terlontar darinya.
"Sayang..." lirih Ana, Ana
benar benar bingung harus merespon bagaimana ucapan yang Syakira lontarkan
padanya.
"Bunda, Syakira mohon, Syakira
ingin bekerja kembali bantu bunda supaya kita juga bisa ngumpulin uang untuk
memenuhi kebutuhan kita dan jika ada lebihnya bisa buat bayar uang untuk
sekolah Syakira agar Syakira bisa melanjutkan sekolah kembali. Syakira mohon
bunda, izinkan ya..." ucap Syakira memohon.
"Syakira mau bekerja kembali? enggak,
enggak.. bunda tidak izinkan Syakira bekerja, harusnya kamu belajar bukan
bekerja seperti ini!!." tegas Ana pada Syakira.
"Tapi bunda, buktinya saat ini
Syakira tidak bisa belajar kembali, Syakira terpaksa tidak di perbolehkan masuk
sekolah dan ikut ujian karena tak bisa membayarnya, jadi Syakira mohon bunda
izinkan Syakira kembali bekerja membantu bunda, agar Syakira juga bisa
melanjutkan sekolah Syakira dan kebutuhan kita bisa terpenuhi. Jika pun Syakira
gak bisa melanjutkan sekolah lagi gak papa, asalkan Syakira bisa membantu bunda
untuk memenuhi kebutuhan kita." ucap Syakira kembali, seakan menyadarkan
Ana dari kenyataan dan hatinya pun terasa tercubit dengan ucapan yang Syakira
lontarkan tersebut.
__ADS_1