Ketika Cinta Harus Memilih

Ketika Cinta Harus Memilih
Air es


__ADS_3

Bruk...


Pada akhirnya Elbara berhasil membuka pintu kamar mandi dengan sekali tendangan cukup kuat yang di layangkannya dengan kesal karena pintu tidak kunjung terbuka juga.


Elbara yang melihat pintu sudah terbuka, lantas langsung melangkahkan kalinya masuk ke dalam area kamar mandi dengan langkah kaki yang bergegas.


Betapa terkejutnya Elbara ketika masuk ke dalam dan melihat segala hal yang di lakukan oleh Delvano layaknya seekor binatang yang tak kenal malu.


"K*p**at kau! dasar binatang!" teriak Elbara sambil menendang dengan kuat punggung Delvano yang terlihat seperti tengah menjamah tubuh Akila.


Delvano yang tidak sadar akan kedatangan Elbara, lantas langsung tersungkur ketika menerima serangan secara mendadak dari Elbara barusan.


Elbara yang sudah naik pitam, tanpa berpikir panjang langsung melangkahkan kakinya dengan bergegas ke arah Delvano dan memukulinya dengan brutal. Sedangkan Delvano yang menerima pukulan itu, bukannya membalas malah tersenyum seakan akan seperti tengah mengejek Elbara saat ini.


"Jangan... El..." panggil Akila sambil berusaha bangkit dan memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


Elbara yang mendengar suara rintihan itu, langsung dengan spontan menghentikan gerakan tangannya yang hendak kembali memukul wajah Delvano, kemudian langsung menghempaskan tubuh Delvano begitu saja ke lantai tanpa rasa belas kasihan sama sekali dan langsung mendekat ke arah Akila untuk mengecek keadaan wanita itu.


"Apa kau baik baik saja Ki?" tanya Elbara sambil mengedarkan pandangannya memeriksa apakah ada sesuatu atau luka pada tubuh Akila.


Elbara yang melihat pakaian Akila sudah terbuka bagian depannya, lantas langsung melepas jas yang ia kenakan dan langsung membalut tubuh area depan milik Akila.


"Panas El... panas... aku gerah..." rintih Akila berulang kali namun malah membuat Elbara kebingungan akan maksud dari ucapan Akila padanya.


"Baiklah kita pergi dari sini... kamu bertahan ya..." ucap Elbara sambil mengangkat tubuh Akila dan menggendongnya ala bridal style.


Delvano yang melihat Akila di bawa pergi oleh Elbara, lantas langsung bangkit secara perlahan dan mengambil posisi duduk di lantai kamar mandi.


"Sialan! aku bahkan belum sempat menikmati hidangannya setelah sekian lama berpuasa. Jika aku tahu Elbara yang akan mendapatkannya tentu aku tidak akan langsung memberi Akila obat perangsang. Benar benar bodoh kau Del..." ucap Delvano dengan nada yang kesal sambil menatap ke arah pintu masuk di mana kini yang tersisa hanya dirinya dan juga kekosongan di kamar mandi tersebut.


***

__ADS_1


Di dalam mobil


Elbara mendudukkan tubuh Akila dengan perlahan di kursi penumpang, kemudian membenarkan posisi jasnya agar bagian depan tubuh Akila tidak terekspos walaupun mereka berada di dalam mobil saat ini.


Namun sayangnya, Akila yang merasakan hawa panas menjalar di sekujur tubuhnya, langsung dengan spontan membuang jas milik Elbara sambil terus mengibas kibaskan tangannya karena ia benar benar tengah kegerahan saat ini.


"Apa yang kau lakukan Ki?" pekik Elbara yang baru saja masuk dan mendudukkan dirinya di kursi pengemudi.


"Panas sekali El... panas...." rintih Akila kembali secara berulang ulang.


"Kamu tenang lah dan jangan banyak bergerak agar udara dari pendingin bisa masuk ke dalam pori pori kulit mu!" ucap Elbara kemudian sambil menyetel ful AC di dalam mobilnya.


"Tidak bisa El... tidak bisa..." ucap Akila dengan suara yang serak sambil menggigit bibir bagian bawahnya seperti tengah menahan sesuatu.


Sadar ada yang tidak beres, Elbara kemudian langsung mendial nomor Arga pada layar ponsel miliknya.


"Halo tuan" ucap sebuah suara di seberang sana.


"Siapkan air es di bath up sekarang, aku akan datang dalam sepuluh menit lagi!" ucap Elbara tanpa basa basi memberi perintah kepada Arga, kemudian menutup panggilan telponnya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Arga terlebih dahulu.


Akila benar benar tidak lagi bisa menahannya, ia kini bahkan sudah bergelayut manja dan menggerakkan jarinya dengan nakal di area dada Elbara untuk memancing laki laki itu agar memenuhi hasratnya.


Namun sayangnya bukannya terpancing, Elbara malah menyandarkan tubuh Akila di kursi penumpang, memasangkan sabuk pengaman untuk Akila dan langsung mengikat kedua tangan Akila dengan jas miliknya yang di lempar oleh Akila tadi.


"Apa yang kamu lakukan El? lepaskan aku..." ucap Akila yang terkejut akan apa yang sedang di lakukan oleh Elbara padanya.


"Maafkan aku Ki... tapi mungkin ini akan lebih baik dari pada akan menimbulkan sebuah penyesalan di akhir nanti, maka aku akan lebih memilih menyiksa mu... maafkan aku Ki..." ucap Elbara sambil mulai melajukan mobilnya menuju Hotel Star dengan kecepatan yang tinggi.


***


Hotel Star

__ADS_1


Seperti janjinya kepada Arga, Elbara sampai di hotel tepat sepuluh menit kemudian. Elbara yang sudah tidak tahan lagi terus terusan mendengar ucapan melantur yang keluar dari mulut Akila, lantas langsung bergegas menggendongnya dan membawanya masuk ke dalam lobi Hotel.


Elbara kini bahkan sudah tidak lagi menghiraukan tatapan dari banyaknya pasang mata, yang melihat dirinya masuk dengan menggendong seorang wanita cantik di dekapannya. Yang di pikirkan Elbara saat ini hanyalah Akila dapat kembali sadar sepenuhnya dan tidak lagi melakukan hal hal gila seperti saat ini.


Sementara Arga yang mendengar tuannya datang, lantas langsung menyambut tuanya tepat di pintu lift karena memang penasaran akan alasan dari Elbara yang tiba tiba meminta di sediakan air es tadi di telpon.


Ting


Suara dentingan pintu lift yang terbuka, membuat Elbara lantas langsung kembali melangkahkan kakinya keluar dari lift.


"Apa kau sudah menyiapkan segalanya?" tanya Elbara begitu melihat kedatangan Arga.


"Sudah tuan..." ucap Arga sambil melangkahkan kakinya mengikuti langkah kaki Elbara.


"Ah... uh..." desah Akila yang lantas membuat Elbara dan juga Arga mengerutkan kening mereka ketika mendengarnya keluar dari mulut kecil milik Akila.


"Tutup telinga mu dan jangan mengikuti ku!" ucap Elbara kemudian yang lantas langsung dengan spontan mengehentikan langkah kaki Arga begitu mendengar perintah dari Elbara barusan.


"Dasar si bos... mentang mentang mau pesta celup pakai acara tegang begitu... ternyata semua bos sama aja ya? doyan begituan." ucap Arga sambil terus menatap punggung Elbara yang terlihat semakin jauh meninggalkannya.


"Tapi untuk apa air es di bath up? apakah itu sebuah gaya baru?" ucap Arga menerka nerka, namun sayangnya semakin di pikirkan semakin terasa tidak masuk di akal pikirannya.


**


Sementara itu Elbara yang baru saja masuk di dalam kamar, lantas langsung membaringkan tubuh Akila secara perlahan di ranjang kemudian langsung bangkit untuk memeriksa pesanannya sebelumnya pada Arga.


Dengan langkah yang bergegas Elbara melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar mandi dan mengecek segalanya.


"Aku rasa suhunya pas, aku tidak tahu apakah ini akan berhasil atau tidak... namun tidak ada salahnya jika mencobanya terlebih dahulu bukan?" ucap Elbara pada diri sendiri.


"El..." ucap sebuah suara yang lantas langsung membuat Elbara dengan spontan menoleh ke arah sumber suara.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?" pekik Elbara ketika melihat Akila yang tengah berdiri di ambang pintu kamar mandi.


Bersambung


__ADS_2