
Kedai Seafood
Setelah menunggu selama beberapa menit pada akhirnya pesanan mereka datang juga, Akila yang melihat seloyang seafood tersaji di hadapannya langsung membuat kedua manik matanya berbinar dengan terang, sedangkan Elbara yang melihat setiap gerak gerik Akila hanya bisa geleng geleng kepala saja.
"Boleh aku memakannya sekarang?" tanya Akila kemudian sambil menatap dengan full senyum ke arah Elbara.
"Tentu saja, makanlah..." ucap Elbara kemudian.
Mendengar Elbara mempersilahkannya untuk memulai, lantas membuat Akila tanpa sungkan lagi langsung menyantap hidangan favoritnya itu dengan bahagia. Tidak ada kata kata jaim lagi dalam kamus Akila, sehingga membuat Elbara tersenyum ketika melihat cara makan Akila yang menurutnya apa adanya itu. Akila yang sadar kini ia telah di perhatikan perlahan lahan mulai mendongak dan menatap ke arah Elbara yang hingga kini masih memperhatikannya makan, tanpa menyentuh makanannya sama sekali dan hanya fokus menatap ke arahnya.
"Mengapa kamu tidak makan?" tanya Akila ketika melihat Elbara hanya menatapnya saja sedari tadi tanpa menyentuh makanannya.
"Aku sudah kenyang hanya dengan melihatmu makan dengan lahapnya seperti itu Ki..." ucap Elbara dengan tersenyum manis ke arah Akila.
"Jangan seperti itu cobalah sedikit.. aku yakin kamu nanti pasti bakal ketagihan setelah mencobanya." ucap Akila sambil mengarahkan daging lobster ke arah Elbara.
__ADS_1
Di saat keduanya sedang asyik berbincang sambil tangan Akila yang masih menggantung hendak menyuapi Elbara, sebuah suara yang tidak di inginkan lantas mulai terdengar dan membuat Akila maupun Elbara menoleh ke arah sumber suara. Ada perasaan terkejut dalam diri Akila ketika mengetahui bahwa suara barusan berasal dari seseorang yang sama sekali tidak ingin Akila temui saat ini.
Raut wajah Elbara lantas berubah seketika di saat melihat bahwa seseorang yang kini tengah berdiri di samping mejanya adalah Delvano mantan suami Akila. Elbara yang melihat Delvano mulai mendekat ke arahnya dan juga Akila, dengan spontan melirik ke arah Akila. Terlihat jelas gurat wajah yang penuh dengan ke khawatiran dalam diri Akila, ketika melihat Delvano yang tidak di sangka sangka malah muncul ketika Akila dan juga Elbara tengah makan di kedai seafood saat ini.
"Bukankah ini sebuah kebetulan yang tak terduga Ki? aku bahkan tadi sedang memikirkan mu dan memutuskan untuk pergi ke sini, tanpa aku sadari aku malah benar benar bertemu dengan mu ketika kemari, bukankah itu sesuatu yang luar biasa Ki?" ucap Delvano dengan senyum yang mengembang.
Akila yang mendengar ucapan Delvano barusan, hanya tersenyum dengan aneh dan seadanya. Tangannya yang semula memegang daging lobster yang tadinya hendak diberikan kepada Elbara, kini perlahan-lahan mulai turun dan berhenti di atas meja, seakan-akan Akila melupakan tujuannya yang semula hendak menyuapi Elbara daging lobster, malah gagal ketika Akila mendengar suara Delvano.
Akila yang semula ceria dan menikmati makanannya dengan senyum yang mengembang, kini malah terlihat murung seakan tidak terlalu menikmati makanan yang tersaji di atas meja saat ini. Elbara yang memperhatikan setiap gerak gerik Akila, lantas langsung menatap tajam ke arah Delvano begitu melihat Akila seakan tidak nyaman akan kehadiran Delvano di sini.
"Ah kalian tengah menikmati seafood saus tiram rupanya? kau tahu Ki? kau dulu sangat menyukai makanan ini, apalagi di bagian ekor lobsternya, kamu pasti menyukainya bukan? rasa manis dan cita rasa yang unik dalam setiap gigitan daging lobster, membuat mu jatuh cinta pada masakan di kedai ini, apakah kamu masih mengingatnya Ki?" ucap Delvano sambil mendudukkan dirinya di hadapan Akila dan menatap ke arahnya dengan tatapan yang intens.
"Apa kau tidak lihat kami berdua sedang quality time berdua?" sindir Elbara sambil menatap tajam ke arah Delvano.
Sedangkan Akila yang mendengar ucapan Elbara barusan, lantas semakin di buat menunduk dan tidak berani menatap ke arah Delvano. Lain halnya dengan Delvano, mendengar sindiran dari Elbara barusan, bukannya kesal malah semakin tersenyum dengan lebarnya. Dengan gerakan yang cepat dan tanpa di duga duga, tangan Akila yang sedang memegang daging lobster langsung ia angkat dan arahkan ke mulutnya, hingga potongan daging lobster yang semula akan Akila berikan kepada Elbara malah berakhir ke dalam mulut Delvano.
__ADS_1
"Hem yummy... kamu selalu tahu mana bagian terenak pada daging lobster Ki.." ucap Delvano dengan senyum yang lebar, membuat Akila tidak lagi bisa berkata kata.
Elbara mengepalkan tangannya dengan erat ketika melihat tingkah laku Delvano yang kian menjadi jadi. Elbara yang sudah di buat kesal dan tidak tahan akan sikap Delvano yang seperti itu, lantas hendak bangkit dan menghajar Delvano untuk melampiaskan amarahnya. Hanya saja sayangnya belum sempat bangkit, tangan Akila yang satunya langsung memegang lengan Elbara dengan erat begitu mengetahui Elbara hendak bangkit dari posisinya.
"Tidak perlu mengotori tangan mu El, lebih baik kita pergi saja dari sini dan jangan hiraukan dia..." ucap Akila kemudian yang lantas membuat Elbara dan juga Delvano sedikit tersentak ketika mendengarnya.
Tidak hanya Elbara, bahkan Delvano juga terkejut akan reaksi yang di berikan oleh Akila. Padahal tadinya Delvano kira Akila hanya akan diam tanpa melakukan apapun dan membiarkannya bergabung di meja ini, namun sayangnya Delvano salah besar.
"Apa kamu yakin? bukannya kamu tadi ingin makan seafood? aturannya yang pergi itu harusnya dia bukan kita yang lebih dulu datang ke sini." ucap Elbara dengan nada penuh penekanan berharap Delvano merasa tersindir akan ucapannya.
"Tak perlu repot repot karena ternyata rasa masakan di sini tidak lagi sama seperti dulu, kini rasanya sedikit lebih hambar dan juga dingin, bukankah lebih baik kita mencari tempat baru dan mencoba hal baru di sana? aku rasa itu akan lebih baik." ucap Akila dengan tersenyum lebar sambil melepaskan sarung tangan yang tadi ia gunakan untuk memakan lobster.
Mendengar ucapan dari Akila barusan, membuat Elbara tersenyum dengan lebar seakan puas dengan perkataan yang keluar langsung dari mulut Akila barusan.
Setelah mengatakan hal tersebut, tanpa menunggu reaksi dari Delvano akan perkataannya, Akila lantas langsung menggandeng tangan Elbara dengan erat kemudian mengajaknya pergi dari sana meninggalkan tempat tersebut dengan langkah kaki yang terlihat angkuh, seakan akan Akila ingin memberitahukan kepada Delvano bahwa kini ia telah bahagia dan Elbara adalah pilihan satu satunya di hidupnya saat ini.
__ADS_1
"Sialan!"
Bersambung