Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Episode Terbaru 55


__ADS_3

Setelah beberapa hari kepamitan


Bintang dari sekolahnya, Anabel dan Ferdi pun segera mengajak Bintang ke


pesantren barunya, tempat ia akan belajar di sana dan menempuh pendidikan


selanjutnya.


Kedatangannya di pondok pesantren


tersebut di sambut hangat oleh semua pengajar di sana dan pemilik pesantren


tersebut, begitupun dengan teman temannya ada beberapa mereka yang menyambutnya


meski tak banyak, bahkan dalam waktu sehari Bintang sudah berkenalan dengan


beberapa teman baru di sana dan mereka langsung saling akrab hingga tak butuh


waktu lama mereka pun bersahabat.


Namun meski begitu, awalnya Bintang


sempat tidak betah di pesantren barunya, karena beberapa temannya yang lain ada


yang sering mengerjainya, ada juga yang tak ingin berbagi dengannya, hingga Bintang


pernah menyesali keputusannya untuk mondok di pesantren ini.


Tapi perlahan keadaan di sana berubah,


saat mereka saling mengenal satu sama lain, rasa sayang pun mulai tumbuh di


antara mereka dan rasa persaudaraan hingga perlahan Bintang pun betah tinggal


dan belajar di pondok pesantren tersebut.


Tak butuh waktu lama, hafalan Bintang


pun bertambah, baik bacaan Al Qur'annya ataupun hadist hadist yang ia hafalkan.


**********


Sedangkan di tempat lain, awalnya


Bulan bahagia dengan ketidakhadiran Bintang, ia harap Yusuf akan melihat


keberadaannya dan menganggapnya bahkan mencintainya seperti Yusuf mencintai


Bintang.


Awalnya Bulan pun melakukan berbagai


cara agar Yusuf melihatnya, perlahan Bulan pun mulai mendekati Yusuf agar Yusuf


menganggap keberadaannya dan cinta perlahan tumbuh di hati Yusuf untuknya.


Namun segala usaha yang Bulan lakukan


kepada Yusuf seakan percuma, karena tak sedikitpun Yusuf melihat keberadaannya


terlebih mencintainya.


Bahkan Yusuf menjaga jarak dengannya,


sesekali Yusuf memang menghampiri Bulan, hanya untuk sesaat dan menanyakan


kabar dan keberadaan Bintang, setelahnya Yusuf kembali pergi dan menjaga jarak


dengannya.


Sungguh, sikap Yusuf benar benar


membuat Bulan kecewa hingga perlahan Bulan menyerah untuk mendekati Yusuf,


karena perlahan Bulan menyadari cinta Yusuf hanya untuk Bintang dan Bintang lah


yang selalu di hati Yusuf.


Hanya Bintang lah yang bisa


mendapatkan cinta dan hati Yusuf, bukan dirinya.


Begitupun dengan Cleo yang


mendekatinya namun tak lebih hanya bertanya tentang kabar dan keberadaan


Bintang.


Bulan benar benar muak, mengapa harus


Bintang dan Bintang lagi?


sedangkan dirinya tak di anggap


padahal Bintang sendiripun telah tidak ada keberadaannya di sekolah ini.


Kenyataan itu benar benar membuat

__ADS_1


Bulan sedih, bila ia tak pernah ada di hati siapapun dan tak pernah di cintai.


Hingga perlahan Bulan pun menyadari


dan menyesal telah menginginkan ketidak beradaan Bintang di sekolah ini.


Ia pun tak lagi mempunyai teman


bermain ataupun bercerita, begitupun di rumahnya.


Bula benar benar merasa kehilangan


saudara terbaiknya karena cinta dan kecemburuan di hatinya.


Bulan benar benar merasa sedih atas


kesepian yang ia rasakan seorang diri karena rasa cemburunya ia harus


kehilangan segalanya.


Perlahan sikap Bulan yang mulai


menjaga jarak, membuat Cleo iba dan mulai mendekati Bulan hingga perlahan Bulan


pun mulai berteman kembali dengan Cleo dan mereka semakin dekat hingga tanpa


sadar benih benih cinta pun mulai tumbuh di antara mereka.


Namun Cleo masih ragu dengan


perasaannya dengan Bulan, karena ia hingga detik ini masih sangat mencintai


Bintang.


Dan ketika ia dekat dengan Bulan, ia


memang merasa nyaman tapi ia tidak merasakan perasaan tak menentu seperti ia


dekat dengan Bintang.


Bulan dan Bintang memilki karakter


berbeda yang membuat Cleo sama sama nyaman dekat dengan mereka, tapi tentu


dengan perasaan yang berbeda.


Beberapa tahun kemudian, kini Syakira telah tumbuh kian dewasa, Syakira bukan


lagi gadis kecil yang tak mengetahui apa apa dan bisa ia bohongi dengan keadaan


Syakira mulai memahami dan mengerti


segalanya termasuk kondisi keluarganya, yang harus ia jalani.


Kini Syakira telah duduk di bangku


kelas 5 SD.


Namun keadaan masih tiada berubah, Ana


masih seringkali kekurangan untuk memenuhi kebutuhan Syakira.


Dan kenyataan itu benar benar


membuatnya sedih dan merasa belum bisa menjadi ibu yang terbaik untuk Syakira.


"Hiks," Syakira yang mulai


menangis kembali, karena baru saja ia di pulangkan oleh gurunya dan tidak di


perbolehkan mengikuti ujian karena spp dan uang ujian yang belum Ana bayarkan


ke sekolah Syakira.


Lagi, dan lagi ia harus mendengarkan


tangisan Syakira kembali, karena tak bisa melanjutkan sekolahnya dan harus


terpaksa di pulangkan karena ia belum bisa membayar uang untuk Syakira


mengikuti ujian.


Kini, Ana hanya mampu berdiri di


tengah jendela untuk mencari pasokan oksigen dan merasakan sejuknya udara pagi


karena dadanya yang sudah cukup sesak dengan keadaan yang ada, yang tiada


berubah.


Jujur ia sedih, mengapa hanya air mata


yang selalu mewarnai hari harinya dan keadaan yang semakin sulit, tiada yang


berubah.


Sekali lagi Ana cemburu dengan Anabel

__ADS_1


dan keempat anaknya yang terpenuhi segala kebutuhannya, tidak seperti dirinya.


Ingin rasanya Ana membawa Syakira


kembali ke ayahnya, agar Ferdi bertanggung jawab dan tak lepas tanggung jawab


seperti ini hingga Syakira harus menanggung kesulitan dan kesusahan yang ada


dan harus merasakannya di usianya yang masih kecil, yang seharusnya cukup fokus


belajar dan bermain.


Tangis Syakira yang belum berhenti,


seakan menyadarkan lamunannya.


Ana pun mulai mendekati Syakira untuk


menenangkannya,


"Sayangnya bunda, Syakira,


maafkan bunda ya yang belum bisa memenuhi kebutuhan kamu.


Maafkan bunda yang belum bisa menjadi


ibu yang baik untukmu. Maafkan bunda karena bunda kamu gak bisa mengikuti


ujian." ujar Ana kepada Syakira, anaknya.


"Tidak apa apa bunda, ini bukan


salah bunda. Ini salah ayah yang tak pernah menengok kita dan memenuhi


kebutuhan kita." ucap Syakira sedih.


"Kenapa sih Bunda, ayah tak


pernah menengok kita? kenapa bunda? kenapa ayah tak memenuhi kebutuhan kita?


apa ayah tak peduli dengan kita?


Kenapa ayah membiarkan bunda bekerja


sendiri untuk memenuhi kebutuhan kita? mengapa ayah membiarkan kita hidup


kekurangan seperti ini? kenapa bunda? kenapa? hiks, Syakira benci ayah!! , Syakira


tak ingin bertemu ayah, untuk apa? toh selama ini ayah juga tak peduli dengan


kita dan mengabaikan kita, mengabaikan kewajibannya yang seharusnya memenuhi


kebutuhan kita." ujar Syakira kembali dengan menahan tangisnya dan


emosinya, seakan menginsyaratkan kebencian dan keterlukaan setiap kata yang


terlontar darinya.


"Sayang..." lirih Ana, Ana


benar benar bingung harus merespon bagaimana ucapan yang Syakira lontarkan


padanya.


"Bunda, Syakira mohon, Syakira


ingin bekerja kembali bantu bunda supaya kita juga bisa ngumpulin uang untuk


memenuhi kebutuhan kita dan jika ada lebihnya bisa buat bayar uang untuk


sekolah Syakira agar Syakira bisa melanjutkan sekolah kembali. Syakira mohon


bunda, izinkan ya..." ucap Syakira memohon.


"Syakira mau bekerja kembali? enggak,


enggak.. bunda tidak izinkan Syakira bekerja, harusnya kamu belajar bukan


bekerja seperti ini!!." tegas Ana pada Syakira.


"Tapi bunda, buktinya saat ini


Syakira tidak bisa belajar kembali, Syakira terpaksa tidak di perbolehkan masuk


sekolah dan ikut ujian karena tak bisa membayarnya, jadi Syakira mohon bunda


izinkan Syakira kembali bekerja membantu bunda, agar Syakira juga bisa


melanjutkan sekolah Syakira dan kebutuhan kita bisa terpenuhi. Jika pun Syakira


gak bisa melanjutkan sekolah lagi gak papa, asalkan Syakira bisa membantu bunda


untuk memenuhi kebutuhan kita." ucap Syakira kembali, seakan menyadarkan


Ana dari kenyataan dan hatinya pun terasa tercubit dengan ucapan yang Syakira


lontarkan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2